[Review] Our Story by Orizuka

our storyMasa SMA.

Masa yang selalu disebut sebagai masa yang indah, tapi tidak bagi anak-anak SMA Budi Bangsa.

SMA Budi Bangsa adalah sebuah SMA di pinggiran ibukota Jakarta yang terkenal dengan sebutan SMA pembuangan sampah. Karena segala jenis sampah masyarakat ada di sana.

Preman. Pengacau. Pembangkang. Pembuli. Pelacur.

Masuk dan pulang sekolah sesuka hati. guru-guru honorer jarang masuj, dan memilih mengajar di tempat lain. Angka drop out jauh lebih besar daripada yang lulus.

Sekilas, tidak ada masa depan bagi anak-anak SMA Budi Bangsa. Bahkan jika mereka menginginkannya.

Masa SMA bagi mereka adalah masa suram yang harus segera dilewati.

Supaya mereka dapat keluar dari status ‘remaja’ dan menjadi ‘dewasa’. Supaya tak ada lagi orang dewasa yang bisa mengatur hidup mereka. supaya mereka akhirnya bisa didengarkan.

Ini, adalah cerita mereka.

 

Yasmin, merupakan siswa pindahan dari Amerika. Ayah dan ibunya bercerai. Yasmin tinggal di Amerika bersama ayahnya. Karena ibunya sakit keras, Yasmin pulang ke Indonesia, dan ayahnya hendak mendaftakan Yasmin ke SMA Bukti Bangsa. Tapi supirnya di Indonesia malah mendaftarkan Yasmin di SMA Budi Bangsa.

Yang paling bikin heran yaitu, ada orang se normal Ferris yang bersekolah di SMA sampah tersebut. Ferris pintar, kaya, berprestasi. Kenapa mau-maunya dia sekolah di situ? Pikirku pertama kali. Dan ternyata Ferris punya sebuah misi. Misi pribadi.

Nino, dari keluarga broken home. Ayahnya dipenjara. Karena itu dia sangat nakal. Ketua geng di sekolah. Bahkan ditakuti oleh geng-geng di sekolah lain. Selalu membawa tongkat baseball sebagai senjatanya.

Mei, seorang cewek yang karena kesulitan ekonomi, dan harus membiayai operasi ibunya, kemudian bekerja sebagai pelacur.

Saat tau ada konflik antara Nino si ketua geng dan Ferris si ketua Osis, aku jadi ingat drama korea School 2013 yang dibintangi Lee Jong Suk dan Kim Woo Bin. Dua orang yang awalnya sahabatan. Kemudian karena kesalahan masa lalu, keduanya kemudian bermusuhan. Ferris karakternya mendekati Lee Jong Suk, dan Nino mendekati Kim Woo Bin. Baik Jong Suk (Nam Soon) maupun Ferris sama-sama merasa bertanggung jawab atas sikap dan sifat teman masa kecilnya yang kini menjadi badung. Dan ternyata, Ferris dan Namson yang kelihatan kalem sangat pintar berkelahi.

Selain mengingatkanku pada School 2013, novel ini sedikit juga mengingatkanku pada The Heirs. Yang dibintangi Lee Min Ho dan Kim Woo Bin. Keduanya dulu juga berteman akrab kemudian musuhan. Keduanya juga menyadari bahwa mereka salah, ingin meminta maaf tapi gengsi.

Nah, bagian saat mereka semangat belajar, mengingatkanku pada God Study. Di God Study merupakan sekolah buangan juga, tapi yang memperjuangkan agar mereka semangat belajar, lulus, dan kemudian masuk Universitas adalah seorang alumni di sekolah tersebut.

“Ini bukan mimpi. Ini kenyataan yang lo buat sendiri.” (Nino pada Ferris)

 

Selalu suka dengan tulisan Orizuka, gak pengen berhenti bacanya. Ngalir gitu deh.

Untung Nino, Yasmin, dan Ferris gak terlibat cinta segitiga. Ribet aja menurutku kalau masih berurusan dengan cinta segitiga. Ingat lagi deh sama God Study, dimana tokohnya hampir terlibat dalam cinta segitiga.

Paling suka adegan saat Nino bareng Yasmin, saat Nino ngegodain Yasmin, ganggu Yamin, dan saat Yasmin dipaksa makan Roti sama Nino.

Dari ketiga novel Orizuka yang uda aku baca, pasti salah tokoh ada yang berpenyakit. Di I for you, Cessa dengan Von Willebrand Disease. Di The Truth about forever, Yogas dan HIV. Di novel ini, Yasmin dengan anoreksia.

Membaca kisah-kisah SMA gini jadi kangen masa sekolah. Ngerasa uda tua aku.

I for you masih terfavorit.

“The future belong to those who believe in the beauty of their dreams”

(masa depan itu milik mereka yang percaya akan keindahan mimpi mereka)

— Eleanor Roosevelt

Baca via e book. Download di sini

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s