[Review] The Chronicles of Audy: 4R

[Diikutkan dalam kontes review Seri Audy]

the chronicles of audy: 4r

Hai, Namaku Audy
Umurku 22 tahun
Hidupku tadinya biasa-biasa saja, 
sampai orangtuaku jatuh bangkrut karena ditipu

 Aku hanya tinggal selangkah lagi menuju gelar sarjanaku
Selangkah lagi!
Tapi kedua orangtuaku rupanya tega merusak momen itu

Jadi sekarang, di sinilah aku berada
Di rumah aneh yang dihuni oleh 4 bersaudara yang sama anehnya
Regan, Romeo, Rex dan Rafael

Aku, yang awalnya berpikir akan bekerja sebagai babysitter,
Dijebak oleh kontrak sepihak dan malah dijadikan pembantu

Terdengar klise?
Mungkin, bagimu. Bagiku? Musibah!

Ini, adalah kronik dari kehidupanku
Yang medadak jadi ribet

Kronik dari seorang Audy

Namanya Audy Nagisa, mahasiswa UGM jurusan Hubungan Internasional. 4,5 tahun kuliah tapi belum lulus. Skripsinya masih nyampek bab niat (haha…. jadi ingat waktu kuliah, ditanya teman nyampek bab berapa, jawabannya bab niat. Alhamdulillah lulusnya tepat waktu). Prestasi akademik biasa saja. Baru dapat hikmah dari kebangrutan orangtuanya, dengan lebih rajin belajar hingga IP terakhir yang dia dapat yaitu 3,7. Ortu Audy tidak sanggup menanggung biaya hidup dan kuliahnya. Untuk itu, Audy mencari pekerjaan. Sebagai seorang yang belum mendapat gelar sarjana dengan kemampuan biasa-biasa saja, tentunya sulit untuk mencari pekerjaan. Hingga Audy melihat lowongan kerja sebagai babysitter di Koran. Tanpa pikir panjang dia melamarnya, menghubungi nomer yang tertera di Koran.

Yang mengangkat telpon adalah seorang lelaki dengan suara berat, si penjawab telpon terdengar bingung saat Audy mengatakan lowongan kerja babysitter. Ketika Audy hendak menutup telpon, lelaki di seberang menjawab.

“Mungkin kakak saya yang pasang,” kata suara itu setelah beberapa lama, nyaris tanpa aksen. “Hape kakak saya ketinggalan.”

“Kalau gitu, boleh saya minta alamat rumahnya?”

“Untuk apa?”, tanya suara itu lagi.

“Untuk….,ya, saya mau melamar…”

“Melamar kakak saya?” sambarnya, membuat mulutku terbuka lebar. Tapi sebelum aku sempat berkomentar, dia sudah lebih dulu beerkata dengan nada datar, “bercanda”. (hal 48).

Audy mendatangi rumah yang disebutkan alamatnya oleh si penjawab telpon, Jalan kumuning no 21. Alih-alih nomer rumah, di kotak pos malah tertulis 4R. Rumah itu kelihatan banget kalau tidak pernah diurus.

Dan disinilah Audy berada, di rumah 4R yang penampakannya seperti Alice di Dunia Ajaib versi bujet minimalis. Berisi 4 bersaudara yang cakep-cakep dan genius-genius tapi sayangnya aneh semua.

Regan: 26 tahun. Dia yang memasang iklan di Koran. Bekerja di law firm. Berkarisma , dan senyumnya membuat Audy klepek-klepek. Sehari sebelum kerja, Regan melakukan wawancara singkat terhadap Audy, yang membuat Audy tertarik adalah kontrak kerja yang mengatakan bahwa dia bisa menerima gaji 900rb di awal. Secara, uang kos Audy nunggak 3 bulan, ortunya gak sanggup bayar sedangkan ibu kosnya nagih terus. Pasal-pasal lain di kontrak itu tidak dibaca oleh Audy. Audy juga berharap, dengan bekerja di rumah itu, dia bisa menjadi istri Regan. #awww…. Ternyata Regan ini orangnya perhitungan banget. Di Hari pertama Audy kerja, dia telat dan Regan bilang bahwa telat 1 menit gajinya dipotong 1.000.

Romeo: 22 tahun. Cakep sih, dengan rambut gondrongnya. Tapi jorok, ketombean, jarang mandi. Kerjaannya main game. Suka pake kaos kaki kayak bayi dan hobi menaruh barang sembarangan. Saat pertama datang ke rumah 4R, Regan menyangka Audy adalah gadis yang dihamili Romeo dan sedang minta pertanggung jawaban. Baik Romea maupun Audy sama-sama bingung dengan tuduhan Regan. Romeo ini orangnya santai, boleh dibilang yang paling ramah dibanding saudara-saudaranya. Dan tampangnya jauh dari kesan genius. Romeo ini seumuran Audy tapi kuliahnya uda selesai, dan malah 1 angkatan di bawah Audy.

Rex: 17 tahun, masih SMA. Ketika semua ruangan di rumah 4R kotor dan berantakan, hanya kamar Rex yang sangat bersih dan rapi. Kemana-mana pake masker. Rajin olahraga, dan tubuhnya wangi peppermint. Hobinya adalah belajar, belajar dan belajar. Di meja makan pun dia bawa buku. Oh iya, Rex pinter masak. Dia adalah orang yang mengangkat telpon Audi dan mengatakan “mau melamar kakak saya”. Orangnya jutek, selalu memicingkan mata, mungkin karena otaknya gak pernah berhenti mikir.

Rafael: bocah 4,5 tahun yang bilang Audy teroris waktu pertama kali ketemu. Juteknya juga minta ampun, bawel, dan gak sopan. Benci sekolah dan gak suka bergaul dengan teman sebayanya. IQ di atas Audy, tau kepanjangan dari UNICEF. Hancur bayangan Audy bahwa dia akan mengasuh bayi lucu yang pipinya montok.

Audy sendiri, adalah cewek polos, lugu, ceroboh, mudah tersentuh. Menurut kamus tipe-tipe cewek ala Romeo, Audy masuk dalam kategori cewek absurd. Di hari pertamanya kerja, dia kaget Regan menyuruhnya mengerjakan tugas rumah juga. Audy benar-benar tidak membaca kontraknya. Dia merasa diperalat oleh Regan.

Musibah seperti datang bertubi-tubi dalam hidup Audy, ketika dia hendak membayar uang kosnya dengan gaji dari Regan, malah uangnnya lupa dia ambil di meja telpon rumah 4R. Nahasnya lagi, saat Audy mau mengambil uang itu, uangnya dipake Romeo buat beli game Wii, dan Regan tidak bisa menggantinya saat itu juga karena belum gajian. Akibatnya, Audy dipaksa keluar dari kosnya. Audy merasa keluarga 4R bertanggungjawab atas kejadian yang menimpanya. Regan dan adik-adiknya menampung Audy di rumah mereka, Audy tinggal di paviluan keluarga.

Setiap hari Audy harus makan hati menghadapi tingkah 4R yang aneh-aneh. Di antara 4R lainnya Regan yang terlihat paling normal. Untuk itu, dia harus menyiapkan kesabaran ekstra, untuk mendaptkan hati Regan, dia juga harus mengambil hati adik-adiknya.

Rex yang paling peka melihat Audy yang sering memperhatikan kakaknya, dan sangat kelihatan bahwa dia tidak menyukai sikap Audy.

“Soal Mas Regan,” katanya dengan suara rendah. Dia kemudian menatapku sungguh-sungguh. “Tolong jangan mengharapkan dia.” (hal 182).

Saat membaca seri pertama dari seri the chronicles of Audy ini, pikiranku tentang sosok Audy mirp dengan Daza di Meet the Sennas. Konfliknya datar-datar aja pada awalnya. Audy bersih-bersih rumah, Audy yang gak pernah becus masak, Audy yang sering jadi bahan tertawaan 4R, dan Audy yang selalu mendambakan Regan. Tapi semakin ke belakang konfliknya semakin seru dan mengaduk-ngaduk perasaan, khas Orizuka.

Ada alasan dibalik semua sikap aneh 4R. Audy penasaran dengan kehidupan mereka. Ortu mereka meninggal karena kecelakaan 2 tahun lalu.

Regan yang perhitungan karena dia adalah kepala keluarga, ditambah dia harus membayar biayai rumah sakit tunangannya,Maura, yang koma selama 2 tahun. Maura selamat saat mengalami kecelakaan bersama orang tua 4R. Romeo yang mengajak Audy menjenguk Maura di Rumah Sakit. Sejak itu, Audy berusaha untuk tidak menyukai lagi Regan walau pun tidak mudah.

Sementara Romeo si cowok jorok yang selalu berada di rumah, bukan pengangguran seperti yang Audy pikir.

“Kok pengangguran sih,” sungut Rafael.”Mas Romeo kan jago bikin website, jago bikin konten, sering menang game online, lagi. (hal 255)

“Kamu…, sebenarnya apa sih, Ro?”

“Gamer, hacker, cracker, you name it”, jawab Romeo dalam bahasa inggris yang kelewat fasih, berhasil membuatku terperangah.

Dia sama genius seperti yang lainnya, dengan caranya sendiri. (ha 152)

Dan tentang Rex.

“Kalau kamu terlalu emosi, asmamu bisa kambuh,” aku menoleh kea rah Rex, tapi dia tampak tidak keberatan. Jadi, aku meneruskan hipotesisku. “Kamu juga nggak tahan debu jadi pake masker, kamu olahraga pagi-pagi supaya paru-parumu kuat, kamu enggak pakai parfum jadi pake esensi peppermint, kamu enggak bisa sembarang makan…..”

Kalau Rafael, dia mau sekolah walaupun ogah-ogahan dan ngerasa terpaksa.

“Sekolah itu nggak buang duit, Fa.” Akhirnya Regan memecah keheningan. “Sekolah itu sama dengan menabung.” (hal 240)

Salut deh sama kak Orizuka, dia menciptakan karakter 4 cowok yang unik dengan cara mereka masing-masing. Pelajaran yang bisa diambil adalah, don’t judge a book by its cover, jangan menilai seseorang karena penampilan luarnya saja, apalagi baru kenal.

Yang agak aneh yaitu sikap ortu Audy yang katanya jatuh bangkrut sebangkrutnya sampek membiarkan anaknya terlantar dan hanya bisa minta maaf, dalam waktu yang menurutku terlalu singkat keuangan mereka membaik sampek bela-belain ke Yogyakarta. Masuk akal sih kalau keuangan membaik tapi utang belum sepenuhnya lunas, tapi buat bela-belain ke Yogya dari Serang, ayahnya, ibunya, dan adik Audy dengan alasan yang kurang bisa dimengerti. Dan kalau ortuku, aku yakin tidak akan membiarkan anaknya tinggal serumah dengan 4 cowok dengan alasan apa pun, walaupun beda bangunan, tapi masih 1 pagar. Aku sendiri juga gak mau walaupun gak ada yang punya niat macam-macam.

Selain hal-hal itu, novel ini asyik dinikmati.

Nantikan aja review The Chronicles of Audy yang lainnya yaaa…………..

 

Informasi Buku

Judul: The Chronicles of Audy: 4R

Penulis: Orizuka

Penyunting: Tia Widiana

Cover desainer dan illustrator: Bambang ‘Bambi Gunawan (lucu banget covernyaaa…..:) )

Proofreader: Yuli Yono

Penerbit: Penerbit Haru

Terbit: Cetakan pertama, Juli 2013. Cetakan keenam, april 2016

Tebal: 320 hlm

ISBN: 978-602-7742-21-5

 

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s