[Review] Will Grayson, Will Grayson

will grayson

Will Grayson meet Will Grayson. One cold night, in a most unlikely corner of Chicago. Two strangers are about to cross path. From that moment on, their world will  collide and live intertwine.

It’s not that far from Evanston to Naperville, but Chicago suburbanites Will Grayson and Will Grayson might as well live on different planet. When  fate delivers them both to the same surprising crossroad, the Will Grayson find their lives overlapping and hurtling in new and unexpected direction. With a push from friends new and old – including the massive, and massively fabulous, Tiny Cooper, offensive lineman and musical theater auteur extraordinaire – Will and Will begin building toward respective romantic turn-of-heart the epic production of history’s most awesome high school musical.


Jadi buku ini merupaka karya duet dari John Green dan David Levithan, di mana nama yang terakhir belum pernah aku baca bukunya. Kudet kan???

Apa yang terjadi ketika dua orang yang berbeda namun mempunya nama yang sama bertemu di sebuah toko porno?

Nama mereka Will Grayson

Will Grayson 1, seorang anak SMA yang tidak terkenal, tidak punya banyak teman, dan anak baik-baik. Melihat karakter Will sama dengan karakter-karakter cowok di novel-novel John Green yang lain kecuali TFiOS.

Will Grayson 2, anak SMA juga, miskin, merasa hidupnya paling sengsara di dunia.

Tapi kalau  kau terus berfokus pada kenapa hidupmu begitu buruk, kau takkan pernah menyadari bagaimana hidupmu bisa begitu hebat. (hal 270)

Will Grayson 1 mempunyai teman dekat seorang gay yang berbadan besar, Tiny Cooper. satu sekolahan tahu semua kalau Tiny gay, tidak ada yang perlu ditutup-tutupi. Dia berkali-kali ganti pacar, pacar lelaki maksudnya. Tiny bahkan mendirikan komunitas AGdNG (Aliansi Gay dan Non-Gay).

“Kau gay?” kataku, tampak tak mengerti.

“Yeah. Aku tahu. Aku tahu itu mengejutkan. Tapi aku ingin kau jadi orang pertama yang tahu. Selain orangtuaku, maksudku.” (hal 322)

Will Grayson 2 juga seorang gay, tetapi dia belum berani mendeklarasikan hal tersebut, tapi teman-teman dan ibunya sudah curiga. Will menyukai teman onlinenya, Isaac. Walaupun ada Maura yang sangat menyukai Will, tetap saja Maura tidak mempunya efek apa-apa bagi Will.

Suatu hari Will Grayson 2 janjian untuk bertemu dengan Isaac, kekasih dunia mayanya di Chicago. Will sangat bersemangat. Isaac memberikan alamat tempat di mana mereka akan bertemu yang ternyata merupakan sebuah toko porno.

Sedangkan di situ, Will Grayson 1 sedang membayar majalah porno di kasir. Will tidak berniat ke tempat itu sebelumnya. Berhubung Will tidak bisa masuk menonton konser bersama Tiny dan Jane karena ID palsunya tidak benar-benar palsu, dia melangkahkan kaki ke tempat tersebut. Ketika hendak membayar itulah, kasir menyebut nama Will Grayson. Dan Will Grayson 2 yang sedang bingung mencari Isaac menghampiri kasir, mengira dirinya yang dipanggil.

Perkenalan pun dimulai. Keduanya sama-sama kaget karena mempunyai nama yan g sama. Orang yang bernama Isaac yang ditunggu oleh Will 2 tidak juga datang. Tak lama kemudian, keduanya sama-sama menerima telpon. Will 1 dari Tiny. Will 2 menerima telpon yang membuatnya patah hati. Dia dibohongi, tidak ada orang bernama Isaac, itu akun palsu. Sumpah, bikin lol pas adegan ini. will 2 menceritakan semuanya pada Will 1 mengenai apa yang terjadi. Will 1 tahu, Tiny adalah orang yang tepat untuk menghibur Will 2.

Ketika gay yang patah hati dan gay yang sedang jomblo bertemu, bisa ditebak apa yang terjadi?

Sejak peristiwa itu, Will 2 tidak lagi malu mengakui bahwa dirinya gay.

Tiny adalah orang yang supel, teman yang baik. Dia seperti ibu yang mengayomi anak-anaknya. Tiny merupakan seperti pusat semesta bagi kedua Will. Will 2 jelas gay. Dan Will 1? Apakah dia juga gay? Apakah dia menyukai Tiny selayaknya sahabat apa bukan?

Grayson, apa kau mengaku gay padaku? Sebab aku, maksudku jangan tersinggung, tapi lebih baik aku jadi lurus dari pada pacaran denganmu. (hal 288)

Novel ini tidak seluruhnya berpusat pada para hal ke-gay-an. Tapi seperti biasa, ciri khas John Green, dan ini yang bikin aku suka sama novel-novelnya, yaitu persahabatan, makna persahabatan, arti sahabat, setelah melalalui pertengkaran, mogok bicara, salah paham, dan sebagainya.

Baik Will 1 maupun Will 2 adalah orang yang suka merengek, masih kekanak-kanakkan menurutku. Dan Tiny lah selalu sabar menghadapi mereka. Kalau mereka punya masalah dengan Tiny, Tiny lah yang banyak mengalah, disalahkan juga. Seperti yang aku bilang sebelumnya, layaknya seorang ibu, dia bukannya tidak sedih dan sakit hati, tapi dia menerima semua perlakuan anak-anaknya. Kedua Will malah tak tahu berterimakasih. Tapi intinya, peristiwa demi peristiwa yang mereka hadapi, membuat mereka menyadari betapa berartinya kehadiran masing-masing, betapa mereka saling menyayangi. Suka lah pokoknya sama endingnya. Masalah kegalauan Will 1 dengan Jane, beres. Will 2 dengan Maura juga bikin lega akhirnya mereka baikan. Dan kedua Will sama-sama membantu dan memberi kejutan di drama musikal yang diprakarsai Tiny.

Ada bagian yang bikin lol menyangkut Tiny yang berbadan besar. Tubuhnya sudah biasa menjadi bahan olok-olokkan. Ada yang bilang raksasa, Will 2 malah mengatakan lesung pipinya sebesar kepala bayi.

Saat Tiny nervous ketika pertunjukannya mau mulai, dia muntah. Dan ini yang ada dipikiran Will 1.

Tiny melibatkan gajah dalam drama, dan gajah itu baru saja muntah, tapi kemudian aku menyadari bahwa Tinylah-gajah tersebut. (hal 313)

Aku tak tahu, Tiny, tapi apa pun yang kau cemaskan, kau lebih besar dibandingkan dengan kecemasan itu sendiri. (hal 315)

What a friend???

Ada bagian yang bikin geli-geli gimana gitu. Saat Will 2 dan Tiny bermesraan. tahu lah orang pacaran gimana. Dan ini cowok sama cowok. #ewww…..

Quotes of Will Grayson, Will Grayson

  • Aku sangat bangga padamu sehingga itu membuatku bangga pada diriku. Kuharap kau mengetahuinya (Ayah Will 1. Hal 247)
  • Itu hanya membuktikan bila kau mencoba merusak kehidupan seseorang, kehidupan seseorang itu malah membaik. (hal 263)
  • Aku tahu kau tidak bodoh. Tapi jelas sekali kau tadi bertindak bodoh. (hal 263)
  • Ini bukan tentang diriku. Ini tentang apa yang kumiliki yang bisa kubagikan. (hal 272)
  • Kau tak paham, ya? Aku tidak butuh siapa-siapa//itu hanya berarti kau lebih membutuhkanku. (hal 273)
  • Mereka tak tahu apa yang mereka miliki sampai hal itu lenyap. (hal 283)
  • Bila kau tidak mengutarakan kejujuran, terkadang kejujuran itu tidak pernah terwujud (hal 285)
  • Kau mengira bahwa keheningan itu damai. Tapi sebanarnya, rasanya menyiksa. (hal 294)
  • Kau pasti tahu mana ada yang namanya kebohongan total, selalu ada secercah kebenaran di dalamnya. (hal 308)
  • Kurasa inilah sebabnya kita menyebut orang sebagai eks—sebah jalur jalur yang bersilang di tengah akhirnya terpisah di bagian ujungnya. Terlalu mudah untuk menganggap X sebagai coretan. Tapi X bukan itu, soalnya mana mungkin mencoret sesuatu seperti itu. X adalah diagram dari dua jalur. (ha 309)

Informasi Buku

Judul: Will Grayson, Will Grayson

Penulis: John Green dan David Levithan

Alih bahasa: Angelic Zaizai

Desain sampul: Martin Dima

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Terbit: Jakarta, 2015

Tebal: 352 hal

ISBN: 978-602-03-1245-3

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s