[Review] Apa Pun selain Hujan

apa-pun-selain-hujan-orizuka.jpg.jpeg

Wira membenci hujan. Hujan mengingatkannya
Akan sebuah memori buruk, menyakitinya...

Agar bisa terus melangkah, Wira meninggalkan semuanya.
Ia meninggalkan kota tempa tinggalnya. Meninggalkan mimpi
terbesarnya. Bahkan, meninggalkan perempuan yang disayanginya.

Namun, seberapa pun jauh langkah Wira meninggalkan mimpi,
mimpi itu justru semakin mendekat. Saat ia sedang berusaha
keras melupakan masa lalu, saat itulah ia bertemu Kayla.

Pertemuan itu mengubah segalanya.

Sebuah novel tentang melepaskan mimpi di bawah hujan.

Tentang cinta yang diam-diam tumbuh bersama luka.

Juga tentang memaafkan diri sendiri

Buku ini aku pinjam dari Titim. Ini pertamakalinya Titim baca karya Orizuka dan dia heboh banget. Sama sepertiku, saat pertamakali baca I For You nya Orizuka, sejak saat itu aku jadi suka karya-karya Orizuka. Saat Titim baca buku ini, aku sedang melahap buku Orizuka yang lain, seri The Chronicles of Audy.

Titim pengen aku segera membaca apa pun selain hujan, biar bisa saling berbagi cerita mengenai kesan masing-masing. Hal yang sering kita lakukan jika membaca/menonton film yang sama. Saat Titim nelpon, aku nebak-nebak karakter tokohnya kayak gimana. Di beberapa buku Orizuka yang aku baca, biasanya karakternya ceweknya rapuh, penyakitan, atau si ceweknya bodoh dan suka berdelusi. Terus karakternya cowoknya itu cuek dan jutek juga. but i was totally wrong.

Wira, sebagai main character, yang menyimpan masa lalu menyakitkan di antara derasnya hujan turun, ternyata cowok yang rapuh, sentimentil. Dan gak jutek kayak Rex, Logan, Yogas, maupun Surya meskipun antisosial. Dibalik sikapnya yang pendiam ternyata dia cute. Dan tentu saja, karena peran Kayla, keimutan Wira muncul.

Bicara adalah tugas orang lain, siapa pun selain Wira. (hal 154)

Dan Kayla ini, dia cewek supel, selalu ceria. Hal yang paling aku sukai dari Kayla adalah sikap percaya dirinya. Dan pipi tembemnya itu loh, bikin gemes, pengen nyubit dia.

Unsur yang diangkat dalam novel ini selain hujan yaitu, Taekwondo, Malang, kucing. Yup, seekor kucing yang mempertemukan dan menyataukan Wira dan Kayla. Cinta seeorang anak teknik sipil dan kedokteran hewan Universitas Brawijaya.

Untuk melupakan masa lalunya itu, Wira yang orang Jakarta memilih melanjutkan kuliah di tempat yang jauh dari Jakarta, yaitu Malang.

And see, bagaimana Orizuka menciptakan tokoh yang takut hujan. Wira selalu memakai jaket bertudung, fungsinya supaya dia langsung bisa melindungi tubuhnya ketika hujan tiba-tiba turun. Wira lebih memilih berteduh daripada memakai payung, dan dia tetap berada di dalam angkot, gak peduli angkotnya uda muter-muter berapa kali sampek hujan reda baru dia turun.

Tapi sayang, karakter Wira di sini tidak membuatku jatuh cinta. Biasanya aku selalu jatuh cinta sama karakter cowok yang Orizuka ciptakan. Apa ternyata aku suka sama tipe-tipe cowok cuek yang dari luar seperti gak suka sama si cewek, tapi dari dalem aslinya suka. Tapi kalau 4R aja aku jatuh cintai semuanya. Haha… Dan biasanya aku mengabaikan kekurangan-kekurangan dan ketidak masukakalan sebuah plot atau apa pun, kalau uda suka banget. Tapi di sini, aku kurang dapet cemistri Kayla dan Wira. Interaksi Wira dan Kayla kurang menurutku. Alasan Kayla menyukai Wira kurang ngena, baru kenal juga. Lebih masuk akal kalau Kayla menyukai Attar. Biasanya juga, karya Orizuka membuat kupu-kupu di perutku berkembang biak, atau jantungku berdentum-dentum. Tapi ini tidak.

1 adegan yang bikin pembaca baperan sepertiku seolah turut merasakan kecewa dan kecembuaruan Kayla yaitu saat Wira lebih memilih menyemangatin Nadin.

Oh ya, suka sama anak teknik sipil teman sekelasnya Yoga yang kepo gara-gara tugas ospek. Dan masih menantikan karya-karya Orizuka yang lain.

 

Informasi Buku

Judul: Apa Pun Selain Hujan

Penulis: Orizuka

Editor: Yulliya

Penerbit: Gagas Media

Terbit: cetakan pertama, 2016. Cetakan kedua 2016

Tebal: 288 hlm

ISBN: 979-780-850-5

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s