[Review] Tentang Kamu

Tentang Kamu Tere Liye

Terima kasih untuk kesempatan mengenalmu,

Itu adalah salah satu anugerah terbesar hidupku.

Cinta memang tidak perlu ditemukan,

Cintalah yang akan menemuan kita.

Terima kasih. Nasihat lama itu benar sekali,

Aku tidak akan menangis karena sesuatu telah

Berakhir, tapi aku akan tersenyum karena

Sesuatu itu pernah terjadi.

Masa lalu. Rasa sakit. Masa depan. Mimpi-mimpi.

Semua akan berlalu, seperti sungai yang mengalir.

Maka biarkan hidupku mengelir seperti

Sungai kehidupan.


Zaman Zulkarnaen adalah seorang pengacara dari firma hukum Thompson & Co, London, yang menangani penyelesaian warisan. Suatu hari Zaman mendapat tugas untuk menyelidiki warisan dari seorang perempuan yang telah meninggl. Perempuan tersebut bernama Sri Ningsih, dengan warisan yang dia tinggalkan sebanyak satu miliar poundsterling, setara dengan 19 triliun rupiah. Masalahnya adalah, Sri Ningsih yang merupakan orang asli Indonesia yang kemudian menjadi penduduk London, Inggris dan kemudian menetap dan meninggal di Paris tidak diketahui ahli warisnya.

Di sinilah petualangan Zaman dimulai, mencari ahli waris Sri Ningsih, perempuan berusia sekitar 70 tahun yang misterius. Zaman menelurusi jejak hidup Sri Ningsih. Dimulai dari mendatangi tanah kelahiranya, Pulau Bungin, Sumbawa. Perlu beberapa hari untuk menemukan orang Pulau Bungin yang masih ingat dengan Sri Ningsih. Dari Pulau Bungin menuju Surakarta, tempat Sri Ningsih melanjutkan sekolah dan belajar agama, kemudian ke Jakarta, tempat di mana Sri Ningsih mulai merintis usahanya dari nol. Kemudian dilanjutkan ke London, dan Paris.

Zaman dikejar waktu dalam melakukan pekerjaannya, karena jika ahli waris/surat wasiat Sri Ningsih tidak ditemukan, maka seluruh harta Sri Ningsih, sesuai hukum Inggris, akan jatuh ke tangan Ratu Inggris. Berbagai masalah di lapangan juga menjadi kendala Zaman, seperti orang yang tiba-tiba mengaku sebagai ahli waris Sri Ningsih.

Dari perjalanan Zaman menyelidiki tentang Sri Ningsih, banyak pelajaran dan hikmah yang dia ambil dari kisah hidup Sri Ningsih. Kerja keras, kesabaran, ketulusan, semangat dan berbagai hal lain. Dan bonusnya, Zaman bertemu dengan wanita cantik yang berhasil membuatnya jatuh hati. #prokprok

Bagaimana Zaman menyelesaikan misinya?

Silahkan baca sendiri agar tidak penasaran.

Aku ngerasa baca novel Tere Liye Tentang Kamu ini, serasa baca novel Dan Brown. Seru, penuh petualangan dan teka-teki. Baca novel ini juga gak terasa, tau-tau uda lebih separuh halaman, tau-tau uda mau tengah malam.

Kalau di beberapa novel sebelumya aku merasa pesan yang ingin disampaikan penulis terasa menggurui, di novel Tentang Kamu ini enggak. Sosok Sri Ningsih ini emeng keren. Aku belajar bahwa untuk meraih sesuatu harus kerja keras, dan  aku salut sama sosoknya yang tak pernah berhenti belajar, belajarnya otodidak pula. Selain itu dia tulus banget kalau berteman. Jujur, sosok Sri Ningsing ini mengingatkanku pada sahabatku, Galuh, yang tulus dan gigih.

Sosok Zaman sebagai pengacara T.O.P di Thompson & Co ini gak kalah keren. Aku suka karakter yang cinta ilmu pengetahuan, berkharisma kayak Zaman dan Bujang (novel Pulang)

“Tidak apa, Nak. Ibu tahu kamu sibuk sekali. Pengacara top kesayangan ibu, dalam 24 jam bisa berpindah tempat dua benua” (hal 426)

Istimewanya novel Tentang Kamu ini yaitu perjalanan waktunya. Dari tahun 1946- 2016. Semua peristiwa yang dialami sri Ningsih ada hubungannya dengan sejarah Indonesia, bahkan sejarah dunia. Salut banget sama Bang Tere Liye. Kaya pengetahuan lah novel ini. Dan Walaupun aku gak ngerti istilah hukum, ekonomi, tapi aku menikmatinya, dan sedikit kurang juga belajar.

Hari itu, di tahun 1965. Rasa dengki telah menjadi kebencian luar biasa, yang bahkan bisa membuat pelakunya tega membabi buta. (hal 191)

Selain itu, novel ini juga kaya akan keberagaman suku bangsa, dan negera. Ada Jawa, Sumbawa, London, India, Paris. Semua keberagaman itu disajikan dengan pas sesuai porsi cerita. Kurang keren apalagi coba ini novel? Dan aku suka banget dengan little India keluarga Rajendra Khan yang kocak.

Kalau dulu sempat males baca karya Tere Liye, setelah baca Pulang dan Tentang Kamu kok jadi ketagihan ya? Baca Tentang Kamu tuh seolah baca novel karya Dan Brown, kalau Pulang suka dengan scene-scene actionya. Aku menantikan novel Tere Liye yang genrenya action dan misteri.

Aku berharap novel Tentang Kamu ini berlanjut ke Tentang Kita. Nanti ceritanya tentang Zaman dan Aimee. #ngarep

Pokoknya kalau mau baca novel seru dan menegangkan, serta gak banyak unsur romance, aku rekomkan karya Tere Lite Tentang Kamu,  Pulang, dan Negeri Para Bedebah. Malah Pulang dan Negeri Para Bedebah karya Tere Liye ini gak ada unsur romance sama sekali tapi serunya  jangan ditanya.

Oh iya, di Novel ini kita lagi-lagi bertemu dengan Pak Tua.

Quote Novel Tentang Kamu

  • Selain bagiku, janji adalah janji, setiap janji, sesederhana apa pun itu, memiliki kehormatan. (hal 45)
  • Maka yang satu ini juga akan berhasil, kita hanya perlu terus berusaha. (hal 61)
  • Kamu tidak akan menghabiskan hidupmu di pulau kecil kita. Bangunlah, Sri. Kamu adalah anak yang kuat. Besok lusa, kamu akan melihat dunia luas. Kamu tidak akan menghabiskan hidupmu di pulau kecil kita (hal 126)
  • Aku tahu sekarang, pertanyaan terpentingnya bukan berapa kali kita gagal, melainkan berapa kali ita bangkit lagi, lagi, dan lagi setelah gagal tersebut. (hal 210)
  • Jika kita gagal 1000x, maka pastikan kita bangkit 1001x. (hal 210)
  • Kenapa orang mudah sekali mengkhianati? Bukanlah dalam hidup kejujuran adalah hal penting? (hal 239)
  • Tidak ada yang benar-benar kita lupakan, karena saat kita lupa, masih ada sisi-sisi yang mengingatnya. Boleh jadi, selama ini aku terus menyibukkan diri, karena sejatinya aku sedang berusaha mengenyahkan masa lalu itu. (hal 270)
  • Jadilah seperti lilin, yang tidak pernah menyesal saat nyala apai membakarmu. Jadilah seperti air yang mengalir sabar. Jangan pernah takut memulai hal baru. (hal 278)
  • Karena dicintai begitu dalam oleh orang lain akan memberikan kita kekuatan, sementara mencintai orang lain dengan sungguh-sungguh akan memberikan kita kekuatan. (hal 286)
  • Apakah cinta memang begitu? Saat dia mulai menyemai bibit harapan, hanya untuk layu sebelum berkecambah? Atau dia saja yang berharap berlebihan? (hal 350)
  • Apakah cinta memang susah dipahami? Kadang membuat sesak, kadang membuat senang—yang tidak mengerti? (hal 350)
  • Kamu harus segera mengajak laki-laki itu kemari. Bicara tentang lamaran. Tidak baik anak gadis berlama-lama punya hubungan yang tidak jelas (hal 363)
  • Maka, semoga besok beban di hati terangkat sedikit. Tidak usah banyak, sedikit saja tidak apa. Besok, besoknya lagi, biarkan waktu menyiram semua kesedihan hingga hilang tak berbekas. (hal 384)
  • Dia tetaplah wanita biasa. Saat orang melihatnya begitu tegar menghadapi apa pun, orang-orang tidak tahu seberapa besar perjuangannya untuk membujuk dirinya sendiri sabar, membujuk dirinya untuk melepaskan, melupakan, dan semua hal ringan dikatakan, tapi berat dilakukan. (hal 406)
  • Apa harta yang akan dibawa mati saat kita meninggal?│Tidak ada, Sir, selain apa-apa yang kita belanjakan untuk kebaikan. Sisanya akan ditinggalkan, bahkan diperebutkan. (430)
  • Selalu menyenangkan punya seseorang yang menunggu di rumah. (hal 444)
  • Album-album ini membekukan waktu yang pernah kami lewati (hal 463)

Informasi Buku

Judul: Tentang Kamu

Penulis: Tere Liye

Penerbit: Republika

Terbit: Cet I, II, Oktober 2016

Tebal: 524 hal

ISBN: 9786020822341

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s