Dilan: Dia adalah Dilanku tahun 1990

dilanDilan itu nakal tapi lucu, baik, ngegemesin, unik, loveable lah. Kepengen jadi Milea deh.

Oke, sekarang kita kupas tuntas mengenai Dilan. Dilan itu anak geng motor, kelas 2 Fisika 1. Dilan suka sama Milea, anak baru, pindahan dari Jakarta. Cara Dilan mendekati Milea itu loh…… unik.

“Kau tahu kenapa aku tidak langsung jujur saja bilang ke kamu bahwa aku mencintaimu?”

“Enggak”

“Padahal kalau mau, aku bisa. Itu gampang”

“Terus? Kenapa?”

“Kalau langsung, gak seru. Terlalu biasa”

Saat Milea jalan kaki ke sekolah terus Dilan yang naik motor berhenti. Normalnya cowok kan ngajak kenalan dulu. Nah Dilan? Malah mendadak jadi paranormal.

“Boleh gak aku meramal?”

“Meramal?”, aku langsung heran dengan pertanyaannya. Kok meramal? Kok bukan kenalan?

“Iya. Aku ramal, nanti kita akan bertemu di kantin”

Terus si Dilan pergi setelah nawari ngebonceng Milea tapi gak mau. Dan Dilan meramal bahwa suatu hari  Milea pasti bakal naik motor Dilan.

Ternyata di kantin Milea gak ketemu tuh sama Dilan. Etapiii….. Dilan ngirim utusan buat nganterin surat ke Milea. Yang nganterin si Piyan, sahabat Dilan.

“Milea, ramalanku, kita akan ketemu di kantin, ternyata salah. Maaf. Tapi aku mau meramal lagi: Besok kita akan ketemu

Padahal besok hari minggu, mana bisa ketemu. Tapi bukan Dilan namanya kalau gak ngasih kejutan. Hari minggu Milea ketemu sama Dilan, di rumah Milea, Dilan bareng Piyan, bilang ada undangan buat Milea.

Itu adalah surat undangan yang ditulis dengan mesin tik di atas kertas HVS. Aku langsung bisa nebak, surat itu dia bikin sendiri:

Bismillahirahmannirahiim. Dengan Rahmat Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang. Dengan ini, dengan penuh perasaan, mengundang Milea Adnan untuk sekolah pada: Hari senin, selasa, rabu, kamis, jumat dan sabtu‖. Semua nama hari-hari itu, disertai dengan tanggal.

Di dalam surat itu ada nama: Tuan Hamid Amidjaya. Itu Kepala sekolahku, sebagai orang yang turut mengundang. Di tiap sisi kertas, ada gambar hiasannya. Dibikin pake spidol. Gambarnya bagus. Entah bikinan siapa.

Ada-ada aja nih Dilan.

Saat Milea pulang sekolah, masih dengan Dilan yang naik motor dan Milea yang jalan kaki. Bukannya ngajakin Milea bareng naik motornya, Dilan malah bareng Milea naik angkot sedangkan motornya dititipin ke temannya.

Di angkot, Dilan bilang, “Milea, kamu cantik. Tapi aku belum mencintaimu. Enggak tau kalau sore. Tunggu aja.”

iiiih,,,, bikin frustasi aja nih Dilan. Saat itu posisi Milea lagi pacaran dengan Beni, cowoknya di Jakarta.

Di sekolah, Milea dapat surat lagi dari Dilan.

”Pemberitahuan: Sejak sore kemaren, aku sudah mencintaimu – Dilan!”.

Saat di kantin sekolah, Dilan yang saat itu bareng teman gengnya menyapa Milea yang lagi makan bareng beberapa teman sekelasnya. Di situ juga ada Nandan, teman sekelas Milea yang suka dengan Milea

“Hei, Milea!”

“Hei, Dilan”

“Cuma nyapa”. Lalu dia pergi bersama kedua temannya, entah kemana, mungkin ke kelas, tapi sebelum pergi, dia bicara ke Nandan.

“Eh, Dan, kamu tahu gak?”

“Tahu apa?”

“Aku mencintai Milea?”

“He he he”‖. Nandan tersenyum sambil sekilas memandangku. Rani, Dito dan Jenar, semuanya ketawa. Mukaku pasti merah.

“Tapi malu mau bilang”, kata Dilan lagi

“Itu, sudah bilang? He he”, Nandan ketawa kecil

“Aku kan bilang ke kamu, bukan ke dia”

“Dia denger kan?”, tanya Nandan

“Mudah-mudahan”

Jam masuk sekolah, si Dilan malah ikut kelas Milea dan duduk di dekatnya.

Dilan minta kertas, aku kasih. Di kertas itu, dia nulis:

Informasi: Daftar orang-orang yang ingin jadi pacarmu:

  1. Nandan (Kelas 2 Biologi)
  2. Pak Aslan (Guru Olah Raga)
  3. Tobri (Kelas 3 Sosial)
  4. Acil (Kelas 2 Fisika)
  5. Dilan (Manusia)

Aku senyum membacanya. Kemudian kulihat dia mencoret semua nama di daftar itu, kecuali nama dirinya.

“Kenapa?”, kutanya

“Semuanya akan gagal”, dia bilang begitu dengan berbisik.

“Kecuali kamu?”

“Iya. Doain”

Ya ampun Dilaaaan. Ckckckck….

Pernah Dilan sama Piyan jatuh di kelas Milea, gara-gara Dilan yang saat itu gak ada gurunya naik ke tembok pembatas kelas cuma untuk liat Milea.

“Resiko tinggi mencintaimu”. Kata Dilan.

Dilan suka banget bercanda, kayak gak pernah serius gitu ngomongnya, hidupnya.

Pernah Dilan nitip pesen lewat pembantu Milea, katanya kalau shalat suruh ngadep kiblat.

Dilan pernah ngasih coklat ke Milea, yang nganterin tukang Koran.

Saat Milea ulang tahun, dia ngasih kado TTS yang uda keisi semua. Katanya biar Milea gak pusing ngisinya.

Saat Milea sakit, Dilan membawakan tukang pijet ke rumah Milea.

Saat Dilan main ke rumah Milea, ditawari minum apa oleh ibu Milea, Dilan bilang gak usah repot-repot tapi minta air zam-zam. #gubrak.

Saat Milea main ke rumah Dilan, Dilan bilang ke ibunya ada debt collector. Malah sebelum nyampek ke rumah Dilan sendiri, Milea dibikin nyasar ke rumah tetangganya.

Saat Dilan megang tangan Milea, bikin Milea dag dig dug ser, Dilan malah minta tolong Milea agar dilindungi dari Kang Adi yang takutnya suka Dilan. Diucapkan dan diekspresikan seserius mungkin.

Heemmm…. Dasar Dilan.

Puisi Dilan buat Milea

“Milea 1″

Bolehkah aku punya pendapat?

Ini tentang dia yang ada di bumi

Ketika Tuhan menciptakan dirinya

Kukira Dia ada maksud mau pamer

“Milea 2″

Katakan sekarang

Kalau kue kau anggap apa dirimu?

Roti cokelat? Roti Keju?

Martabak? Kroket? Bakwan?

Ayolah!

Aku ingin memesannya

untuk malam ini

Aku mau kamu

 Baca via pdf donload di sini.

Novel kedua harus beli sendiri dong yaaa…Yang pertama juga harus punya. Yang ketiga, semoga segera terbit. Ditunggu yaa,, ayah Pidi Baiq.

Penasaran lanjutannya.

Awalnya, beneran deh ngelirik buku ini tuh enggak sama sekali. Covernya gak menarik. Paling yang cerita-cerita teenlit, dan diusiaku yang bukan lagi usia SMA, aku uda gak suka novel teenlit. Dulu sih zaman SMP, SMA suka. Tapi lihat teman-teman di sosmed terutama, bicarain Dilan, Dilan, dan Dilan terus akhirnya penasaran. Ah, Dilan. Aku suka bangeeet.

Iklan

2 thoughts on “Dilan: Dia adalah Dilanku tahun 1990

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s