[Review] Winter (The Lunar Chronicles #4)

img_20161005_171847.jpg

Putri Winter dikagumi oleh penduduk Bulan karena kabaikan hatinya. Meskipun ada luka di wajahnya, banyak orang bulan mengatakan bahwa Sang Putri lebih cantik daripada Levana.

Iri dengan Sang Putri yang dianggapnya lemah dan gila, Levana memerintahkan Jacin Clay, pengawalnya, untuk mengawasi Winter agar tidak mempermalukan sang Ratu dan kerajaannya. Namun Winter menyukai Jacin, hal itu justru membuatnya semakin terlihat lemah.

Hanya saja, Winter tidak selemah yang Levana kira. Bersama dengan Cinder, sang mekanik, dan sekutunya, mereka bahkan mungkin bisa membangkitkan sebuah revolusi dan memenangkan perang yang berkecamuk terlalu lama.

Dapatkah Cinder, Scarlet, Cress, dan Winter mengalahkan Levana dan mendapatkan kebahagiaan mereka selamanya?


Ini buku keempat dari seri The Lunar Chronicles, setelah Cinder, Scarlet, dan Cress. Di antara ketiganya, kisah cinta Cinder ya paling kurang berkesan bagiku, terlalu Cinderella. Etapiiii….., makin kebelakang kisah Cinder-Kai juga sama serunya dengan yang lain. Cinder dan Kai semakin terlihat matang, cocoklah jadi pemimpin. Dan Kai ini, ya ampuuun… dia emang pintar ngomong yaaa…., oke banget diplomasinya.

Dan masih tidak sabar menantikan pertemuan Scarlet dan Wolf, cukup lama juga mereka pisahnya. Dan sangat lega, ketika mereka akhirnya ketemu.

Thorne, masih dengan gaya playboynya, Cress yang sering salah tingkah di depan Throne. Throne yang merasa tidak pantas buat Cress, dan Cress yang ternyata setelah tahu semunya latar belakang Throne, malah semakin menyukainya.

Kemudian ada seorang putri, putri tercantik di seluruh jagad bulan, seorang putri yang terihat lemah dan seorang pengawal setia yang selalu menjaganya, Jacin. Winter yang sering terang-terangan menunjukkan perasaannya pada Jacin, dan Jacin yang selalu bersikap formal, menyadari statusnya yang berbeda dengan Winter.

Selama baca buku ini halaman perhalaman, aku menunggu-nunggu adegan saat Winter, seperti di Snow White, diberi apel beracun oleh Ratu yang menyamar sebagai seorang nenek. Soalnya setiap adegan penting dalam versi fairy tale pasti ada di The Lunar Chronicles. Dan aku menemukan adegan apel beracun ini di bab akhir-akhir. Racunnya di sini yaitu wabah Leutumosis, dan Jacin yang kemudian meminumkan penawar/vaksinnya untuk Winter.

Actually,,, i just wanna say… Speechless…. gak tau mau review apa. Intinya, aku gak rela novel ini berakhir. Hiks.. bukan, bukan kecewa sama endingnya, endingnya manis banget, suka banget. Seperti umunya dongeng, and they lived happily ever after.

Ada 4 tokoh utama cewek, dan 4 tokoh utama cowok, hebat banget nih tante Marissa, buat delapan tokoh yang berbeda dengan karakter yang berbeda pula, karakter yang unik dan kuat. Tanpa disebutkan namanya pembaca juga bisa ngerti siapa yang ngomong.

Di antara Cinder, Scarlet, Cress, dan Winter siapa yang menjadi favorit? Dan aku gak bisa milih… semuanya favorit.

Di antara Kaisar Kaito, Wolf si Serigala, kapten Throne, dan sang pengawal Jacin, siapa yang jadi favorit? Lagi-lagi gak bisa milih, empat-empatnya kereeeen, empat-empatnya bikin hatiku seperti bedug lebaran yang dipukul keras-keras, dan bikin perutku jumpalitan, tiada henti mengembangbiakkan kupu-kupu.

Di antara 4 pasangan ini. Cinder-Kai, Scarlet-Wolf, Cress-Throne, Winter-Jacin, pasangan mana yang menjadi favorit? Arrggh…..semuanya favorit.

Buat Cinder, ups, Ratu Selene Channary Jannali Blackburn dan Kaisar Kaito, pasangan penguasa bijaksana, aku ucapkan selamat, semoga menjadi pemimpin yang adil, dicintai rakyat, bukan sekedar pencitraan, ber hahahihi di kamera (maaf, terlalu terbawa emosi), dan kuharap kalian segera membentuk aliansi melalui pernikahan. Gakgakgak….

Buat Scarlet dan Wolf, the alpha team, selamat berbahagia di kebun dan peternakan kalian di Eropa, hidup makmur, semoga punya banyak anak. yeeaayy….

Buat Cress dan Throne, pasangan paling konyol  menurutku. selamat berpetualang, keliling galaksi. wuuushhh….

Buat Winter dan Jacin, pasangan terswiiit. Selamat menjalankan tugas menjadi duta intergalaksi, mampir-mampir ke Indonesia yaaa….  asyiiiikkkk

Gak tau kenapa tiba-tiba muncul ide bikin puisi gak jelas buat Kai, Wolf, Throne, dan Jacin.

Kaisar Kai, kaisar di hatiku. Mau dong jadi permaisuri hatimu.

Kapten Throne, Kapten di hatiku, terbangkan aku kemana pun kamu mau, aku akan selalu ikut.

Jacin, engkau pengwal hatiku, membuat diriku selalu merasa aman.

Dan Wolf, alfaku, terimakasih karena engkau telah meng-auuuu auuuuu kan hatiku.

#inimaksudnyaapa

Informasi Buku

Judul: Winter (The Lunar Chronicles #4)

Penulis: Marissa Meyer

Penerjemah: Yudith Listiandri

Penyunting: Selsa Chintya

Proofreader: Titsh A.K.

Design Cover: @hanheebin

Penerbit: Spring

Terbit: cetakan pertama, Agustus 2016

Tebal: 900 hlm

ISBN: 978-602-74322-3-9

baca Cinder (The Lunar Chronicles #1) di sini

baca Scarlet (The Lunar Chronicles #2) di sini

baca Cress  (The Lunar Chronicles #3) di sini

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s