[Review] The Last Star

the last star

Makhluk Lain itu musuh kita. Kitalah musuh kita.

Mereka ada di bawah ini, di atas sana, di mana-mana.

Mereka menginginkan Bumi, mereka menginginkan kita menempatinya.

Mereka datang untuk memusnahkan kita,

Mereka datang untuk menyelamatkan kita.

Namun di balik teka-teki ini ada satu kebenaran:

Cassie dikhianati. Begitu juga Zombie. Ringer. Nugget.

Dan 7,5 miliar manusia yang tadinya hidup di planet kita.

Mula-mula dikhianati oleh makhluk lain, sekarang oleh sesamanya.

Pada hari-hari terakhir, para penghuni Bumi yang tersisa harus memutuskan

Apa yang lebih penting: menyelematkan diri sendiri….

Atau menyelamatkan apa yang menjadikan kita manusia.

Gimana mau mulai reviewnya? Kayaknya ini berisi curhatan saja.

Oke, sebenarnya aku penasaran dengan trilogy the 5th wave karena kisah cinta Cassie Sullivan dan Evan Walker. Aku penasaran dengan kelanjutan hubungan mereka seperti apa. Aku tak terlalu peduli dengan gelombang kelima, peredam, dll. Aku cuma peduli dengan kelanjutan kehidupan cinta Cassie dan Evan. Setelah tamat membaca The Last Star aku buka kembali The 5th wave dan The Infinite Sea. The 5th wave aku suka bagian saat Cassie bertemu dengan Peredamnya. Bagaimana Evan, si Peredam, yang awalnya berniat membunuh Cassie kemudian menolongnya, Cassie yang kemudian tahu bahwa penolongnya adalah orang yang menembak kakinya. Setiap Evan pergi, dia selalu kembali dan menemukan Cassie. Dan di buku ketiganya ini, Cassie masih meragukan cinta Evan, dan tidak yakin juga dengan perasaannya sendiri. Tapi, ketika teman-temannya menyangsikan Evan, Cassielah satu-satunya yang percaya pada Evan, dia selalu membela Evan di depan teman-temannya. Walaupun di depan Evan sendiri dia suka marah-marah, suka mengkonfrontasi tentang masa lalunya.

“Di akan memikul beban apa pun, menahan penderitaan apa pun, menanggung siksaan apa pun jika kesengsaraannya bisa menambah satu momen dalam kehidupan gadis itu” (hal 260)

Dan aku membaca The Infinite Sea karena aku benar-benar lupa pada siapa Razor alias Alex yang menyebabkan, maaf spoiler, Ringer hamil. Ketika membaca bagian itu, Ringer dan Razor, aku kok jadi kasihan sama Ben.

Ini bakalan banyak spoiler.

Aku semakin suka sama Sammy di buku ini, si bocah tangguh dan keras kepala. Banyak yang terbunuh di The Last Star, termasuk bintang utama kita, Bintang Terakhir. Tapi anehnya cuma sekarang aku suka dengan sad ending. Aneh banget moodku kali ini. soalnya yang bikin males sama novel ini tuh, terlalu banyak PoV. Bikin capek bacanya. Pas bagian Cassie mati, rasanya itu nendang banget. Hehe… Dan Evan bingung mau melakukan apa dengan hidupnya setelah kematian Cassie. Rasanya itu satu-satunya konflik yang gregget, konflik batin. #ketawajahat

Oh iya, aku suka hubungan  Cassie dan Ringer. Yang awalnya mereka  tidak saling menyukai, terutama Cassie yang judes banget, kemudian mereka harus bekerja sama. Seperti yang aku bilang sebelumnya, hal yang nendang di buku ini yaitu setelah kematian Cassie. Ringer melahirkan, dan anaknya cewek, diberi nama Cassie Sullivan. Lihat, betapa Ringer yang tidak menyukai Cassie awalnya, menghormati Cassie, bahwa Cassie adalah orang yang penting walaupun dia menyebalkan.

Dan aku amati, setelah aku membaca novel-novel genre dystopia, ada bagian di mana si tokoh cowok tiba-tiba jahat karena dikendalikan musuh, dan berbalik menyerang si tokoh cewek. Di novel ini pun begitu, Evan Walker pada Cassie, di Triligy Hunger Games, Mockingjay, juga ada kan bagian saat Peeta dicuci otaknya dan memusuhi Katniis. Begitu juga di Divergent.

Trilogy the 5th wave merupakan salah satu novel dengan PoV terbanyak. Kalau dibandingkan dengan Game of Throne entahlah yang mana lebih banyak.

Quotes of The Last Star

  • Sementara orang-orang lain menjarah makanan kaleng, senjata, dan peralatan untuk memperkuat rumah mereka dari perampok, ayahku memutuskan tindakan palin bijaksana adalah menumpuk bahan bacaan.(hal 39)
  • Karena cinta sejati itu senjata paling berbahaya di dunia. Lebih tak stabil daripada uranium. (hal 226)
  • Karena tak ada yang penting selain janji itu, tak ada yang penting selain gadis itu. (266)
  • Aku yakin selama ada kehidupan pasti ada harapan. (hal 273)
  • Aku tidak pernah meminta apa-apa dari dia. Dia memberikannya begitu saja. Terus memberi sampai melewati titik ketika memberi adalah tindakan bijaksana. Itu kah cinta? (hal 279)
  • Waktuku hanya pinjaman dan kita tak bisa mengelabui kematian selamanya. (295)

 

Informasi Buku

Judul: The Last Star

Penulis: Rick Yancey

Alih bahasa: Angelic Zaizai

Editor: Mery Riansyah

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Terbit: 2017

ISBN: 978-602-03-6120-8

Tebal: 400 halaman

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s