[Review] Dilan Bagian Kedua: Dia adalah Dilanku tahun 1991

DilanKalau Dilan 1 adalah masa-masa PDKT, Dilan 2 adalah masa-masa di mana Milea dan Dilan resmi pacaran. Seperti rata-rata opini yang aku baca di goodread, Dilan 1 menurutku lebih seru daripada Dilan 2. Bukannya gak bagus ceritanya, tapi lebih seru saat masa-masa PDKT Dilan ke Milea. Kalau Dilan 1 sih, kan gak ada aksi berantem-berantemnya, adanya Dilan yang cute banget bagiku, sabar, humoris, walaupun dia anak geng motor, tapi gak serem. Di Dilan 2 ini, karakter Dilan semakin nampak, macem-macem. Bandelnya sebagai anak geng motor, suka tauran, berani, nekat, bikin resah keluarga. Lucunya? masih lah dan tetap sopan pada perempuan dalam keadaan apapun. Walaupun ditampar Milea, Dilan bukannya marah, dia malah nawari nganteri Milea pulang. Dimarahin ibunya, Dilan gak melawan walaupun nasehatnya gak dituruti. Kalau Dilan 1 bikin senyum-senyum terus, Dilan 2 bikin nyessek. Tapi aku nahan buat gak nangis bacanya.

Hal-hal yang unik

  • saat Dilan jadian dengan Milea. Dilan menuliskan pernyataan di atas kertas bermaterai.
  • saat Dilan nelpon Milea, bukan nanyain Milea uda makan apa belum, malah nanyain orang lain dulu.
  • saat Dilan ngirim surat ke Bu RT untuk menyatakan cintanya pada Milea. Sama bu RT dikira salah kirim.

    surat dilan ke bu RT
    surat Dilan ke bu RT
  • saat Dilan jadi guide nya Milea, malah ngasih tau, ‘ini pohon’, ‘itu langit’
  • di Dilan 1, saat Dilan memberi nama jalan yang menyimpan kenangannya dengan Milea dengan ‘Jalan Milea’
  • Gombal tapi lucu, puisi Dilan buat Milea (hal 30)

Kalau

Kalau limun menyegarkan, kamu lebih. Kalau coklat diisi kacang mete katanya enak, tapi kamu lebih. Atau, ada roti diisi ikan tuna berbumbu daun kemangi, kamu lebih. Kamu itu lebih sehat dari buah-buahan. Tau gak? Lebih berwarna dari pelangi. Lebih segar dari pagi. Jadi, kamu harus mengerti, ya, aku menyukaimu sampai tujuh ratus turunan, ditambah 500 turunan kagi.

-Dilan

Kalau aku jadi presiden yang harus mencintai seluruh rakyatnya, aduh, maaf, aku pasti tidak bisa karena aku cuma suka Milea.

-Dilan

PR-ku adalah merindukanmu. Lebih kuat dari matematika. Lebih luas dari fisika, lebih kerasa dari biologi.

-Dilan

Aku ingin sekolah yang memberi tahu lebih banyak tentangmu melalui pendekatan fisika dan biologi.

-Dilan

Bikin LOL

  • Waktu Milea ngelarang Dilan jadi anggota geng motor. Jawab Dilan,

“Senakal-nakalnya anak geng motor, mereka juga shalat pada waktu ujian praktek agama” (hal 19)

  • Waktu Dilan ngefitnah jin. Hal 46
  • Saat ibunya bangunin Dilan, buka tirai kamarnya, Dilan malah teriak-teriak, takut kebakar katanya. Kayak vampir aja.
  • Milea sehari-hari kan dipanggil Lia. Dilan malah manggil Milea dengan sebutan ‘mamalia’. Iya, ‘mamalia’ yang itu, bukan ‘Mama Lia’ yang gini.
  • Sempat-sempatnya Dilan bercanda dalam kondisi mau di DO dari sekolah

“kalau dipecat, aku bisa datang ke sekolahmu. Tiap hari. Biarin gak sekolah juga. asal aku bisa antar jemput kamu ke sekolah. Sampai kamu lulus, sampe kamu sukses, naik haji dan mabrur” (hal 86)

  • Di hal 98, saat dilan nyuruh Milea pura2 marah.
  • Puisi pak Dedi kasih ke Milea yang ditambah-tambahin sama Dilan (hal 278
pusi pak Dedi Dilan 2
puisi Pak Dedi ke Milea

Kemudian tiubah oleh Dilan

PT MAHLIGAI CINTA

Aku diam dalam keheningan nan merasuk rumah sakit jiwa.

Hanya bayanganmu yang sungguh berat kulupa sampai berton-ton beratnya.

Hatiku rindu tanpamu terbelenggu oleh rasa strawberry.

Senyummu bagai rembulan di kala sedang Purnama Hadi bin…………….
suaramu terngiang menggugah secercah asa wawuh.

Daku ingin bersamamu meraih mahligai cinta dunia.

Merajut mimpi nan indah tuk temani aku yang lara dan gak punya uang.

Aku berjanji kan selalu setia kalau tidak setia aku tak kan berjanji.

Kalau ada yang bilang Milea terlalu ngekang di Dilan 2 ini, buatku sih normal-normal aja. Cewek mana yang bisa tenang-tenang aja kalau punya cowok anggota geng motor, terus berantem, sampek ada yang meninggal. Tapi ya dasar Dilan, ortunya aja gak dia dengerin, apalagi Milea.

Suka dengan keluarga Dilan dan Milea yang open minded, hangat, dan harmonis, terutama pada ibu-ibunya. Tapi buat ngijinin anaknya pacaran? Aku takut sendiri kalau nanti uda jadi orang tua. Beda zaman dulu, sekarang, apalagi kedepannya sih.

Setelah baca Dilan #1 gratisan dan suka, langsung deh aku beli Dilan 2 ini. Selain sifatnya yang humoris, aku suka Dilan yang selalu tenang, mampu menguasai keadaan, gak pernah marah sama Milea. Makanya, aku penasaran dengan buku selanjutnya yang semoga segera terbit. Di buku sejutannya, Pidi Baiq, si penulis akan bercerita dari sudut pandang Dilan, sehingga judul bukunya “Milea”. Kenapa selama mereka putus, malah Dilan menjauh, kemana aja? apa gak rindu sama Milea? Gak berusaha untuk balikan? Biasanya kan remaja putus nyambung-putus nyambung? Apa yang Dilan rasakan setelah bertemu Milea di kantor mas Herdi? #ngelapingus.

“Itulah Dilan, rasanya masalah apa pun di dunia tak ada yang akan dia anggap begitu membebani” (hal 250)

“Aku lahir, dibarengin kamu lahir. Kayak sengaja mau bikin aku senang di bumi” (hal 254)

Informasi Buku

Judul: Dilan Bagian Kedua: Dia adalah Dilanku tahun 1991

Penulis: Pidi Baiq

Ilustrasi sampul dan isi: Pidi Baiq

Penyunting ilustrasi: Pidi Baiq (lagi)

Terbit: cet I, Juli 2015. Cet X, Febrari 2016

Penerbit: Pastel Books

Tebal: 344 hlm

ISBN: 978-602-7870-99-4

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s