[Review] Allegiant

allegiant

Kota sudah dikuasai oleh para Factionless. Apakah hidup tanpa faksi menjadi lebih baik daripada dengan faksi? Gejolak, konflik, pemberontakan masih saja terus berlanjut. Kemudian muncullah kelompok baru yang kontra terhadap pemerintahan factionless, para pemberontak itu menamakan kelompoknya Allegiant. Mereka ingin mengembalikan tatanan kota kembali seperti sebelumnya.

“Dari tiran yang satu ke tiran yang lain. Itulah dunia yang kami kenal saat ini”. (hal 24)

Dan  selama ini, tempat di mana Tris tinggal dikelilingi oleh sebuah pagar yang dijaga oleh para Dauntless. Beberapa anggota Allegiant dikirim untuk keluar dari pagar perbatasan. Siapa saja anggotanya? Tobias dan Tris (jelas, karena mereka merupakan pasangan yang sama-sama berjiwa pemberontak), Christina, Cara, Uriah, Peter, Caleb. Ternyata, dunia di luar pagar perbatasan merupakan tempat  yang lebih modern dan maju, sebutlah tempat itu Amerika. Dan kota tempat Tris tinggal sebelunya bernama  Chicago. Pemerintah Amerikalah yang menciptakan sistem faksi di Chicago dan kota-kota lain.

“Beberapa abad yang lalu, pemerintah negera ini ingin warga negaranya memiliki perilaku tertentu. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kecenderungan untuk melakukan tidak kekerasan sebagiannya disebabkan oleh gen—salah satu yang pertama disebut ‘gen pembuhuh’. Namun, ternyata cukup banyak juga kecenderungan genetika yang mengarah pada sifat pengecut, tidak jujur, kecerdasan rendah. Dengan kata lain, semua sifat yang pada akhirnya menyebabkan kebobrokan.” (hal 119)

Sedangkan  di Amerika sendiri manusia dikotak-kotakkan dengan sistem yang tak kalah kejam, yaitu MG (Murni secara Genetis) dan RG (Rusak secara Genetis). MG adalah para Divergent, manusia dengan gen-gen sembuh, murni, dan utuh. Selain itu yang lain disebut RG, yang dianggap produk gagal.

Para MG harus menikah dengan MG, tidak boleh dengan RG, supaya dapat menghasilkan keturunan dengan gen yang bagus. Jika RG melakukan kesalahan, kerusakan, atau hal buruk lainnya, mereka disalahkan karena status RG mereka, begitulah RG biasanya bertindak. Kerusakan genetika dikambing hitamkan. Dan tentu saja, siapa sih yang mau dibilang mempunyai gen yang rusak.

“Itu lebih mudah diterima daripada yang sebenarnya, yaitu bahwa kita tidak dapat mengetahui segala sesuatu tentang seseorang dan mengapa orang tersebut bertindak seperti itu”. (hal 209).

“Rasanya perang batin ini bukan disebabkan oleh kerusakan genetika—rasanya perang batin ini adalah sesuatu yang benar-benar dan sungguh-sungguh manusiawi”. (hal 125)

“Rasanya orang-orang ini seenaknya saja memutuskan DNA yang ini rusak sementara yang lainnya bagus”. (hal 245)

Diam-diam, ada sekelompok orang yang menentang Biro Genetika (tim peneliti bidang gen yang mengelompokkan manusia menjadai MG dan RG) dan ingin melakukan revolusi.

“Tak sulit bagiku untuk percaya bahwa Biro melakukukan hal-hal buruk, karena setiap pemerintahan yang pernah kukenal melakukan hal-hal buruk, bahkan pemerintahan oligarki Abnegation yang diketuai ayahku” (hal 226)

Di Allegiant ini konfilkya makin pelik. Di dalam konflik ada konfilik, konflik, konflik yang tak berkesudahan. Tambah seru dan semakin menegangkan. Cukup njlimet juga sih. aku sampek berpikir, maunya apa coba si penulis.

“Tampaknya kita tak akan pernah sampai ke akhir segala kepalsuan ini.” (hal 290).

Tujuan dibuat sistem faksi, dan pengelompokan MG- RG sama-sama untuk memperbaiki moral umat manusia. Yaaah…. kalau di islam sih untuk memperbaiki moral umat kuncinya kembali ke Al-Quran dan Hadits. Insyaallah tuh ya, negeri bakal aman, tenteram, damai sentosa.

Oke kembali lagi ke Allegiant, mencoba mengikuti arah pemikiran Veronica Roth. POV yang digunakan yaitu POV Tris dan Tobias. Beda dengan dua novel sebelumnya, Divergent dan Insurgent yang selalu menggunakan POV Tris. Karena sebelumnya selalu menggunakan POV Tris, di bab-bab awal aku mengira masih Tris walau bagiannya Tobias. Tapi lama kelamaan terbiasa juga.

Dengan munculnya POV Tobias, pembaca jadi semakin mengenal sosoknya, apa yang dia rasakan, keragu-raguannya, ketakutannya, dan perasaannya terhadap Tris. Pasangan Tobias dan Tris menurutku pasangan yang keren. Tris si kaku, makhluk kecil yang sangat diremehkan ketika pertama kali berada di Dauntless, tapi Tobias melihat sisi lain Tris, kelebihan yang Tris miliki. Begitu pun sebaliknya, Tobias yang selalu penuh keragua-raguan, menyesal memilih Dauntless dengan alasan ingin menghindari sang ayah, tapi setelah bertemu Tris, Tobias melihat harapan, dia mungkin bisa melakukan banyak hal bersama Tris. Keduanya saling mengagumi. Dan bukannya keduanya tidak pernah terjadi masalah. Di novel ini  masalah semakin sering menghampiri mereka, dan seperti yang aku bilang di postingan sebelumnya, aku suka cara penulis menyulam carikan hubungan mereka. Setalah mengalami dan menghadapi masa sulit bersama, cinta mereka semakian seterooong.

Mari kita lihat pandanga Tris terhadap Tobias dan Sebaliknya.

Tris ke Tobias

“Aku ini dapat diandalkan,” jawabku. ”Kau  bisa memercayaiku. Kau juga bisa membiarkan aku menentukan apa-apa yang sanggup kutangani.” (hal 38)

“Ya, aku bisa melihat apa yang kau keluarkan dari dirinya. Kau tidak tahu karena kau tidak mengalaminya, tapi Four tanpamu adalah orang yang sangat berbeda. Ia…. obsesif, meledak-ledak, selalu gelisah…..” (Amar bercerita pada Tris. Hal 335)

“Bagaimana mungkin aku tak pernah menyadari bahwa di balik kekuatan dan kebaikan diri Tobias tersembunyi kerapuhan dan serpihan luka?” (hal 347).

“Seperti halnya aku bersikeras tentang keutuhannya, Tobias selalu percaya pada kekuatanku, bahwa aku memiliki kemampuan lebih besar dari yang kusadari. Dan dengan sendirinya aku tahu, itulah kekuatan cinta. Ketika terasa tepat, cinta membuatmu melebihi diri sendiri, lebih dari yang kau tahu.” (hal 385)

“Dulu aku selalu mengira bahwa jika kami terus bersama, aku akan patah oleh perbedaan dan bentrokan yang mungkin akan sering terjadi di antaa kami. Tapi sekarang aku tahu. Aku ibarat mata pisau dan Tobias-lah batu pengasahnya. Aku ini kuat dan tak mudah patah. Aku jadi lebih baik, lebih tajam, setiap kali aku bersamanya, menyentuhnya.” (hal 386)

Tobias ke Tris

“Saat ini, Tris tampak pucat dan kecil, tetapi matanya membuatku teringat pada langit luas yang tak pernah kulihat tapi selalu kuimpikan.” (hal 21)

“Aku tidak tahu apakah kau dapat memahami seperti apa rasanya terbangun sendirian dan menyadari kau sudah pergi—dan menyongsong kematian.” (hal 37)

“Terkadang, aku lupa dengan bagian diri Tris yang peka. Selama ini yang kulihat hanyalah kekuatan, berdiri kokoh seperti otot-otot lengannya yang keras atau tato hitam yang menghiasi tulang selangkangnya.” (hal 167).

“Jangan pernah berpikir aku tertarik pada orang lain selain dirimu.” (hal 248)

“Talentanya bukanlah untuk mengendalikan pendapat orang lain,” ujarku, “melainkan memiliki penilaian yang tepat atas orag lain.” (hal 312)

“Bagiku, Tris memiliki daya tarik tertentu yng sulit kujelaskan yang ia sendiri bahkan tak menyadarinya. Aku tak pernah merasa cemas ataupun membencinya karena itu, tak seperti Peter. Tapi, aku selalu ada di posisi sama kuat dan tak terancam olehnya.” (hal 312)

“Ketidakhadirannya terasa paling menyakitkan.” (hal 321)

Saat tubuhnya menabrak jaring, yang kuingat hanya warna keabuan. Aku menariknya. Tangannya begitu mungil tapi hangat. Ia berdiri di hadapanku, pendek, kurus dan sederhana. Biasa dan tak istimewa—kecuali bahwa ia yang pertama melompat lebih dulu. Si Kaku melompat lebih dulu.

Bahkan, aku dulu bukan yang melompat pertama kali. Sorot mataya tampak keras, gigih.

Cantik. (hal 453)

Di bagian inilah hatiku mulai seperti disayat-sayat. Sedih.

Eniwei, aku suka persahabatan Tris dan Christina. Kalau persahabatan cowok sama cowok kan Bromance, kalau persahabatan cewek dan cewek disebut apa ya?

“Namun, seiring waktu Christina menunjukkan jati dirinya padaku, seorang teman yang pemaaf, setiap pada kebenaran, dan berani mengambil tindakan.” (hal 466)

Oh iya, aku gagal paham dengan Marcus, kenapa sebagais seorang Abnegation dia bisa sangat kejam terhadap keluarganya? Tapi di masyarakat dia menjadi pemimpin yang disegani? gimana asal-usulnya dan apa alasannya? Kalau Evelyn (ibu Tobias), aku bisa paham dengan karakternya. Dia begitu kan karena Marcus, tapi Marcus kenapa bisa begitu ya?

Dan kenapa sih orang-orang yang menyebalkan di novel ini malah dibuat hidup dan yang baik dibuat mati? Heemmm…

Novel ini juga menghadirkan rasa persahabatan, kekeluargaan yang kental dengan segala konflik dan penyelesaian yang indah menurutku. Sangaat suka dengan persahabatan para tokoh-tokohnya terlebih setelah mereka mengalami berbagai kesulitan di Biro.

Quote:

  • Bagaimana mungkin mengungkapkan kebenaran ke seluruh warga kota dianggap pengkhianatan? (hal 18)
  • Dulu, aku selalu berlari dan bertarung karena aku sangat menjaga ototku. Sekarang, kakiku sudah terlalu sering menyelamatkanku. Aku tidak dapat membedakan mana berlari dan mana bertarung karena fungsinya sama: cara untuk menghindari bahaya. Jalan agar tetap hidup. (hal 74)
  • Aku harus menolak rasa takut ini mengendalikan diriku. Aku harus meyakini aku ini lebih kuat dari rasa takutku. (hal 76)
  • Menipu seseorang sehingga ia berduka adalah tipuan paling kejam di dunia. (hal 138)
  • Kalau aku jadi kau, aku akan lari jauh-jauh dari siapa pun yang berbohong mengenai rencana yang lebibatkan diriku. (hal 259)

Silakan baca review Divergent di sini, dan Insurgent di sini

Informasi Buku

Judul: Allegiant

Penulis: Veronica Roth

Penerjemah: Nur Aini dan Indira Briantri Asni

Terbit: cetakan I, Maret 2016

Penerbit: Mizan

Tebal: 492 halaman

ISBN: 978-979-433-943-5

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s