[Review] The Silkworm by Robert Galbraith

ulat sutraSeorang novelis bernama Owen Quine menghilang. Sang istri mengira suaminya hanya pergi tanpa pamit selama beberapa hari—seperti yang sering dia lakukan sebelunya—lalu meminta Cormoran Strike untuk menemukan dan membawanya pulang.

Namun, ketika Strike memulai penyelidikan, dia mendapati bahwa perihal menghilangnya Quine tidak sesederhana yang disangka istrinya. Novelis itu baru saja menyelesaikan naskah yang menghujat orang banyak—yang berarti ada banyak orang yang ingin Quine dilenyapkan.

Kemudian mayat Quine ditemukan dalam kondisi ganjil dengan bukti-bukti telah dibunuh secara brutal. Kali ini Strike berhadpan dengan pembunuh keji, yang mendedikasikan waktu dan pikiran untuk merancang pembunuhan yang biadab tak terkira.


Gak mau banyak komen untuk kisah Cormoran dan Robin. Semakin seru. Sampai akhir otakku gak mampu menebak pembunuhnya siapa. Selalu keren cara Cormoran menangkap si pelaku. Dan lagi-lagi, Cormoran mengalahkan polisi dalam menguak pelaku kejahatan.

Dan mengenai hubungan Cormoran dan Robin yang gak jelas itu, saling mengagumi, di sisi lain seperti banyak halangan untuk bersatu. Suka pokoknya.

Sebenarnya uda baca buku ini tanggal 28 bulan lalu, tapi baru sempat menuliskan review nya. Gak pantes dibilang review juga sih. Hehe…

Informasi Buku

Judul: The SILKWORN (Ulat Sutra)

Penulis: Robert Galbraith

Alih bahasa: Siska Yuanita

Alih bahasa kutipan: M. Aan Mansyur

Terbit: 2014

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Tebal: 536 hlm

ISBN: 978-602-03-0981-1

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s