[Review] The 5th Wave

Gelombang 5Alien menyerbu bumi dan menyapu habis manusia dalam beberapa gelombang.

Gelombang 1: Listrik Padam, beralangsung dalam hitungan detik, merenggut setengah juta orang.

Gelombang 2: Tsunami, berlangsung 1 hari, membuat gelombang 1 tidak ada apa-apanya.

Gelombang 3: wabah sampar, berlangsung 12 minggu, menewaskan 97 dari 100 orang.

Gelombang 4: Peredam

Cassie Sullivan (16 tahun), Ibunya meninggal saat terjadi gelombang 3, ayahnya minggal dalam gelombang 4. Kini hanya tersisa dia dan adiknya, Sammy dalam keluarganya. Sayangnya, Sammy harus terpisah dari Cassie, sekelompok prajurit membawa Sammy yang masih berusia 5 tahun dan beberapa anak lain di bawah usia 16 tahun. Cassie berjanji akan menjemput Sammy. Tapi itu tidak mudah. Serangan alien tersebut membunuh miliaran umat manusia.

“Satu kematian adalah tragedi, satu juta kematian adalah statistik”__Kutipan terkenal Stalin_hal 173.

Cassie hidup sendirian, hanya ditemani beruang coklat Sammy, tinggal di hutan, bertahan hidup dengan prinsip membunuh atau dibunuh. Hingga suatu hari dia bertemu dengan Peredam yang berhasil menembaki kakinya. Dan seorang laki-laki misterius bernama Evan Walker menolongnya, merawatnya hingga sembuh.

Peredam adalah alien itu sendiri, berada dalam tubuh manusia, mereka dimasukkan dalam tubuh inangnya dengan cara diunduh menggunakan program yang canggih. selama 13 tahun, alien itu tidur dalam tubuh manusia, ketika alien tersebut dibangkitkan, si alienlah yang mengendalikan tubuh manusia tersebut. Kemudian dipersiapakan sebagai gelombang 4, untuk membunuh manusia.

Setelah gelombang 1, hanya kegelapan yang tersisa

Setelah gelombang 2, hanya orang-orang beruntung yang lolos

Dan setelah gelombang 3, hanya yang tidak beruntung yang bertahan

Setelah gelombang 4, hanya ada satu peraturan, JANGAN PERCAYA PADA SIAPA PUN.

Dalam konsisi bumi seperti itu, tidak mudah untuk percaya pada orang lain, begitu pun Cassie terhadap Evan walau pun sudah menyelematkannya. Musuh bisa siapa saja. Cassie berpikir mungkin Evan akan segera membunuhnya, Cassie juga siap jika harus membunuh Evan. Di sisi lain, Cassie juga berpikir, jika Evan memang musuh, dia memiliki banyak kesempatan untuk membunuh Cassie saat sekarat, atau saat tidur. Tapi Cassie memerlukan Evan untuk menyelamatkan adiknya.

Semantara Sammy dibawa ke kamp Haven, sebuah banteng di mana anak-anak dilatih ala militer, dipersiapkan untuk memerangi alien. Setiap anak mempunyai nama julukan, Sammy sendiri adalah Nugget. Sammy akrab dengan Zombie (16 tahun). Zombie teringat adiknya yang sudah meninggal saat melihat Sammy.

Tiba waktunya Zombie untuk keluar dari kamp Haven dan melakukan serangan yang sesungguhnya, Nugget alias Sammy tetap tinggal di kamp Haven. Sammy sedih Zombie pergi, tapi Zombie berjanji akan menjemput Sammy.

“jangan janji, jangan janji, jangan janji!, jangan janji apa-apa, jangan pernah, jangan pernah, jangan pernah!”, wajah mungilnya berkerut berang. (hal 326)

Sementara di luar, Zombie dan regu 1 timnya, termasuk Ringer, si cewek yang jago menembak sedang menghadapi serangan. Melalui serangan itu, Ringer menyadari sesuatu, bahwa sebenarnya mereka dimanfaatkan. Selama ini anak-anak itu dilatih bukan untuk membunuh alien, tapi membunuh manusia lainnya. Anak-anak, merekalah gelombang kelima.

Setiap anak yang masuk ke kamp Haven, diberi implan dalam tubuh mereka, sebuah alat penanda bahwa meraka bersih alias bukan alien. Dengan sebuah alat bernama eyepiece, mereka yang tidak bersih, terlihat mengeluarkan cahaya hijau dari tubunya, dan merekalah alien yang harus dibunuh. Padahal yang terjadi adalah sebaliknya. Anak-anak yang diimplan telah diindoktrinasi untuk membuh manusia yang mengeluarkan cahaya hijau dalam tubuhya. Implan juga berfungsi sebagai alat pelacak, mengetahui pikiran dan gerak-gerik orang-orang yang diimplan. Jika yang diimplan ternyata tidak berhasil diindoktrinisasi, dengan mudahnya, para alien tersebut membunuh mereka dengan menekan tombol sesuai kode masing-masing anak. Jadi, orang-orang yang mengeluarkan cahaya hijau dari tubuhnya bukan karena mereka alien, tapi karena mereka tidak diimplan. Buktinya, Ringer bukan musuh, tapi ketika dia mengeluarkan implan itu, cahaya hijau muncul dilihat dari eyepiece yang dikenakan Zombie, yang membuat Zombie langsung mengangkat senjata.

Setelah menyadari bahwa mereka dimanfaatkan, Zombie yang bernama asli Ben Parish pergi menyelamatkan Sammy di kamp Haven. Ben Parish sendiri adalah teman sekolah Cassie, dan Cassie sangat menyukai Ben. Sayangnya, Ben yang popoler tidak melirik Cassie sama sekali, walaupun mereka berada di kelas yang sama untuk pelajaran kimia.

Dengan tujuan sama-sama menyelamatkan Sammy, keduanya akhirnya bertemu.

Buku ini menggunakan PoV campuran, ada Cassie dan Ben dengan sudut pandang aku, juga Sammy dan si peredam dengan orang ketiga serbat tahu. Awalnya bingung, ceritanya kok loncat-loncat? Awalnya aku kira semua bab diceritakan dari sudut pandang Cassie. Ternyata setiap pergantian bab, merupakan sudut pandang tokoh yang berbeda. Baru ngeh akhirnya. Cerita ini semakin ke belakang semakin seru dan menegangkan. Apalagi saat tahu siapa musuh sebenarnya dan seperti apa alien tersebut.

Eniwei, buku ini dikasih Aan. Lebaran kemarin dia mudik ke Bangil, dan saat di Carrefour ada diskon buku gila-gilaan katanya, Aan jadi ingat aku. So swiiiiit….. Akhirnya dibeliin ini sama Aan. Tengkiu banget, An.

Ending buku ini gantung, dan seperti buku genre distopia lainnya, The 5th Wave pun merupakan buku berseri. Entah aku harus senang atau sedih. Senang karena ceritanya berlanjut, secara masih banyak hal yang aku pertanyakan tapi belum terjawab di buku pertama. Senang karena ini pertama kalinya aku membaca karya Rick Yancey dan ternyata oke, rating di goodreads juga bagus. Sedih karena wish listku nambah gak terduga. Bingung mana yang mau dibeli duluan. Semoga bisa segera nyicil dikit-dikit. Aamiin.

Terjemahannya oke, Gramedia memang gak perlu diragukan.

Hal-hal yang masih menimbulkan pertanyaan di otakku.

  1. Kenapa alien itu menggunakan tubuh manusia? Padahal mereka terluka jika tubuh inangnya terluka,dan juga mati jika inangnya mati. Mereka tidak bisa hidup lama, padahal usia mereka sudah 6000 tahun, dengan berada di tubuh manusia, bukankah itu mempercepat kematian mereka sendiri?
  2. apa tujuan para alien tersebut menginvasi bumi? dan kenapa mereka gak langsung membunuh manusia sekaligus?
  3. Berapa banyak sih jumlah para alien itu? Apa mereka kekurangan anggota hingga memanfaatkan manusia untuk membunuh manusia?
  4. Kenapa anak-anak yang dijadikan gelombang kelima?
  5. Kenapa serangan-serangan tersebut dinamakan gelombang? Kenapa bukan serangan 1, 2, dan seterusnya saja?
  6. Penasaran dengan latar belakang Ringer. Kenapa dia gak pernah tersenyum? Dia kok jadi lebih misterius ketimbang Evan Walker ya?

Quote:

“Sebab jika mereka tidak membunuh kita semua sekaligus, siapa pun yang tersisa bukan orang lemah. Orang kuatlah, dan hanya orang kuat yang bertahan hidup”.

“Sebelum menemukanmu, kupikir satu-satunya jalan untuk bertahan adalah dengan menemukan alasan untuk hidup. Ternyata salah. Untuk bertahan, kau harus menemukan sesuatu yang membuatkmu rela mati”.

“Bagaimana aku bisa mengatakan yang sebenarnya bila kebenaran akan membuatmu meninggalkanku dan meninggalkanku berarti kau akan mati?”

Informasi Buku

Judul asli: The 5th Wave

Judul Indonesia: Gelombang 5

Penulis: Rick Yancey

Alih bahasa: Angelic Zaizai

Editor: Barokah Ruziati

Desain Cover: Marcel A.W

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Terbit: Desember, 2013

ISBN: 978-979-22-9115-5

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s