[Book Review] The Maze Runner

the maze runner

When the lift cranks open, the only thing Thomas remembers is his first name. But he’s not alone—an army of boys welcomes him to the Glade. An encampment at the centre of a terrible maze. The Gladers have no idea why they’re there, or what’s happened to the world outside. And following the arrival of a girl with a message, they must find a way out—or die.


Di sampul buku ada tulisan ‘a must for fans of The Hunger Games’, sepertinya aku klik dengan buku genre dystopia (Hunger Games uda tamat, trilogy Divergent, dan the 5th wave masih baca masing-masing 1), ditambah bukunya diskon (belinya waktu bbw Surabaya. Lansung beli 1 paket, isi 4 buku).

trilogu the maze runner

Thomas, remaja berusia 16 tahun suatu hari berada di box yang membawanya ke sebuah tempat yang disebut Glade. Dia tidak ingat apa pun kecuali namanya. Sekumpulan anak laki-laki dengan nasib yang sama telah tinggal di sana sebelum Thomas. Ya, hanya anak laki-laki, tidak ada orang tua. Tinggal di Glade berarti terpisah dari dunia luar, dari kehidupan normal. Pantaslah jika mereka bingung dan menangis berhari-hari saat pertama kali tiba di Glade. Glade sendiri adalah tempat yang luas, semacam hutan, tapi ada tempat tinggal yang layak. Persedian makanan juga tidak kurang, ada dapur, ternak untuk disembelih, kamar mandi, tapi tanpa teknologi seperti TV, hp, kendaraan.

“If you ain’t scared, you ain’t human” (page 9)

Tidak ada jalan keluar dari Glade yang dikelilingi oleh Maze, sebuah labirin raksasa yang bisa berpindah-pindah. Entah siapa dan bagaimana mengendalikannya. Tapi anak-anak itu tidak menyerah. Beberapa anak yang tergabung dalam runners mempunyai tugas untuk mencari celah Maze, mungkin ada jalan keluar. Tiap hari mereka keluar dari Glade menuju Maze yang dipisah oleh pintu besar. Peraturan jika masuk ke Maze tidak boleh sampai matahari tenggelam, karena jika malam ada makhluk raksasa yang disebut Griever, makhluk ciptaan creators (sebutan bagi orang-orang yang telah mengurung mereka di Glade)  yang siap menyerang. 2 tahun sudah sekelompok runner melakukan hal tersebut, dan masih tanpa hasil.

maze
a place called Maze. Source of image: goodread.com

Hanya 2 hari setelah Thomas, muncul penghuni baru di Glade. Hal ini aneh, karena biasanya creators hanya mengirim satu anak tiap bulan. Terlebih penghuni baru tersebut adalah seorang remaja perempuan. Perempuan satu-satunya di Glade.

Perasaan Thomas mengatakan bahwa dia kenal dengan perempuan itu. Tapi siapa dan bagaimana, he really had no idea. Perempuan itu tak sadarkan diri dan membawa sebuah kertas bertuliskan:  She’s the last one. Ever.

The questions are, apa tujuan creators mengumpulkan anak-anak di Glade? Mampukah Thomas dan kawan-kawan keluar dari Glade?

Buku ini seru, penuh misteri. Satu masalah terselesaikan di buku ini, tapi masalah lebih besar sepertinya akan mereka hadapi di buku selanjutnya. A game is not over.

Oh iya, mengenai nama tokoh di novel ini diambil dari nama-nama tokoh ilmuan terkenal. Seperti Thomas for Thomas Alva Edision, Newt for Newton, Alby for Albert Einstein, Gally for Galeleo, Chuck for Charles Darwin, and the girl, Teresa for madam Teresa. Nah, kalau Minho, si anak Asia nama dari ilmuan siapa ya? Anybody please help me!

Novel-novel bergenre dystopia biasanya kan tidak lepas juga dari kisah cinta yang seru. Di novel ini tidak, setidaknya belum. Lihat aja nanti di novel keduanya.

Informasi buku

Judul: The Maze Runner

Penulis: James Dashner

Penerbit: The Chicken House

Terbit: 2010, this edition published in 2013

Tebal: 371 halaman

ISBN: 978-1-909489-40-0

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s