[review] the Wrath and the Dawn

the wrath and the dawn

Khalid Ibnu al-Rashid, Khalif Khorasan yang berusia delapan belas tahun, adalah seorang monster. Dia menikahi perempuan muda setiap malam dan menjerat pengantin barunya dengan tali sutra saat fajar tiba. Ketika sahabatnya menjadi korban kedzaliman Khalid, Shahrzad al-Khayzuran bersumpah akan menuntut balas. Gadis enam belas tahun itu mengajukan diri menjadi pengantin Sang Khalif. Shahrzad tak hanya bertekad untuk bertahan hidup, tetapi juga bersumpah akan mengakhiri rezim kejam sang raja bocah.

Malam demi malam, Shahrzad memperdaya Khalid, menceritakan kisah-kisah memikat yang membuatnya terus bertahan, meski tiap fajar bisa jadi merupakan saat terakhirnya melihat matahari terbit. Tetapi sesuatu yang tak terduga mulai terkuak: ternyata Khalid bukanlah sosok yang Shahrzad bayangkan. Sikapnya sama sekali tidak mencerminkan seorang pembunuh berdarah dingin. Monster yang dilawan Shahrzad itu tak lebih daripada pemuda dengan jiwa tersiksa. Dan Shahrzad mulai jatuh hati kepadanya………


Shahrzad al-Khayzuran

Gadis cantik dan pintar berumur 16 tahun, mempertaruhkan nasibnya dengan suka rela menjadi pengantin Khalifa Khalid Ibnu al-Rashid. Misinya adalah balas dendam atas kematian sahabatnya, Shiva, yang menjadi korban kekejaman Khalid. Shahrzad ini menurutku antara pintar, berani, tapi juga bodoh melakukan hal tersebut. dia pintar dengan mengulur-ngulur waktu kematiannya dengan menceritakan kisah tiap malam yang membuat Khalid penasaran, dan juga pintar bersilat lidah. Dia berani, jelas, kemampuannya menggunakan panah patut diperhitungkan. Tapi juga bodoh karena dia sendiri ketika masuk ke istana tidak tahu akan membunuh Khalid dengan cara apa, mencari kelemahannya, begitu yang dia sering ucapkan. Ingin membunuh Khalid dengan racun, memanahnya. Ya ampun, pengawalnya Khalid banyak tahu, kalau Khalid mati di tangan Shahrzad, emang Shahrzad bisa melarikan diri? Belum lagi nasib Baba dan adiknya pasti juga dipertarukan. (CMIIW, yang beda pendapat monggo komen)

“Kisah moral? Jadi kau mencoba menguruiku?”

“Tidak, Sayyidi. Aku mencoba untuk menarik perhatianmu. Aku dengar pendongeng yang baik mampu menarik perhatian pendengarnya hanya dengan satu kalimat”. (hal 37)

“Tipuan. Taktik untuk meloloskan diri dari eksekusimu…. memulai kisah yang tidak ingin kau selesaikan.” Suaranya benar-benar rendah. (hal 43)

Khalid Ibnu al-Rashid

Shahrzad mencari tahu apa alasan Khalid membunuh pengantinnya

“I think a king who hopes to be beloved by his people shouldn’t execute their daughters at dawn”.

“Who said I hoped to be beloved by my people?”

Benarkah Khalid monster?

Baru sehari dia menjadi istrinya, dan Shahrzad telah melihat Sang Khalid tidaklah seperti monster haus darah yang dia kira. (hal 82)

Dia adalah bocah laki-laki yang menyimpan rahasia

Khalif Khorasan mungkin memang seorang monster, tapi bagiku dia hanyalah seorang raja bermasalah dengan niat baik (hal 239)

Shahrzad  juga mengetahui masa lalu Khalid dari guru masa kecil Khalid.

“Dia telah banyak menderita. Sungguh membebaniku ketika tahu dia menimbulkan penderitaan bagi orang lain sebagai akibat dari penderitaannya”. (hal 156)

“In my life, the one thing that I have learned above all is that no individual can reach the height of their potential without the love others, Shahrzad. The more a person pushes others way, the clearer it becomes he is in need of love the most”

Bersama Shahrzad, Khalid menjadi tak terduga, dibalik sikap dingin dan misteriusnya, dia bisa bikin aku sebagai pembaca melting karena sikapnya terhadap Shahrzad. Terutama peristiwa di souk.

See, bagaiman Khalid langsung naik darah saat saat Shahrzad diganggu preman pasar.

“No. You are having conversation with my wife. And you are quite close to having the last conversation of your life”. His voice was as cold as the edge of dagger.

“You have a beautiful laugh. Like the promise of tomorrow” –Khalid to Shahrzad

Tidak, kata Khalid, saat dia malangkah ke Serambi Utama. “Aku tidak suka kau berhenti tertawa. (hal 316)

Thanks you, Shazi. For standing at my side

Ouughhh,

Selain itu yang bikin perut seperti memproduksi kupu-kupu ketika Shahrzad bertengkar dengan Jalal dan mengacungkan pedang dan tiba-tiba Khalid datang. Menyaksikan. Seperti udara tiba-tiba berubah demi mengumumkan kedatangan Khalid, Shahrzad tegang. Dan bahkan Khalid mengajarinya menggunakan senjata scimitar.

Juga saat Khalid mengobati sendiri luka Shahrzad.

Shahrzad bisa merasakan Khalid mengawasinya. Khalid meremas tangan Shahrzad, menawarkan jaminan lembut dalam satu gerakan sederhana. (hal 280)

Ketika Shahrzad mengetahui kebenaran rahasia Khalid yang kelam

Seratus kehidupan untuk satu nyawa yang kau ambil. Satu kehidupan untuk satu fajar. Jika kau gagal satu kali saja, akan kurampas mimpi-mimpimu. Akan kurampas kotamu.

Dan akan kurampas kehidupan-kehidupan ini, seribu kali lipat (hal 4)

Kisah benci jadi cinta emang tema yang umum, tapi aku gak bosan-bosan. Karena yang terpenting dalam sebuah cerita adalah, bagaimana penulis membuat prosesnya menarik. And this novel works.

Finally, they loved each others

“Demi sakitnya kematian… kau sama pentingnya bagi sang Khalif seperti hidupnya sendiri.” (hal 240)

There is no one I would rather see the sunrise with than you”. (Shahrzad to Khalid)

Khalif Khorasan yang perkasa. Raja dari segala raja

Monsternya yang menawan. (hal 404)

Tariq Imran Al-Ziyad

Pemuda tampan, putra dari seorang emir. Dan dia adalah kekasih Shahrzad. mengetahui Shahrzad menjadi pengantin Khalid, Tariq menyusun rencana pemberontakan untuk membebaskan Shahrzad dan menumbangkan kekuasaan Khalid.

Berdada bidang, dengan kulit gurun pasir dan mata perak keabuan, dia adalah jenis pria yang akan membuat kepala berpaling kepadanya tetapi tidak pernah menyadarinya. (hal 271).

 

“It is not a ridiculous question. It is very simple one. The difficulty lies in the answer. Why do you love her?”

“Because—“ Tariq rubbed at the back of his neck. “All of my most cherished memory are of her. I’ve suffered alongside her. And…. we’ve laughed at nothing together.”

Omar’s hand fell from Tariq’s shoulder. “A shared history does not entitle you a future, my friend.” (hal 336)

Ini merupakan buku yang menarik. Unforgettable, memorable. Pengen baca ulang suatu saat. Dan the Wrath and the Dawn ini ada sequelnya, the Rose and The Dagger. Tapi aku belum punya. Dan lagian aku masih mabuk atas kisah cinta Khalid- Shahrzad. Jadi gak keburu pengen baca, takut pingsan. Lol. Aku mau jeda sejenak dari novel cinta-cintaan. Novel-novel yang aku baca tahun ini keren-keren sih.

Shahrzad  yang merupakan sosok pemberani, berlidah tajam dan cerdas, mempesona tanpa menyadari pesonanya, pantaslah dia masuk sebagai salah satu top heroine.

“Just because you don’t know how to make the best of your many gifts does not mean they go unnoticed.” (Despina to Shahrzad)

Khalid dan Shahrzad aku nobatkan menjadi salah satu favourite couple tahun ini. #prolprok

“Shahrzad adalah gadis yang sulit, dan aku adalah monster. Kurasa kami memang pasangan yang cocok”. (Khalid, hal 323)

Selain Khalid dan Shahrzad aku menyukai karakter Rahim dan Jalal. Mereka adalah tipe sahabat yang selalu berkata jujur, berani mengkritik walaupun itu pahit. Rahim yang selalu mengeluhkan perilaku Tariq tapi tetap saja gak bisa ninggalin Tariq.

“Terimakasih, Rahim. Seperti biasa, kepercayaanmu padaku membuang segala keraguanku”. (hal 139)

Dan Jalal yang berani menerobos masuk ke wilayah pribadi Khalid. Jalal sendiri adalah sepupu Khalid, kapten Khorasan. Dibalik sikap angkuh Khalid, Jalal tahu sepupunya itu kesepian.

“Kau lihat? Aku berharap kau mau bercerita kepadaku. Kau jelas punya masalah. Bahkan mungkin ketakutan. Jangan hidup dalam ketakutan, Khalid-jan, karena itu bukanlah kehidupan.” (hal 242)

“Aku tahu cinta itu rapuh. Dan mencintai seseorang sepertimu hampir mustahil. Seperti memegang sesuatu yang remuk akibat amukan badai. Kalai kau ingin dia mencintaimu, lindungi dia dari badai itu.

….dan pastikan bahwa badai  itu bukan dirimu.” (hal 249)

“Dia mencintaimu. Tolong, jangan jatuh ke dalam kebencian. Kau bukan ayahmu. Kau jauh lebih baik darinya.” (hal 395)

“Pembunuh, monster, orang gila… Khalid sangat mungkin  menjadi semua itu. Tapi dia juga dicintai. Olehku dan oleh ayahku. Tapi, lebih dari segalanya, oleh Shazi. Dengan Shahrzad, Khalid dicintai sedalam dia mencintai.” (hal 434)

Jalal yang santai dan Khalid yang serius, percakapan di bawah ini bikin aku LOL

Saat Khalid mengemukakan pendapatnya tentang hujan, “hujan hanyalah unsur badai—biasanya menandakan sesuatu yang akan terjadi.”

“Seperti biasa, kau menjadi potret sempurna kesuraman”

“Seperti biasa, kau tidak menjadi potret sempurna dari apa pun” (hal 242)

Suka dengan dialog-dialog di novel the Wrath and the Dawn ini. Terutama dialog antara Khalid dan Shahrzad.

Di akhir pertemuan mereka di buku ini karena sesuatu terjadi, rasanya soundtrack yang paling cocok yaitu All I Wanna Ask by Adele.

Dan aku menuliskan review ini sambil mendegarkan lagu tersebut

Quote the Wrath and the Dawn

  • All our lives are forfeit, Sayyidi. It is just a question of when. And i would like one more daya. (hal 44)
  • Bahkan mengeluarkan air mata saja membutuhkan banyak usaha (hal 44)
  • Sebab gadis terlantar sepertimu tak bisa meneruskan pertarungan, apalagi memenangkannya. Dan aku ingin melihatmu berhasil (hal 45)
  • Seorang mata-mata yang baik akan menyembunyikan identitasnya│mata-mata terbaik tidak harus menyembunyikannya (hal 47)
  • Ahli pedang berbakat cenderung memiliki keahlin strategi ulung. Cepat mengenali tanda-tanda tipu muslihat.
  • You can’t foresee the future. And there’s nothing you can do about the past│you’re wrong. I can learn from it. (hal 97)
  • For his children, he would move mountain. (hal 76)
  • Dia juga bukan seorang raja yang semata-mata bergantung kepada perlindungan orang lain. (hal 112)
  • Keterbatasan adalah bencana bagi kita semua, Shahrzad. (hal 220)
  • Kita cukup kuat untuk menggenggam dunia dengan tangan kosong, tapi kita membiarkan laki-laki bodoh membuat kita gila. (hal 237)
  • I’ve always believed a man is what he does, not what others say.
  • Dia memang pendiam. Tapi seorang pria yang jauh lebih bijaksana dariku pernah mengatakan bahwa orang-orang pendiam adalah orang-orang yang paling cerdas. (hal 309)
  • Beberapa hal hadir dalam kehidupan kita hanya untuk waktu yang singkat. Dan kita harus melepaskannya untuk menghiasi langit yang lain. (hal 338)
  • Sebagian hal yang harus diketahui dari menjadi pahlawan adalah tahu kapan harus berdiam diri. (hal 339)
  • Cinta hanyalah—bayangan dari apa yang kurasakan. (hal 372)
  • My life is at risk every day. As is yours
  • Dan kau tak akan pernah siap. Karena kau mencintainya, dan kita berjuang untuk melindungi orang yang kita cintai. (hal 373)
  • Balas dendam bukanlah apa yang kau harapkan, bukan? (hal 384)
  • Kebencian. Prasangka. Ganjaran. Seperti yang kau katakan, balas dendam tidak akan mengembelikan apa yang telah hilang dariku. Apa yang telah hilang darimu. Yang kita miliki adalah sekarang. Dan janji kita untuk membuatnya lebih baik. (hal 401)

A mere trinket? Love is a force unto itself, sayyidi. For love, people consider the unthinkable….and achieve the impossible. I would not sneer at  it’s power. (hal 88)

“When you meet the one who makes you smile as you’ve never smiled before, cry as you’ve never cried before . . . there is nothing to do but fall.”

If you are just one girl, I am just one boy (hal 389)

Best Quote

I love you, a thousand times over. And I will never apologize for it. –Khalid

Reader yang delusional

Khalid: I love you, a thousand times over. And I will never apologize for it

Me: oh (cough), I Love You too, Khalid-jan.

Jalal: Woy…. itu maksudnya ke Shahrzad (sambil megang scimitar)

Rajput: (melotot sambil mengacungkan talwarnya)

Informasi Buku

Judul: the Wrath and the Dawn

Penulis: Renee Ahdieh

Penerjemah: Mustika

Penyunting: Katrine Gabby Kusuma

Desain Sampul: Deborah Amadis Mawa

Penerbit: POP

Terbit: cetakan I, April 2016

Tebal: 447 halaman

ISBN: 978-602-620-874-3

ps: ini buku terjemahan, kok. Tapi aku bacanya selang-seling antara buku terjemahannya  dan ebook bahasa inggrisnya. Soalnya kalau lagi gak di rumah kadang aku baca di hp, karena lebih praktis

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s