[review] Arabella by Georgette Heyer

arabella by georgette heyer

Arabella Tallant, gadis cantik dari Heythram, Yorkshire,  sebuah desa di Inggris, merupakan sulung dari 8 bersaudara. Putra dari seorang pendeta yang budiman. Selain cantik, Arabella memiliki sifat yang sangat terpuji, gampang tersentuk dan mudah berempati. Selain itu, dia polos, naif dan impulsif. jeleknya, Arabella mudah tersinggung, dan sulit mengontrol emosinya. Sebagai putra sulung, orang tuanya, terutama sang ibu mengharap Arabella menikah dengan pria kaya, karena hal itu akan membuka peluang masa depan cerah bagi adik-adiknya. Sebagai orang tua yang mempunyai 8 anak, kondisi ekonomi keluarga Arabella terbilang pas-pasan.

Ketika ibu baptisnya, Lady Bridlington, dari London mengirim surat agar Arabella berkunjung ke London, keluarganya, dan terutama sang ibu, begitu senang. Sang ibu berharap Arabella mendapatkan calon suami di sana. Dan sang ibu baptis juga berjanji akan mencarikan laki-laki dari keluarga terpandang di London.

Ketika menuju London, kereta kuda yang ditumpangi Arabella mogok. Dia dan pengiringnya terpaksa harus menumpang berteduh di rumah penduduk terdekat. Tempat yang Arabella datangi saat itu adalah rumah berburu milik Mr. Robert Beaumaris. Mr. Beaumaris saat itu sedang bercakap-cakap dengan sahabatnya, Mr. Fleetwood. Kedua pria muda tersebut sepakat dengan kecantikan Arabella, tapi reaksi Mr. Beaumaris tidak seheboh sahabatnya. Arabella senang penghuni rumah itu begitu ramah, bahkan mengajak kedua tamu untuk makan bersama. Ketika Arabella selesai mengganti pakaian, dia mendengar Mr. Beaumaris berbicara bahwa mungkin saja Arabella adalah salah satu gadis yang mengejar-ngerjarnya, dan pura-pura saja keretanya mogok. Pasalnya Mr. Beaumaris adalah orang tepandang, panutan, tampan, dan kaya. Banyak gadis yang mengerjar-ngerjarnya tapi tak ada satupun yang cocok di hatinya. Dia juga terkenal suka mempermainkan hati para gadis. Mendengar perckapan  Mr. Beaumaris secara tak sengaja itu, Arabella sangat marah. Ketika makan dan saling memperkanalkan diri, Arabella sok-sokan mengaku bahwa dia anak orang kaya raya. Sikap ramahnya ketika masuk rumah Mr. Beaumaris berubah menjadi kasar.

Berita bahwa Arabella adalah gadis kaya raya menyebar di London. Selama tinggal di rumah ibu baptisnya, Arabella sering mendapat undangan berbagai macam pesta. Banyak lelaki yang mendekatinya, selain karena dia cantik, juga karena isu mengenai kekayaannya. Banyak juga yang telah melamarnya, tetapi semuanya dia tolak. Arabella takut jika para lelaki itu tahu kondisi yang sebenarnya, niscaya mereka tidak mau dekat-dekat dengan Arabella. Yang Arabella inginkan adalah lelaki yang mau menerima kondisinnya apa adanya.

Sedangkan dengan Mr. Beaumaris, Arabella sering bertemu di pesta-pesta bahkan mereka berhubungan baik. Arabella minta maaf pada Mr. Beaumaris atas sikap kasarnya dulu. Seperti para lelaki lainnya, Mr. Beaumaris juga penasaran dengan Arabella. Dia mendekati Arabella cuma untuk bersenang-senag semata, sama seperti ketika dia mendekati gadis lain. Sebelumnya, ibu baptis Arabella sudah mewanti-wantinya agar tidak mudah termakan ucapan manis Mr. Beaumaris yang memang terkenal suka merayu wanita. Mr. Beaumaris  bisa melihat sikap Arabella yang walau pun sopan terhadap dirinya, tapi menjaga jarak dan tidak termakan rayuannya. Hal ini membuatnya lebih gigih untuk mendekati Arabella.

Alangkah menggelikannya! Mr. Beaumaris memutuskan bahwa anak aneh ini merupakan alternatif yang jauh lebih menghibur ketimbang kaum perempuan pada umumnya. Andai usianya lebih muda, Mr. Beaumaris menekuri, dia  mungkin saja dengan mudahnya takluk pada pesona gadis ini.

Awalnya hanya niat main-main dengan Arabella, akhirnya Mr. Beaumaris benar-benar terjerat dengan pesonanya. Hal ini dimulai dengan beberapa peristiwa yang membuat Mr. Beaumaris takjub dengan sikap Arabella yang welas asih.

Pada suatu hari, ketika Arabella sedang tidur dia terbangun gara-gara bunyi berisik di kamarnya. Ternyata ada seorang anak kecil jatuh di perapian dalam kamarnya dari cerobong asap. Banyak luka di tubuhnya. Dia berumur kurang lebih 7-8 tahun. Setelah ditanya Arabella, dia mengaku sebagai anak yatim dan dipaksa melakukan pekerjaan keras oleh mandornya yang perilakunya kasar. Arabella marah ada orang setega itu pada anak kecil, dan berjanji akan menemui si mandor. Arabella mengongobati anak itu, memberi makan, dan memandikannya dibantu pelayan. Yang Arabella pikirkan, bagaimana pun anak kecil seperti itu tidak boleh kembali pada mandornya yang suka menyiksa.

Arabella meminta ibu baptisnya untuk memberi si anak kecil pekerjaan, tapi ibu baptisnya tidak mau. Arabella juga meminta mencarikan jalan keluar kepada Lord Bridlington, anak ibu baptisnya. Tapi keduanya sepakat bahwa seharusnya Arabella tidak ikut campur urusan orang lain, dan mengembalikan  anak kecil tersebut kepada mandornya. Arabella kesal walau pun ibu baptisnya orang kaya, tapi dia tidak mau menolong anak kecil tersebut. Menurut Arabella ibu baptisnya hanya mementingkan kenyaman hidupnya saja. Padahal di rumahnya, orang tuanya mengajari untuk selalu berbuat kepada orang lain. Seandainya di rumahnya, Ayahnya tidak mungkin mengabaikan orang kesusahan seperti itu. Ketika Arabella ribut dengan ibu baptis dan anaknya mengenai anak kecil itu, Mr. Beaumaris dan Mr. Fleetwood masuk ke rumah ibu baptis Arabella, hendak mengajak Arabella berkuda. Singkat cerita, Mr. Beaumaris bersedia menampung anak kecil tersebut dan memberinya pekerjaan. Arabella sangat berterima kasih. Sikap Mr. Beaumaris mempunyai nilai plus di mata Arabella.

Dengan adanya anak kecil itu, Mr. Beaumaris jadi mempunyai alasan untuk sering-sering menemui Arabella. Dia berdalih ada sesuatu yang harus dia diskusikan dengan Arabella terkait berbagai perilaku anak tersebut.

Kejadian lainnya yang membuat Mr. Beaumaris jatuh hati pada Arabella adalah saat mereka sedang jalan-jalan dengan kereta kuda. Di suatu desa, Arabella melihat segerombolan anak-anak yang menyiksa seekor anjing. Arabella mengusir gerombolan anak tersebut dan membawa pulang anjing jelek yang terluka itu bersamanya. Arabella akan merawat anjing tersebut. Dia senang, dan banyak mengoceh dengan anjing itu. Tiba-tiba dia terdiam, Mr. Beaumaris menanyakan perubahan sikap mendadak Arabella. Arabella mengatakan dengan sedih bahwa ibu baptisnya tidak akan suka Arabella membawa anjing tersebut ke rumahnya. Mr. Beaumaris bisa menebak apa yang akan Arabella lakukan. Kali ini tanpa sungkan dia meminta Mr. Beaumaris untuk merawat anjing itu.

Mr. Beaumaris juga tidak habis pikir sendiri mengapa dia sampai melalukan itu semua untuk Arabella. Bukan dia yang biasanya. Sebenarnya kalau bukan karena Arabella, dia akan bersikap sama seperti ibu baptisnya.

Apa lagi yang akan dia bebankan kapadaku sehabis ini?

Mr. Beaumaris menyadari bahwa Arabella sangat berbeda dengan gadis-gadis yang selama ini selalu mengerjarnya. Dia membulatkan tekad untuk melamar Arabella.

Daaaan, bagaimana selanjutnya???

Pokoknya aku suka banget sama cerita ini. konfliknya semakin lama semakin seru. Bagaimana respon Arabella terhadap lamaran Mr. Beaumaris, usaha Mr. Beaumaris yang begitu gigih, dan sikapnya yang penuh kejutan dan gentleman dalam membantu masalah-masalah Arabella. Dan (maaf spoiler) betapa menggemaskannya Arabella ketika peristiwa yang akhirnya membuat dia mau menerima pinangan Mr. Beaumaris.

Spoiler

Aku suka sikap gentle Mr. Beaumaris yang diam-diam menemui keluarga Arabella, melakukan perjalanan jauh demi meminta restu keluarganya. Dan bagaimana dia membantu adik Arabella, Bertram, yang saat itu terlilit hutang di London.

Dan Arabella yang akhirnya menerima lamaran Mr. Beaumaris dengan alasan konyol, mengatakan ingin kawin lari saja dengan Mr. Beaumaris.

Mr. Beaumaris menyebut sikap Arabella Ada-Ada Saja tetapi Menggemaskannya Bukan Main

“Kau tentu ingin ayahmu menikahkan kita, sedangkan aku ingin buru-buru memboyong istri baruku”

Konfliknya aku akui gak langsung panas. Baru mulai seru ketika Arabella bertemu Mr. Beaumaris, dan itu cukup lama. Dan kemudian aku gak rela ceritanya habis.

Sepertinya genre classic romance menjadi salah satu favoritku. Baru baca dua karya Jane Austin sih, Pride and Prejudice, Sense and Sensibility dan ini. Daaaaan ketiganya sukses bikin momen ‘wow’ ketika membacanya.

Awal baca ini aku ngerasa gaya bercerita penulis kok kayak Jane Austin? Ceritanya pun mengingatkanku pada Pride and Prejudice (P&P). Tapi tentu saja berbeda dengan caranya masing-masing yang unik. Tapi kayaknya novel ini gak setenar P&P, padahal gak kalah bagus.  I love both.

Kisah cinta Arabella dan Mr. Beaumaris bukan tipe cerita cinta instan. Aku menyukai kedua tokoh ini. Mr. Beaumaris pasti masuk dalam book boydriendku tahun ini. Dan Arabella, ya ampun menggemaskan banget.

Momen yang bikin lol, saat Arabella menolong si anak yatim. Dan menurut Mr. Fleetwood anak tersebut tidak menggemaskan tapi Arabella tulus menolongnya. Dan ini komentar Arabella.

IMG_20170604_060303

Dan momen yang sweet.

IMG_20170604_061108

Sebenarnya Arabella pun menyukai Mr. Beaumaris walau dia mati-matian mengenyahkan perasaannya selama iniAku terkesan dengan ayah Arabella yang meminta maaf duluan pada anak-anaknya ketika dia salah. Jadi ingat dengan ortu sendiri. peraturan di rumah seperti peraturan MOS. 1) Orang tua tidak pernah salah. 2) jika orang tua salah kembali ke pasal 1. Tapi tentu saja aku dan kedua adikku tidak kekurangan limpahan kasih sayang, ortu juga bijak. Bagi kami, they are the best parents ever.

Aku pinjam buku ini di Ijak. Niatnya sih bulan puasa cuma mau baca buku islami. Tapi yaaah, rasanya hidupku kurang bergairah tanpa baca fiksi *tsaaaah. Dan tentu saja bulan puasa kayak gini sebaiknya membaca buku yang gak bikin kipas-kipas (you know what i mean?)Kemudian jadilah aku memilih-milih buku di Ijak, dan terpesona dengan Arabella karena covernya yang cantik sekali. Dan untungnya lagi, buku ini tidak ada yang antri.

Karakter yang juga bikin lol itu, temannya Bertram di London, namanya lupa. Bukunya uda dikembalikan.

Quote of Arabella

  • Dia yang menimbun harta akan senantiasa kekurangan, sedaangkan dia yang tak punya apa-apa takkan kekurangan apa-apa.
  • Sebab anda egois dan tak punya hati, hanya peduli pada kenyamanan Anda sendiri
  • Saya punya banyak kekurangan. Tetapi, percayalah, jika saya berjanji  maka saya akan menepatinya
  • Namun semua utang adalah adalah utan kehormatan dan mesti dibayar.

Informasi Buku

Judul: Arabella

Penulis: Georgette Heyer

Penerbit: Mizan Group

Tahun terbit: 2016

ISBN: 9786020989907

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s