2 Tipe Penyesalan Ketika Membeli Buku

sesalPernah gak sih teman-teman nyesel beli buku?

Secara umum, berdasarkan pengalaman pribadiku, ada dua macam penyesalan ketika membeli sebuah buku. Pertama, nyesel karena ternyata buku tersebut tidak bagus, kedua, nyesel karena buku itu sangat bagus sehingga kamu berpikir kenapa gue baru baca/beli buku sebagus ini?

Oke, kita bahas satu-satu dulu yaaa……

Pertama, menyesal karena ternyata buku itu tidak sebagus prediksi kita, sehingga kecewa banget. Tidak bagus di sini juga menyangkut masalah selera kadang, walaupun orang-orang bilang bagus dan di goodreads ratingnya juga oke, tapi kalau buku tersebut tidak sesuai dengan selera kita, ya mau dikatakan apala lagi, kita tak akan pernah satu. #ehmalahnyanyi.

Dalam kasus buku-buku luar, tidak bagus di sini juga bisa berarti karena terjemahannya jelek. Okelah rating di goodreads bagus, yang ngasih rating orang-orang yang langsung baca versi bahasa ibunya. Sebagai orang Indonesia yang bahasa inggrisnya pas-pasan kayak diriku ini, tentunya menanti buku tersebut diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Dan ups, kita akan kecewa kalau ternyata terjemahannya kacau.

Pengalaman pribadiku terhadap tipe pertama ini yaitu ketika membeli buku Eleanor & Park karya Rainbow Rowell yang diterjemahkan oleh penerbit Phoenix. Buku itu ngehits banget, dapat penghargaan pula. Entah karena selera atau karena terjemahannya, buku itu tidak seperti yang aku harapkan. Yaahh…setidaknya aku sudah tidak penasaran.

Kita tahu kan harga buku itu gak semurah harga sebotol air mineral (perbandingan yang gak nyambung), jadi ya eman-eman beli buku dan setelah itu cuma jadi pajangan rak buku, ditaruhnya paling belakang pula.

Dan hal itu membuatku antipati terhadap bukunya Rainbow Rowell, mikir-mikir banget buat beli lagi. Tapi sekarang penasaran sih sama Landline, idenya unik.

Kedua, nyesel karena buku itu sangat bagus dan kamu sampek berpikir kenapa gue baru baca sih? di sini selera tetap berlaku lho yaa… adakah teman-teman pernah mengalaminya?

Salah satu buku yang bikin aku mempunyai penyesalan tipe ini yaitu Dilan. Karena gak ingin menyesal seperti tipe pertama, aku jadi selektif banget dalam membeli buku. Aku gak mau lagi terpengaruh sama rating dan pendapat kebanyakan. Jadi ketika banyak orang heboh mengenai Dilan, dan disemua tobuk online masuk 20 besar buku paling laris, aku masih bergeming. Apalagi itu cerita anak SMA yang uda gak sesuai sama umur, dilihat covernya juga kurang suka. Tapi don’t judge a book by its cover berlaku sama Dilan. Karena takut gak cocok, aku cari-cari dulu ebook gratisan di internet, ketemu sama Dilan 1. Dan aku jatuh cinta sama Dilan, seperti Milea. Karena Dilan 2 aku cari-cari tapi gak menemukan yang gratisan di internet (mau gratisan terus), langsung aku beli di bukukita.com.

Biar koleksi lengkap, aku perlu juga beli Dilan 1 tapi belum kesampaian. Soalnya buku-buku baru dan bagus terbit tanpa memikirkan perasaan dompet, ketika mau beli, terus lirik buku lain, membuatku mikir jangan sekarang deh,lagian uda baca juga.

Sekian, terimakasih.

Bagaimana pengalamanmu, temans?

sumber gambar di sini

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s