[Review] November 9

 

november 9

Semua dimulai pada 9 November, pertemuan pertama Fallon O’Neil dan Benton James Kessler. Saling tertarik, Fallon dan Ben menghabiskan hari terakhir Fallon di L.A., tepat sehari sebelum Fallon pindah ke New York, dan mereka berjanji akan terus bertemu. Hanya satu hari dalam satu tahun: 9 November. Selain itu, tak ada komunikasi lainnya. Tidak pertemuan, tidak saling menelpon, tidak kontak lewat medsos, apa pun.

Waktu menguji mereka, tapi keduanya berhasil terus bertemu pada tanggal yang sama setiap tahun. Hingga suatu hari tersingkap rahasia yang Ben sembunyikan selama ini. Bahwa 9 november adalah benang merah masa lalu mereka. Bahwa mereka lebih lebih terhubung daripada yang dikira Fallon selama ini.


Fallon O’Neil adalah remaja berusia 18 tahun. Mantan artis cilik yang sangat populer. Karirnya sebagai artis harus berhenti karena dia mengalami kecelakaan. Sebuah kebakaran menimpanya saat usianya 16 tahun. Butuh waktu 2 tahun agar Fallon benar-benar sembuh dari luka bakar yang meninggalkan bekas sangat jelas dimulai dari pipinya sampai pinggang. Selain luka fisik, tentu Fallon mengalami luka psikis, dia menjadi kurang percaya diri, dan selalu minder. Tapi mimpinya untuk menjadi seorang artis masih belum padam, walaupun itu ditentang oleh ayahnya. Melihat penampilan Fallon saat ini, ayahnya menyuruh Fallon untuk realistis.

Fallon yang saat itu tinggal di L.A menyampaikan niatnya pada sang ayah untuk pindah ke New York, Fallon ingin mengikuti audisi di New York. Tentu saja ayahnya menertawakan keputusan Fallon. Fallon sangat tersinggung. Di tengah-tengah percakapannya dengan sang ayah yang semakin memanas di sebuah restoran, tiba-tiba datang seorang laki-laki menghampiri meja mereka yang mengaku pacar Fallon, dia memperkanalkan namanya pada ayah Fallon dengan nama Benton James Kessler. Fallon tak kalah kagetnya dengan sang ayah, tapi mengikuti permainan yang sedang dimainkan Ben. Senang ada yang membelanya. Selama ini hubungan Fallon dan ayahnya kurang baik. Ayahnya adalah seorang artis yang mencampakkan ibunya dan hendak menikah lagi, Fallon juga menganggap ayahnya bertanggung jawab atas kebakaran tersebut.

Rupanya dari tadi Ben yang duduk di meja dekat meja Fallon dan ayahnya mendengar percakapan mereka, dan Ben kesal dengan ayah Fallon yang meremehkan kemampuan putrinya sendiri. Ben memberikan fakta beberapa artis yang terkenal dengan bekas luka di tubuhnya. Perdebatan antara ayah Fallon  dan Ben berakhir dengan ayah Fallon meninggalkan restoran. Fallon meninggalkan meja untuk pergi ke toilet, dan  rasa kaget Fallon semakin bertambah karena Ben tidak pergi dari meja itu.

Bagi Fallon, Ini baru pertama kalinya orang asing memandangnya sebagai orang yang tidak cacat setelah dua tahun. Ben mengakui bahwa Fallon sangat cantik.

“People don’t feel uncomfortable when they look at you  because of your scars, Fallon. They’re uncomfortable because you make people feel like looking at you is wrong. And believe me—you’re the type of person people want to stare at.”

“Satu-satunya orang yang memedulikan sejumlah bekas luka di wajahmu hanya kau.” (hal 69)

“Karena aku tak tahu apakah kau sadar atau tidak. Tapi kau hidup, Fallon. Dan setiap kali bercermin, kau tak berhak membenci apa yang kau lihat. Karena kau berhasil menyintas ketika banyak orang tak seberuntung itu. Jadi mulai saat ini, saat memikirkan bekas lukamu, kau tak boleh membencinya. Kau akan mendekapnya, karena kau beruntung bisa ada di muka bumi ini untuk melihat bekas-bekas luka itu.”(hal 140)

Dan perasaan Fallon.

Aku begitu ingin memercayainya. Andai aku bisa memercayai segala hal yang dia katakan, mungkin hidupku akan lebih bermakna bagiku dibandingkan saat ini. Jika aku memercayainya, mungkin aku takkan begitu gugup dengan ide pemikiran menjalani audisi lagi. Mungkin aku akan melakukan tepat seperti apa yang ibu  katakan tentang apa yang seharusnya dilakukan gadis seusiaku: mencari tahu siapa sebenarnya diriku. Bukannya bersembunyi dari diri sendiri. (hal 69).

Itu adalah hari terakhir Fallon di LA sebelum nanti malam akan pergi ke New York. Mereka terus menghabiskan sisa hari itu bersama.

Dan rasa suka dalam hubungan singkat itu tentu saja ada. Tapi Fallon mengingat nasehat ibunya dan berjanji tidak akan jatuh cinta sebelum usia 23 tahun,

Lewat buku-buku ini dia menyimpulkan bahwa perempuan lebih banyak mengalami perubahan dalam rentang usia enam belas dan dua puluh tiga tahun. Dan penting baginya supaya aku tidak menghabiskan tahun-tahun ini dengan mencintai lelaki, karena jika begitu, dia khawatir aku takkan pernah belajar untuk jatuh cinta pada diriku sendiri. (hal 56)

“Kau takkan pernah bisa menemukan diri sendiri jika kau teresat dalam diri orang lain.” (hal 57)

Because it’s easy to fall in love, Ben. The hard part comes when you want out.”

“You think you can actually control whether or not you fall in love with someone?”

“Falling in love may not be a conscious decision, but removing yourself from the situation before it happens is. So if i meet someone i think i might fall in love with…. i’ll just remove myself from their presence until I’m ready for it.

Dan malam itu mereka membuat kesepakatan. Mereka akan bertemu satu kali dalam setahun, setiap tanggal 9 november di tempat mereka pertama kali bertemu.

9 november atau tidak sama sekali.

“Tapi 9 november adalah peringatan kebakaran itu. Dan bisa menantikan bertemu denganmu pada tanggal ini membuatku tak lagi takut menghadapi tanggal ini sebesar yang bisa kurasakan. Jadi, terimakasih padamu atas ini”. (hal 165)

Begitulah mereka menjalani hubungan yang rumit, bertemu setahun sekali, dan tidak ada komunikasi apa pun. Saling suka tapi belum bisa memastikan itu cinta. Hubungan mereka terlalu instan, dan Fallon membenci cinta yang instan.

“Ini tidak gila. Ini bukan komitmen. Kami berteman. Teman tentunya mau terbang melintasi negeri untuk menghabiskan waktu bersama.” (Hal 123).

“Karena setahun belakangan ini rasanya seperti di neraka, harus menjalani setiap menit dalam setiap harinya dengan Fallon di benakku tapi tak tahu apakah aku akan bertemu dengannya lagi atau tidak. Dan sekarang setelah bertemu setahun sekali, aku bisa membayangkan setahun penuh penderitaan di hadapanku”. (hal 124)

Dan di sinilah keseruan 9 November ini, berbagai rintangan berkali-kali mereka hadapi dalam acara tahunan mereka. Ada rasa saling cemas juga, bagaimana kalau jarak dan waktu membuat mereka berubah?

Batin Ben ketika menghadapi 9 November kedua

“Kumohon, tetaplah menjadi jadi Fallon yang sama seperti yang kutemui tahun lalu”. (Hal 123).

November-November selanjutnya, konfliknya semakin seru dan mendebarkan.

“Kupikir aku lebih tangguh, “ ujarnya. “Tapi aku baru menyadari bahwa harus berpisah denganmu adalah salah satu hal tersulit untuk dilakukan”. (hal 175)

9 November ke 3

Just having him in my life one year has had such a positive effect on on me, i’d hate myself if i did the exact opposite for him.

“I would never forgive myse if i didn’t encourage you to follow your dreams like you encouraged me to follow mine. Please don’t ask me to be the reason you give them up. It isn’t fair.”

Hampir saja aku mau benturin kepalaku ke tembok kalau ini cuma kisah 2 remaja yang memiliki hubungan complicated. Ketemunya tiap tanggal 9 november. Sejauh itu sih temanya unik, dari awal pertemuan Fallon dan Ben saja uda bikin aku tertarik, langsung panas dari awal. Apalagi tiap ketemu itu mesti ada banyak rintangan, gak datar-datar aja. Tapi ya masih biasa aja, mereka ketemu dan kemudian melakukan hubungan ranjang. Etapiii….. ketika memasuki 9 november ke 4 dan sampai akhir buku??? wooow… seperti naik roller coaster aku baca buku ini. Dan dibagian itu pula ada yang mengganjalku. Ketika masalah makin rumit, kenapa sih masih nunggu menjelaskan semunya tahun depannya? Kan mereka uda tinggal satu kota? Kenapa harus nyiksa diri sendiri? buang-buang waktu? apa mungkin biar  semua peristiwa penting jatuh pada tanggal 9 november sehingga menjadi tanggal yang benar-benar sakral? Tapi bagiku tetap aneh, apalagi antara 9 november yang satu ke 9 november selanjutnya seolah jaraknya cuma sehari saja.

Ini pertama kalinya baca karya Colleen Hoover (Coho). Aku dibuat penasaran karena teman IGku, @anareadlover sering banget posting buku-buku Coho, bagus katanya. Jadi, karya Coho ini mendadak masuk dalam wish listku. Pas ke toko buku dan lihat jejeran buku-bukunya Coho, aku langsung tertarik sama November 9 ini, judulnya unik. Aku gak ngelist dari rumah mau beli karya Coho yang mana. Bisa dibilang ini love at 1st  sight title.

Kelebihan dari novel ini yaitu plotnya kuat banget. Penuh kejutan. Benang merahnya sip deh. Aku bertanya-tanya terus akan seperti apa hubungan Fallon dan Benton. Yang bisa kuduga sejak awal pada bagian orang tua keduanya.

So, bagaimana pendapatku yang pertama kali baca karya Coho? Oke. Tertarik untuk baca karya yang lainnya. Untuk novel-novel Young Adult, John Green masih favoritku sih. Kalau John Green selain plotnya yang oke, karakter tokoh-tokohnya unik. Selain kerya John Green, aku juga sangat suka PS. I Like You dari Kazie West, belum baca novel-novel Kazie  West yang lain tapi.

Mengenai PoVnya gantian antara Fallon dan Ben. So, pembaca bisa dapat emosi Ben maupun Fallon, tapi kadang bingung juga, ini uda bagiannya siapa sih? buka lagi halaman sebelumnya.

Yang Fallon rasakan ketika bersama Ben.

Segala hal tentangnya nyaman dan hangat, dan aku tak tahu bagaimana  harus menanggapi. (hal 74)

Aku lega saat ini sudah gelap, karena aku bisa merasakan pipiku merona. Ben selalu mengatakan hal-hal yang kesannya simple, tapi saat bersamaan bergitu dalam maknanya. (Hal 102)

Quote November 9.

  • Tapi apartemen ini terlalu nyaman, dan nyaman terkadang bisa menjadi penghalang jika kau sedang mencari tahu tujuan hidupmu. Tujuan hidup diperoleh melalui kerja keras dan perjuangan. Tujuan hidup tak bisa dicapai ketika kau bersembunyi di tempat kau merasa nyaman dan enak. (hal 97)
  • Kau tak bisa mengejar orang yang rela dikerjar, Fallon. (hal 171)
  • Ini kehidupan nyata, dan di kehidupan nyata kau harus berusaha keras mendapatkan akhir yang bahagia selamanya.  (hal 231)
  • When you find love, you take it. You grab it with both hands and you do everything in your power not to let go. You can’t just walk away from it and expect it to linger until you’re ready for it.
  • Tapi jika kau mengatakan yaa… jika kau bilang ingin menghabiskan setiap hari dalam kalender tahun ini dengan jatuh hati padaku, aku akan menciummu. (hal 233)
  • People change. They grow. Passion evolve, and mine evolved into wanting to help others develop their own talents.
  • Kau melepasku pergi. Kau mendorongku untuk pergi. Dan aku menginginkan hal yang sama untukmu. Aku ingin kau mengikuti rencanamu alih-alih hatimu. (hal 235)
  • Cinta seharusnya terjalin antara dua orang, dan jika tidak seperti itu, lebih baik aku keluar dibanding ikut serta dalam perlombaan. (hal 264.
  • Aku tak lagi terobsesi pada kekuranganku seperti sebelumnya. Rasa tak percaya diri sesekali masih terasa, tapi berkat Ben, aku belajar untuk menerima diriku apa adanya dan bersyukur aku masih hidup. (hal 273)
  • Aku sama sekali tidak membebankan seluruh kesalahannya kepadamu, Fallon. Oke? Aku hanya menyinggung tahun lalu ketika kau pergi karena kau perlu tahu bahwa yang selalu ada di hatiku hanyalah kau. Dan aku takkan pernah membiarkan orang lain meminjamnya jika aku tahu ada kemungkinan bahwa kau kau akan menginginkannya kembali. (hal 295)
  • Kau mungkin takkan percaya padaku, tapi yang kuinginkan hanya supaya kau bahagia. Hanya itu yang kuinginkan. Dan aku akan melakukan apa pun untuk membuatmu bahagia. Bahkan jika itu berarti membantumu melupakanku. (hal 328)
  • Kau akan tahu, Ben. Saat kau rela melepaskan hal-hal yang sangat berarti bagimu hanya untuk melihat orang lain bahagia, itu cinta sesungguhnya. (hal 340)
  • Aku tak pernah mencintai seseorang yang sangat kubenci, dan aku tak pernah membenci seseorang yang teramat sangat kucintai. (hal 355)
  • Kita tak bisa memilih orangtua kita, dan orangtua tidak memilih siapa yang akan menjadi anaknya. Tapi kita punya pilihan untuk memutuskan akan seberapa kuat kita berusaha melakukan yang terbaik dari apa yang kita miliki. (hal 364)
  • Untuk satu hari dalam setahun, aku ingin menjadi lelaki yang jatuh cinta pada gadis ini, karena segala hal tentangmu memikatku. (hal 397)
  • Tubuh hanyalah kemasan dari karunia hakiki di dalamnya. Dan kau penuh dengan karunia. Kemurahan hati, kebaikan, kasih sayang. Segala hal yang bermakna. Masa muda dan kecantikan akan pudar. Kebaikan hati tidak. (hal 397)
  • Dan aku memeluknya begitu lama, aku tak tahu apakah sekarang 9 november atau sudah 10 november. Tapi tanggal tidak jadi masalah, karena aku mencintainya di setiap tanggal yang ada. (hal 405)

Informasi Buku

Judul: november 9

Penulis: colleen hover

Alih bahasa: reita ariyanti

Desain Sampul: Iwan Mangopang

Penerbit: gramedia

Terbit: 2016

Tebal: 461 halaman

ISBN: 978-602-03-3551-3

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s