[Review] Sense and Sensibility

img_20170226_144155_1488095546624.jpg

Elinor dan Marianne Dashwood, dua saudara dengan watak dan kepribadian bertolak belakang. Elionor sang kakak menggunakan akal sehat, sementara Marianne mementingkan perasaaan. Namun, keduanya sama-sama ingin menemukan cinta sejati dan menikah untuk membahagiakan ibu mereka.

Ketika Marianne jatuh cinta setengah mati pada seorang pemuda bernama Willoughby, dia mengabaikan nasihat Elinor untuk berhati-hati. Elinor menyembunyikan kegagalan cintanya sendiri sembari menghibur sang adik. Di masa banyak orang lebih mementingkan status dan harta daripada cinta sejati, dapatkan Elinor dapatkan Elinor dan Marianne menikahi pria idaman mereka? Terkadang cinta berada lebih dekat daripada yang dibayangkan, seandainya saja kita mau membuka mata.


Jadi, konflik utama di novel ini adalah Di masa banyak orang lebih mementingkan status dan harta daripada cinta sejati, dapatkah Elinor dan Marianne menikahi pria idaman mereka?

Elinor, merupakan gadis berusia 19 tahun. Dewasa, lemah lembut, dan sangat sopan. Elinor menyukai  Edward Ferras, saudara dari istri  kakak tirinya.

Elianor memiliki hati yang baik, berwatak penyayang, sensitif, tetapi tahu bagaimana cara mengatur perasaannya. (hal 13)

Marianne, adik dari Elinor. Periang, suka meledak-ledak dan kurang perduli terhadap sopan santun. Elionor mencintai Willoughby, pria yang menolongnya saat dia jatuh dari bukit.

Semua pemikirannya punya kecenderungan untuk tidak terlalu taat pada norma-norma yang berlaku. (hal 75)

Marianne yakin Edward menyukai Elinor juga, tapi sikap Edward yang tertutup dan pemalu membuat Elinor tidak yakin Edward mempunyai perasaan yang sama. Dan Elinor memilih mengabaikan perasaannya. Berbeda dengan Marianne dan Willoughby yang terang-terangan menampakkan hubungannya di depan umum.

Karakter Edward

“Aku tidak pernah bermaksud menyinggung siapa pun, tetapi aku sangat pemalu sehingga sering terlihat tidak peduli. Padahal, kecanggunganku itu alami adanya. Aku sering berpikir bahwa aku mungkin memang ditakdirkan untuk mempunyai sedikit teman. Aku memang tidak bisa bersikap hangat di tengah-tengah orang asing!”. (hal 119)

Ini kedua kalinya baca karya Jane Austen setelah Pride and Prejudice (P&P), dan sama seperti P&P, membaca karya Jane Austen panasnya cukup lama. Di bab-bab awal saja yang cukup bikin bosan, seperti gak berhubungan antara satu bab ke bab yang lain, serta banyaknya tokoh yang sering muncul.  Tapi ketika sudah masuk konflik, sulit untuk berhenti membaca, penasaran terus akhirnya gimana. Sense and Sensibility sendiri mulai masuk konflik ketika Elinor bertemu dengan Lucy, wanita yang mengaku tunangan Edward. Ketika Elinor melihat sendiri bukti bahwa mereka tunangan, Elinor tetap berusaha tegar, bersikap biasa saja, malah turut membantu hubungan Lucy dan Edward yang tidak direstui keluarga Edward. Karena Edward sendiri akan dijodohkan dengan wanita muda dari keluarga kaya dan terpandang, sedangkan Lucy adalah gadis miskin.

Sedangkan Marianne harus berpisah dengan Willoughby. Dan setiap hari kerinduan yang mendalam dia rasakan. Ketika akhirnya mereka bertemu kembali di sebuah pesta, sikap Willoughby seolah tidak mengenal Marianne maupun Elinor. dan tentu saja Marianne sangat terpukul. Willoughby saat itu bersama seorang wanita. Dan dari kabar yang Marianne dengar, mereka akan segera menikah. Apalagi alasan Willoughby mau menikahi wanita tersebut jika bukan karena hartanya? Marianne sendiri disukai oleh Kolonel Brandon, pria kaya yang usianya terpaut sangat jauh dengan Marianne. Marianne mengabaikan segala bentuk perhatian yang diberikan oleh kolonel Brandon.

Ketika membaca buku ini aku tidak membaca sinopsis di sampul belakang, tidak baca review di internet seperti yang biasa aku lakukan sebelum membeli sebuah buku, supaya aku bena-benar mendapatkan surprise. Alurnya beneran gak gampang ditebak. Ketika Edward ternyata tunangan sama Lucy, aku jadi ikutan mikir Elinor sama siapa dong? Soalnya mereka uda cocok banget. Gak ada tokoh lain di novel yang sepertinya lebih cocok buat Elinor daripada Edward. Tapi alasaan Edward mempertahankan Lucy walaupun ditentang keluarga kuat banget. Kemudian saat Willoughby dan Marianne putus, dan aku juga kesel sama Willoughby yang mata duitan dan cuma mempermainkan perasaan Marianne, lagi-lagi aku bertanya Marianne sama siapa? Gak nyangka aja Willoughby kayak gitu, soalnya di awal sikapnya manis banget.

Ketika Elinor dengan rapatnya menyimpan sendiri kegagalan cintanya, Marianne sebaliknya, sangat merana sehingga Elinor sangat khawatir.

“Apakah rasa kehilanganmu tidak menyisakan celah untuk sebuah penghiburan? Meskipun sekarang menderita, pikirkan betapa dirimu akan lebih menderita kalau terlambat menyadari sifat aslinya, kalau pertunanganu sudah berjalan berbulan-bulan sebelum memutuskan untuk mengakhirinya. Setiap tambahan satu hari yang kau lalui dengan ketidakpastin akakn membuat pukulan i i terasa lebih menyakitkan.” (hal 226)

Kemudian ada Kolonel Brandon yang menyukai Marianne, tapi usianya beda jauh, Marianne 17 tahun, si Kolonel 36. Kayaknya gak cocok. Tapi si Kolonel ini orangnya tulus, sopan, pemalu, gak agresif kayak Willoughby. Hemm… boleh deh, kayak Kim Shin dan Eun Tak di Goblin (Korean lovers pasti tahu dong?!). Ada satu tokoh, namanya Mrs. Jennings, seorang janda kaya raya yang kerjaannya suka jodoh-jodohin orang. Sikap Kolonel Brandon kepada Marianne tak luput dari perhatian Mrs. Jennings, dia pun kemudian menjodohkan Kolonel Brandon dengan Marianne. Elinor juga melihat bahwa kolonel menyukai adiknya, tapi Marianne yang ada cuek banget sama Kolonel. Berkebalikan dengan adiknya, Elinor bersikap sangat baik pada kolonel, dia merasa kasihan pada kolonel yang selalu diabaikan Marianne. Mrs. Jennings yang melihat kolonel sekarang tampak akrab dengan Elinor beralih menjodohkan keduanya.

Sebagai pembaca, aku tambah penasaran, mau di bawa kemana hubungan para tokoh-tokohnya. Dan lagi-lagi aku mendapatkan surprise bagaimana oma Jane Austen ini menyandingkan Elinor dengan Mr…… dan Marianne dengan Mr….. hehe.. aku puas dibagian itu. Tapi di bagian Marianne kurang nendang, kurang banyak menurutku.

Sebenarnya hal-hal seperti harta, takhta, wanita selalu menjadi konflik yang tak berkesudahan di masa kapan pun dan di manapun yaaa…. Dan di novel ini disajikan sangat apik oleh Jane Austen.

Cintaku pada Marianne, keyakinan penuhku atas cintanya padaku—semua tidak cukup untuk menghapus ketakutanku pada miskinan dan mengalahkan pemikiran palsu tentang kekayaan, yang kurasakan secara alamiah dan dibesar-besarkan masyarakat kelas atas. (Willoghby_hal 392).

Oke segitu saja. Setelah membaca karya ini, aku semakin ketagihan baca karya oma Jane Austen yang lain. Oh iya, aku suka Elinor yang gak baperan. Hihi…

Quote Sense and Sensibility

“Aku khawatir,” sahut Elianor, “bahwa sesuatu yang menyenangkan belum tentu pantas dilakukan.” (hal 88)

“Aku juga ingin bahagia seperti semua orang, tapi seperti semua orang juga, aku harus merasa bahagia dengan caraku sendiri. kajayaan tidak akan membuatku bahagia.” (hal 115)

“Kau tahu betul pendapatku tidak aka nada artinya untukmu, kecuali kalau pendapatku itu sesuai dengan keinginanmu.” (hal 184)

Informasi Buku

Judul: Sense and Sensibility

Penulis: Jane Austen

Penerjemah: priska Primasari dan Linda Boentaram

Penyunting: Dyah Agustine

Desain Sampul: AM Wantoro

Penerbit: Qanita

Terbit: cetakan I, mei 2016

Tebal: 464 halaman

ISBN: 978-602-402-017-0

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s