[Review] The Infinite Sea

the infinite sea

Bagaimana cara melenyapkan miliaran manusia penghuni Bumi?

Lenyapkan sisi kemanusiaan mereka.

Nyaris mustahil rasanya selamat dari empat Gelombang pertama.

Tetapi Cassie Sullivan berhasil, dan sekarang ia hidup di dunia baru, dunia tanpa rasa percaya pada sesama. Saat Gelombang 5 menyapu segalanya, Cassie, Ben, dan Ringer dipaksa berhadapan dengan tujuan utama pada Makhluk Lain: pemusnahan umat manusia.

Maka mereka pun terlibat dalam pertempuran terdahsyat: antara hidup dan mati, cinta dan benci, harapan dan kenyataan.


Akhirnya kesampaian juga membeli The Infinite Sea, lanjutan dari the 5th Wave setelah aku dibuat penasaran dengan endingnya yang memisahkan Cassie dan Evan. Cassie, Ben, Ringer, Sammy, Teacup, Dumbo dan Poundcake mengungsi bersama. Mereka sadar tidak ada tempat yang aman di mana pun. Ben menyarankan mereka harus pindah, tapi Cassie bersikeras harus menunggu Evan. Evan pasti datang.

Dalam masa penantian itu, berbagai hal terjadi, Ringer dan Teacup berhasil di bawa oleh pasukan Vosch, Ben sakit parah.

Sudut pandang di The Infinite Sea masih sama seperti di the 5th Wave, campur-campur. Sebagai pembaca, setiap pergantian bab, aku harus cermat menemukan dari sudut pandang siapa ini diceritakan. Di bab I, adalah sudut pandangan Ringer sebagai ‘aku’. Di the 5th Wave tidak ada sudut pandang Ringer, rupanya sudut pandang Ben di buku sebelumnya digantikan Ringer di buku ini. So, melalui The Infinite Sea mulai terekspos si Misterius Ringer. Kemudian yang baru adalah sudut pandang Poundcake, dia jadi misterius juga. Di buku ini peran Poundcake tidak banyak, tetepi kenapa ada sudut pandangnya ya? Mungkin di buku ketiga akan terkuak. Kalau Cassie dan Evan tetap dong.

Ada tokoh baru yang porsinya lumayan di cerita yaitu Razor dan Grace.

Alur  The Infinite Sea lambat menurutku. Aku bacanya loncat-loncat, apalagi kalau sudah terlalu banyak narasi, langsung ke dialog aja lah. Kalau di the 5th Wave klimaksnya adalah saat Cassie memasuki Kamp Haven untuk menyelamatkan Sammy, kalau di sini saat Ringer melawan Vosch. Tapi lebih seru di the 5th Wave menurutku.

The Infinites Sea bukunya lebih tipis daripada the 5th Wave. Porsi Cassie dan Evan tidak sebanyak di buku sebelumnya. Aku sangat suka kisah cinta keduanya. Apalagi kalau Cassie uda memojokkan Evan. Salah satu alasanku mengikuti the 5th Wave series ya karena Cassie dan Evan. Dan lagi-lagi endingnya menggantung di Cassie dan Evan. Aaakkk….penasaran. Cassie dari Cassiopeia.

Ini sebenarnya review apa bukan sih? haha… kok isinya lebih ke curhatan? Ya sutralaaah…..

Mengenai covernya uda cantik. Warna biru, ada lautan, seperti judulnya, Lautan tak Bertepi. Ada bulan dan bintang-bintang di langit yang membuat indah. Tapi gambar cewek itu menggaggu. Katanya sih itu Ringer. Aku belum nonton film the 5th Wave. Coba menghadap ke belakang aja kayak the 5th Wave, biar lebih misterius gitu lah. Huffft….

Fyi: ini review pertamaku di tahun 2017, tapi sebenarnya aku selesai baca di malam sebelum pergantian tahun.

Quote The Infinite Sea

“Aku tak pernah jago dalam pelajaran sejarah, tapi aku cukup yakin orang seperti Hitler jarang tertawa”. (hal 182)

“Lebih mudah mempercayai dusta indah daripada kebenaran yang  mengerikan”. (hal 364).

Informasi Buku

Judul: The Infinite Sea

Penulis: Rick Yancey

Alih bahasa: Angelic Zaizai

Desain Sampul: Marcel A.W

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Terbit: 2015

ISBN: 978-602-03-1799-1

Tebal: 400 halaman

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s