[Review] Divergent

dibergent

Di dunia masa depan, manusia dipisah-pisahkan oleh berbagai faksi bergantung pada kecenderungan sifat alamiah mereka.

Tris prior adalah seorang Divergent. Dia tak cocok degan faksi apa pun yang ada di masyarakat.

Ketika dia menemukan ada konspirasi untuk memusnahkan semua Divergent, Tris harus mengungkap mengapa menjadi Divergent dianggap berbahaya, sebelum semuanya terlambat.


Jadi, di masa depan ada 5 kelompok faksi, dan setiap anak yang berumur 16 tahun harus memilih salah satu dari faksi tersebut.

Faksi apa saja?

Amity, kelompok bagi mereka yang tidak menyukai peperangan.

Erudite, mereka yang tak menyukai ketidaktahuan.

Candor, mereka yang tidak menyukai kepalsuan.

Abnegation, mereka yang tidak menyukai pamrih dan egoisme.

Dauntless, mereka yang membenci kepengecutan.

Itulah 5 faksi yang harus mereka pilih satu. Jika seseorang tidak mempunyai kemampuan salah satunya, maka mereka akan tergabung dalam factionless, kelompok tanpa faksi, hidup menyedihkan dan seperti gelandangan. Menjadi factionless adalah hal yang dihindari oleh siapa pun.

“Tanpa faksi, kita takkan memiliki tujuan dan alasan hidup.” (hal 31)

Untuk masuk ke salah satu faksi, setiap peserta baru (remaja berusia 16 tahun) harus mengikuti tes kecakapan terlebih dahulu. Dari tes kecakapan tersebut, nanti diketahui setiap peserta cocoknya atau mempunyai kecenderungan di faksi yang mana.

Beactrice Prior berasal dari keluarga faksi Abnegation, tapi dia merasa tidak cocok berada di faksi Abnegation. Dia tidak bisa untuk selalu mengutamakan kepentingan orang lain.  Dia ingin berada di faksi Dauntless. Tapi masalahnya adalah ketika seseorang pindah faksi, maka dianggap berhianat terhadap faksi sebelumnya. Dia takut hubungan dengan keluarganya rusak.

“Faksi lebih penting dari pertalian darah.” (hal 56)

Setalah melalui tes kecakapan, hasil yang dia peroleh membingungkan. Beatrice cocok berada di faksi Abnegation, Dauntless, dan Erudite. Biasanya hasil tes kecakapan hanya menunjukkan satu faksi yang cocok.Ternyata Beatrice adalah Divergent, itulah yang dijelaskan Tori, pengujinya dalam tes kecapakan tersebut. Divergent dianggap berbahaya, oleh karena itu Tori meminta agar Beatrice tidak menceritakan hasil tesnya kepada siapa pun.

Tujuan didirikan faksi sendiri adalah untuk menjaga kedamaian, saling melengkapi kekurangan.

“Dengan bekerja sama, kelima faksi ini hidup damai selama bertahun-tahun. Masing-masing berkontribusi untuk tiap sektor masyarakat yang berbeda. Abnegation memenuhi kebutuhan kita akan pemimpin tanpa pamrih di pemerintahan. Candor memberikan kita pemimpin vocal dan bisa dipercaya di dunia hukum. Erudite menyediakan guru-guru dan para peneliti yang pandai. Amity memberikan para konselor dan perawat yang penuh pengertian. Dan, Dauntless memberikan kita semua perlindungan, baik dari dalam maupun luar dunia kita sendiri. Tapi, pencapaian masing-masing faksi itu tak terbatas hanya di area itu. Kami memberikan satu sama lain lebih dari yang bisa dirangkum. Di faksi kitalah, kita menemukan makna. Kita menemukan tujuan. Kita menemukan hidup.” (hal 56)

Tapi yang terjadi kemudian, antar faksi tidak akur. Hidup dengan dikotak-kotakkan ternyata bukanlah hidup yang menyenangkan. Setiap orang dibentuk untuk bertindak dan berpola pikir yang sama, sesuai faksi masing-masing. Misalkan candor yang menghargai kejujuran, setiap orang diwajibakan jujur tanpa kecuali. Padahal ada hal-hal yang tentunya tidak ingin kita ceritakan pada orang lain.

Divergent ini temanya unik. Mengingatkanku pada zaman kuliah, ketika kita harus memilih UKM (Unit Kegiatan Manusia). Di kampus banyak sekali UKM, kita tinggal milih kita senangnya apa. Kalau suka naik gunung turun gunung, pilih Mahasiswa Pecinta Alam, suka musik, pramuka, olahraga, pencak silat, semua wadahnya ada. Bahkan kita bisa milih lebih dari satu UKM. Oke banget kan untuk mangasah kemampuan kita, selain kemampuan akademik di dalam kelas.

Tapi, sistem faksi di sini sangat kejam. Setiap manusia memang punya kecenderungan suka terhadap suatu hal ketimbang hal lainnya. Komunitas memang sangat penting. Tapi kan manusia makhluk yang dinamis. Peraturan setiap faksi juga absurd. Dari segi pakaian, orang-orang Abnegation harus memakai pakaian warna abu-abu, untuk perempuan rambut harus digelung, tidak boleh bercermin, dilarang melakukan hal-hal yang menyenangkan diri sendiri. untuk Dauntless berpakaian hitam, Amity berpakaian kuning, Candor hitam putih, Erudite biru.

Aku suka sama prinsip Four. “Aku mau menjadi berani, dan tidak memikirkan diri sendiri, dan pintar, dan baik, dan jujur.

Jadi menurutku nilai kelima faksi itu penting untuk dimiliki setiap individu, bukan malah membenarkan faksi sendiri, dan mendiskreditkan faksi yang lain. Mau difaksi mana pun kan, diri kita pasti memiliki sifat jujur, kadang kita bisa berbohong, kadang baik, kadang egois, kadang berani, kadang pengecut. Kalau di jalan lihat nenek-nenek mau nyeberang, ya masak itu haru tugas Abnegation, setiap orang kan punya kewajiban untuk menolong orang lain.

Di sini klimaksnya adalah, para Divergent diburu oleh Erudite yang bekerjasama dengan Dauntless. Divergent dianggap berbahaya karena tidak bisa dikendalikan oleh penemuan-penemuan canggih yang diciptakan Erudite. Erudite sendiri ingin menggulingkan pemerintahan yang saat ini dipimpim oleh kaum Abnegation.

Bagaimana konflik di Insurgent dan Allegiant? Biarkan saya baca dulu. Dunia seperti apa yang ingin diciptakan penulis?

Kalau diingat-ingat sepertinya ini  pengalaman pertamaku nonton filmnya baru baca bukunya. Setelah nonton Divergent, baru aku membeli buku keduanya, Insurgent. Rasanya kurang ngeh ketika membaca Insurgent. Makanya aku niat mau ngumpulin triloginya dulu biar lengkap, baru baca berurutan.

Walaupun aku sudah tau alurnya gimana, tapi membaca bukunya emang lebih seru. Aku suka karakter utama cewek dan cowok di sini. Padahal saat menonton film dan baca buku keduanya, aku biasa aja sama dua  tokoh ini. Yang pertama, karakter ceweknya, Beatrice atau Tris. Kereeen…. pemberani, pemberontak, tangguh. Suka sama cewek yang mampu melakukan apa yang umumnya laki-laki  kerjakan. Terus karakter cowoknya, Four alias Tobias. Dewasa, pintar, tenang, kharismatik, diam-diam menghanyutkan pokoknya. Emang lebih kerasa kalau baca novelnya. Walaupun uda baca Insurgent tahun lalu, aku gak memasukkan Four sebagai book boyfriendku, tahun ini sepertinya harus. Kalau untuk kisah cinta keduanya, aku gak merasa yang ‘uwow’ gitu. Entahlah nanti bagaimana  kesanku setelah baca Insurgent dan Allegiant.

Quote Divergent.

“Mereka yang menginginkan kekuasaan dan mendapatkannya, hidup dalam ketakutan akan kehilangan kekuasaan. Itulah kenapa kami harus menyerahkan kekuasaan pada mereka yang tidak menginginkannya” (hal 85)

“Ayah pernah bilang, cara terbaik untuk membantu seseorang itu cukup dengan berada di dekatnya” (hal 219)

“Tapi, tak memiliki rasa takut bukanlah tujuannya. Tak mungkin kita seperti itu. Yang terpenting adalah belajar bagaimana mengendalikan rasa takutmu dan bagaimana bebas dari rasa itu” (hal 271)

Informasi Buku

Judul: Divergent

Penulis: Veronica Roth

Penerjemah: Anggun Prameswari

Terbit: cetakan XI, Maret 2016

Penerbit: Mizan

Tebal: 543 halaman

ISBN: 978-979-433-809-4

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s