[Review] Cress (The Lunar Chronicles #3)

Cress

Cinder dan Kapten Thorne masih buron. Scarlet dan Wolf bergabung dalam rombongan kecil mereka, berencana untuk menggulingkan Levana dari takhtanya.

Mereka mengharapkan bantuan dari seorang gadis bernama Cress. Gadis itu dipenjara di sebuah satelit sejak kecil, hanya ditemani oleh beberapa netscreen yang menjadikannya peretas andal. Namun kenyataannya, Cress menerima perintah dari Levana untuk melacak Cinder, dan Cress bisa menemukan mereka dengan mudah.

Sementara itu di Bumi, Levana tidak akan membiarkan siapa pun mengganggu pernikahannya dengan Kaisar Kai.


When she was just a child, the witch locked her away in a tower that had neither door nor stairs.


Setelah Cinder yang seorang mekanik, dan Scarlet yang seorang pilot. Maka, siapakah Cress? Peran apakah yang dia mainkan?

Cress ini merupakan retelling dari Rapunzel. Jika Rapunzel dikurung di menara, maka Cress dikurung di sebuah satelit. Bayangkan Cress adalah Rapunzel. Dia punya rambut blonde yang sangat sangat panjang . 7 tahun tinggal di satelit sendirian, hanya ditemani netscreen. Sesekali Sybil Mira, si penyihir bulan yang mengurungnya di sana, mengunjunginya. Cress ini bertubuh mungil, polos dan suka berdelusi. Dia adalah hacker handal milik bulan, dia memantau pergerakan penduduk bumi, meng hack informasi-informasi penting dan membuat pesawat-pesawat bulan tidak terlacak oleh orang-orang bumi.

Ketika tahu rencana jahat Ratu Levana, Cress bergabung dengan Cinder.

Di buku ketiga seri The Chronicles of Lunar ini, banyak konflik yang terjadi. Throne dan Cress yang terdampar di padang pasir,pura-pura menjadi sepasang suami istri. Scarlet yang diculik oleh pasukan bulan, Wolf yang sangat merana, rapuh karena kehilangan scarlet, Alva-nya, dan insting binatangnya sering muncul sehingga sulit dikendalikan. Serta ada Jacin, pengawal bulan yang akhirnya bergabung dengan Cinder, tapi keberadaannya masih abu-abu ada di pihak mana. Dan Kai yang akan menikah dengan ratu Levana. Cinder dkk berusaha untuk menggagalkan pernikahan itu. Toh ratu Levana tetap akan menginvansi bumi dan membunuh Kai untuk menguasai jagad raya.

Di belakang kita tahu, bahwa Cress bukan hanya seorang programmer, tapi ada sisi emosional ketika mengetahui siapa dia sebanarnya dan bagaimana hubungannya dengan keluarganya.

Ceritanya makin seru, meski alurnya lambat sih.

Setelah Cinder dan Kai yang kisah cintanya menurut pendapat subjektifku sampai saat ini masih belum mampu membuatku terkesan, kemudian ada Scarlet dan Wolf yang aku suka banget hubungan mereka. Scarlet yang tangguh dan Wolf yang bringas plus misterius. Seperti cinta yang menggebu-gebu. And see, betapa rapuhnya Wolf tanpa Scarlet. Aku juga seolah merasakan luka batin Wolf. #tsaah….

Dan di Cress ini pembaca disuguhi kisah cinta yang kocak antara Cress yang polos dan suka berdulusi dengan Throne yang narsis, playboy.

“Captain,” she murmured, “i Think i’m in love with you.”

An eyebrow shot up. She counted six beats of his heart before, suddenly, he laughed.” Don’t tell me it took you two whole days to realize that. I must be losing my touch.

Her fingertrips curled against him. “You knew?”

“That you are lonely, and i’m irresistible? Yeah. I knew.

Cress selama ini diam-diam menyukai Throne walaupun melihatnya hanya dari netscreen. Cress suka stalking segala hal tentang Throrne. Bagi Cress, Throne adalah pahlawan.

“I guess I have a confession too. She Pressed the skirt down around her legs, her face already burning. “I … I had a crush on you, before we even met, just from seeing you on the netscreens. I used to believe that you and I were destined to be together, someday, and that we would have that great epic, epic romance”

Cress tanpa tanpa malu-malu menunjukkan perasaanya pada Throne. Bagian yang bikin aku merasa seolah sedih dan turut merasakan sakit hati Cress (maklum, pembaca baperan), yaitu bagian saat Cress melihat Thorne bermesraan dengan seorang gadis (di sini terjadi kesalahpahaman).

Thi s only   made Cress cry harder . How twisted their story   had become. Thorne was not   her husband, despite their made up romance, despite the nights spent in his arms. He had every   right   to flirt   with whom ever he chose, and yet …

And yet …

How wron g she’d been . How stupid.

Bagian yang paling aku suka antara Cinder dan Kai di buku ini yaitu saat Pangeran Kai yang menyukai Cinder memastikan dia tidak dicuci otaknya oleh Cinder.

“Cinder?”

“Mm?”

He lift his gaze. “Just to be clear, you’re not using your mind power on me right now, are you?”

She blinked. ”Of course not”.

“Just checking”.

Oh iya, aku kasihan sama Kai karena ketika banyak orang tau bahwa Cinder adalah putri Selena, dia sendiri yang lama tahunya.

Karena bulan ini aku membeli 5 buku, 4 buku seri The Chronicles of Audy, dan Scarlet. Maka, ketika aku selesai baca Scarlet, aku benar-benar dibuat galau ingin melanjutkan ke Cress. Akhirnya aku nyari ebooknya, dan terpaksa harus membaca versi bahasa aslinya. But, i appreciated my self. Ini buku berbahasa inggris pertama yang berhasil aku tamatkan. Meskipun harus bolak balik buka kamus elektronik dan gugel translate, but i enjoyed reading the story. Salah satu wishlistku yaitu menamatkan buku berbahasa inggris. Itu wishlist uda lama sih, tapi baru berani sekrang aku bacanya. It was called the power of kepepet, wasn’t it? Untuk Winter, mungkin mau beli aja nanti. Tebel banget soalnya. Enak sebenarnya baca bahasa aslinya, tapi malasnya ya harus buka kamus. Kadang lupa sama kosakatanya meskipun sering di ulang-ulang dalam cerita. #curcol.

back to review

Kemudian seperti apa kisah cinta Winter dan Jacin? Di buku ini juga ditampilkan sedikit sosok winter dan Jacin. Winter yang lemah dan Jacin yang sepertinya angkuh.

Gak sabar nunggu Wolf dan Scarlet bertemu yang tentunya ada di buku keempat.

Read my review Cinder, Scarlet, Winter

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s