[Review] Insurgent

img_20160410_082728.jpg

Konfliknya semakin mengejutkan dan seru. Para Factionless, sekelompok orang buangan yang hidup terlantar, jumlahnya semakin banyak. Karena kebaikan Abnegation yang selalu memberikan makanan dan pakaian, kelompok ini menjadi kuat, dan berencana melakukan revolusi. Factionless di trilogy Divergent ini mengingatkanku pada distrik 13 di Hunger Games yang sudah dianggap mati. But who knows? Diam-diam mereka bangkit, membangun sistemnya sendiri.

Dan pembaca akan semakin terkejut ketika mengetahui siapa pemimpin Factionless ini, lagi-lagi mengingatkanku pada pemimpin distrik 13, presiden Coin, keduanya sama-sama     seorang perempuam berpengaruh, cerdik, dan sudah memperhitungkan tindakannya masak-masak.

Sedangkan kisah asmara Tobias dan Tris cukup panas, mereka sering bertengkar karena kurang saling percaya dan juga beda pendapat. Tobias menginginkan dunia tanpak faksi, sebaliknya Tris tak bisa membayangkan dunia tanpa faksi. Aku semakin penasaran, dunia seperti apa yang ingin diciptakan penulis.

Kalau di Divergent konflik utamanya adalah tentang memburu para Divergent, di Insurgent konflik utamanya adalah untuk merebut informasi penting yang selama ini dilindungi oleh para pemimpin Abnegation, tetapi berhasil diambil oleh Jeanny Matthews, pemimpin Erudite. Strategi cerdik, pertarungan sengit, membuat isi cerita semakin menarik. Meninggalnya karakter-karakter yang sering muncul dan menghibur di novel ini membuat dadaku sesak. Antara kawan dan lawan tidak tertebak, mengejutkan. Kereeen lah, mengaduk-ngaduk emosi.

Suka cara penulis membuat hubungan Tobias dan Tris yang penuh keratakan, kemudian tertambal lagi. Istilahnya, cinta mereka benar-benar diuji. #tsaaaah…

“Kau benar,” ujar Tobias pelan sambil menyeimbangkan dirinya. Ia tersenyum sedikit. “Aku memang mengenalmu. Aku hanya perlu diingatkan.” (Hal 543)

Quotes of Insurgent

  • Dan kadang-kadang, kalau kita menginginkan kebenaran, kita harus menuntutnya. (hal 55)
  • Terkadang, orang hanya ingin bahagia walaupun tidak nyata. (hal 81)
  • Karena ternyata duduk diam menyebabkan ada ruang kosong kecil yang bisa dimasuki kesedihan, aku menyibukkan diri. (hal 82)
  • Terkadang, perubahan drastis membutuhkan tindakan drastis. (hal 125)
  • Kau pikir aku ini seorang Dauntless yang penting? Tidak. Aku Cuma seseorang yang tidak banyak takut. (hal 125)
  • Kita tak perlu menonjok muka orang untuk menunjukkan kekuatan kita. (hal 190)
  • Rasa berduka tidak seberat rasa bersalah, tapi lebih menguras. (hal 395)
  • Aku menyadari orang itu memiliki berlapis-lapis rahasia. Kita pikir kita kenal dan memahami mereka, tapi motivasi mereka selalu tersembuyi dari kita, terkubur di dalam hati mereka. Kita tak akan pernah mengenal mereka, tapi terkadang kita memutuskan untuk mempercayai mereka. (hal 532)
  • Tapi ingatlah, terkadang orang yang kau tindas menjadi lebih kuat daripada yang kau inginkan. (Hal 540)

 

Inforasi Buku

Judul: Insurgent

Penulis: Veronica Roth

Penerjemah: Nur Aini

Terbit: cetakan II, April 2015

Penerbit: Mizan

Tebal: 552 halaman

ISBN: 978-979-433-8-872

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s