[Review] Scarlet (The Lunar Chronicles #2)

 Scarlet by Marissa Meyer

Nenek Scarlet Benoit, Michelle Benoit, menghilang tanpa jejak. Bahkan kepolisian berhenti mencarinya dan menganggap wanita itu melarikan diri.

Marah dengan keputusan dari pihak kepolisian, Scarlet membulatkan tekad untuk mencari neneknya bersama seorang pemuda petarung jalanan bernama Wolf, yang kelihatannya menyimpan informasi tentang hilangnya nenek Scarlet.

Apakah benar Wolf bisa dipercaya? Rahasia apa yang disimpan Michelle Benoit sampai dia harus menghilang?

Di belahan bumi yang lain, status Cinder berubah dari mekanik ternama menjadi buronan yang paling diinginkan di seluruh penjuru Persemakmuran Timur. Dapatkah Cinder sekali lagi menyelamatkan Pangeran Kai dari Levana?

Setelah Cinderella, seri The Lunar Chronicles kali ini mengangkat tema Gadis Berkerudung Merah. Ingatanku tentang dongeng itu gak sebaik ingatanku tentang Cinderella.

Scarlet Benoit (18 tahun), tinggal di Rieux, Prancis, Federasi Eropa bersama neneknya, Michelle Benoit, dan hidup sebagai petani. Nenek Scarlet hilang selama dua minggu dan pihak kepolisian tidak bisa menemukannya.

Dengan cara apapun, Scarlet akan menemukan dan menyelematkan neneknya. Dia bertemu dengan Wolf, petarung jalanan yang misterius, yang mengetahui informasi tentang kawanan yang menculik neneknya. Scarlet menerima uluran tangan Wolf mencari neneknya, meskipun dipenuhi dengan prasangka dan curiga kepada lelaki yang baru dia kenal. Wolf mengetahui sesuatu tentang neneknya lebih banyak dari yang Scarlet tahu. Sesuatu itu, mengenai putri Selena, keponakan ratu Levana. Nenek Scaret adalah salah sat dari orang yang menyelamatkan putri Selena.

Di New Beijing, Persemakmuran Timur, Cinder melarikan diri dari penjara bersama seorang tahanan yang bernama Carswell Throne, mantan kadet tentara Angkatan Udara dari Republik Amerika yang banyak omong. Di luar penjara, Throne menyembunyikan pesawat yang sangat berguna bagi pelarian keduaanya kemudian kabur menghindari kejaran prajurit Persemakmuran Timur.

Di satu sisi, Kai senang Cinder berhasil meloloskan diri, tapi di sisi lain, kaburnya Cinder membuat Kai, rakyatnya dan penduduk bumi terancam karena Levana akan menyerang bumi jika Cinder tidak berhasil ditangkap dalam 3 hari.

Bersama Throne, Cinder menuju Eropa untuk mencari Michelle Benoit. Cinder berharap dapat mendapatkan banyak informasi dari Michelle Benoit mengenai dirinya. Tapi perjalanannya tidak mudah, dia dan Throne harus menghadapi kejaran polisi dan kawanan serigala. Di saat tedesak seperti itu, Cinder mencoba menggunakan anugerah bulannya, semacam mencuci otak para lawannya, dan usaha itu berhasil.

Dengan tujuan sama-sama mencari Michelle Benoit, Cinder dan Scarlet akhirnya bertemu.

Karena Cinder belum berhasil ditangkap, pasukan Ratu Levana menyerang bumi. Dan saat terpojok seperti itu, Kai manyanggupi untuk menikah dengan Levana agar sang Ratu berhenti melakukan serangan.

Buku kedua ini semakin seru, benang merah mulai membentuk simpul. Alurnya belum bisa ditebak. Semakin bikin penasaran. Jika dibuku ketiga ada Cress yang mengambil dongeng Rapunzel dan diseri yang terakhir ada Winter dengan Snow White nya, maka hubungan seperti apa yang akan dimiliki 4 tokoh ini?

Eniwei, kisah Scarlet-Wolf lebih seru daripada Cinder-Kai menurutku. Tiap adegan Scarlet-Wolf membuat kupu-kupu di perutku berkembangbiak. haha.

Baca review Cinder di sini

dan Cress di sini

kemudian Winter

Informasi Buku

Judul: Scarlet (The Lunar Chronicles)

Penulis: Marissa Meyer

Penerjemah: Dewi Sunarni

Penyunting: Selsa Chintya

Proofreader: Titish A.K.

Design Cover: @hanheebin

Penerbit: Spring

Terbit: Februari 2016 (cetakan pertama)

Tebal: 444 hlm

ISBN: 978-602-71505-6-0

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s