[Review] PERFUME: The Story of a Murderer

perfumeJean-Baptiste Grenouille dilahirkan tanpa bau tubuh, nanum memiliki indra penciuman yang luar biasa. Ia mampu memilah-milah seluruh bau yang ada. Dari seorang ahli parfum ternama, ia mewarisi seni meramu berbagai minyak dan tumbuhan. Namum kegeniusannya telah melampaui itu semua. Setelah mencium aroma perawan, ia terobsesi untuk menciptakan ‘parfum terbaik’ yang pernah ada. Obsesi yang mengubahnya menjadi seorang pembunuh.

Pembuhan berantai yang misterius terjadi. Dua puluh lima gadis perawan tewas mengenaskan. Pakaian dan rambt serta kulit kepala mereka hilang. Tubuh mereka benar-benar layu, seolah tak pernah hidup sebelumnya. seakan seluruh daya hidup yang pernah ada telah terisap tak bersisa. Semua pembunuhan identik. Dilakukan dengan amat rapi dan terencana. Masterpiece seorang seniman yang genius.


Novel ini minim dialog banget, tapi gak bikin bosen karena konfliknya dinamis. Genouille sejak lahir menjadi orang terbuang, dibenci, dan aneh. Ia dilahirkan di tempat yang paling bau di Paris, tanah pemakaman bernama Cimetière des Innocents. Ibunya sendiri dihukum mati karena diketahui hendak membunuh si jabang bayi. Sementarara Genouille diasuh oleh ibu susu.

Selama beberapa minggu itu si bayi sudah tiga kali berganti ibu susu. Tak ada yang ingin memeliharanya lebih dari beberapa hari. Mereka bilang bayi itu begitu rakus. Porsi susunya setara dengan jatah dua bayi. (Hal 6)

Genouille kemudian diserahkan kepada pendeta Terrier. Itupun tak sampai sehari. Pendeta Terrier awalnya senang dengan kehadiran bayi Genouille. Tapi tiba-tiba takut ketika melihat Genouille terbangun.

Terrier merasa seolah si bayi menatapnya dengan lubang hidung. Melotot sedemikian rupa, memerhatikan dan memandang lebih tajam daripada mata mana pun di dunia. Seolah menggunakan hidung untuk melahap sesuatu hidup-hidup. (hal 22)

Pendeta Terrier kemudian menyerahkan Genouille di tempat asuh Madam Gaillard, seorang wanita bertangan besi dan telah mati rasa. Anak-anak yang lain merasakan atmosfer yang mencekam sejak kedatangan Genouille. Alhasil, dia dijauhi teman-temannya, bahkan berkali-kali mereka mencoba membunuh Genouille tapi selalu gagal.

Genouille bisa dibilang pembawa berkah sekaligus pembawa sial. Semakin tumbuh besar, Genouille sangat bisa diandalkan oleh madam Gaillard, dia selalu menurut kalau diperintah. Di suruh mengambil sesuatu di tempat gelap atau di tempat yang jauh, dia mau, dan tidak pernah takut seperti anak-anak kebanyakan. Genouille tidak pernah tersesat, dan bahkan tepat mengambil sesatu sekali pun di tempat gelap. Hidunglah kompas sekaligus matanya. Dia bisa membedakan sesuatu berdasarkan baunya.

Otaknya menyimpan memori tentang puluhan, bahkan ratusan ribu aroma spesifik dengan sangat jelas. (hal 35).

Madam Gaillard lama kelamaan terusik dengan kemampuan Genouille. Dengan hidungnya, Genouille tau dimana madam Gaillard menyimpan uang dan berapa jumlahnya. Akhirnya, Madam Gaillard menyerahkan Genouille kepada seorang penyamak kulit bernama Grimal untuk dipekerjakan. Beberapa tahun kemudian Madam Gaillard meninggal dengan cara mengenaskan.

Grimal beruntung mempunyai karyawan seperti Genouille yang patuh, tak pernah mengeluh, dan bisa membayarnya dengan upah yang sangat kecil.

Di Paris, tinggal seorang ahli parfum bernama Baldini yang hampir bangkrut karena banyaknya pesaing. Ketika Baldini berencana pensiun dari profesinya, nasib mempertemukannya dengan Genouille yang saat itu sedang mengantarkan kulit kambing pesanan Baldini dari toko Grimal. Genouille sekaligus menyampaikan maksud bahwa dia ingin bekerja pada Baldini. Baldini menolak, toh dia ingin pensiun, apalagi melihat penampilan Genouille yang dekil, sangat tidak meyakinkan. Tapi Genouille mendesak meminta kesempatan, dia akan membuat parfum ‘Cinta dan Jiwa’ seperti milik pesaing Baldini yang sangat terkenal. Dengan kemampuannya yang luar biasa, Genouille berhasil membuat Baldini takjub.

Baldini membeli Genouille pada Grimal. Dia tidak jadi pensiun membuat parfum, Genouille membuat toko parfum Baldini maju pesat, mengalahkan para pesaingnya, Baldini menjadi sangat kaya. Sementara Genouille bekerja dengan sangat rajin, tidak banyak menuntut, bahkan masalah upah bukan sesatu yang dia pikirkan asalkan terus bisa membuat parfum, dan walaupun parfum buatannya diklaim sebagai buatan Baldini, Genouille tak peduli.

Nasib Grimal? Sama dengan nasib Madam Gaillard, mati mengenaskan. Begitulah semua nasib orang-orang yang berhubungan cukup dekat dengan Genouille.

Ada satu bau yang sangat harum, berbeda dengan semua bau yang pernah Genouille tahu. Ketika mencium bau itu Genouille merasa tenang, dan kembali gelisah ketika bau itu hilang. Genouille mencari sumber bau yang ternyata berasal dari bau seorang gadis perawan. Genouille mendekati si sumber bau, menghirup aroma lezatnya, gadis itu kaget melihat Genouille di belakangnya, dan demi tetap menghirup baunya, Genouille membunuh si gadis tanpa perasaan bersalah. Dia terus menciumi aroma dalam setiap lekukan tubuh si gadis, dan kemudian pergi.

Genouille tau, ambisi terbesarnya adalah membuat parfum paling harum, parfum yang membuat dirinya kelak bisa dicintai.

Parfum yang dibuat selama ini hanya main-main bila dibandingkan dengan apa yang tersimpan dalam pikirannya—dan pasti akan ia buat suatu hari nanti. (hal 134)

Parfum itu berasal dari gadis perawan. Tapi bagaimana cara membuatnya? Hal itu yang masih belum diketahui Genouille. Dari Baldini, Genouille mempelajari teknik dan metode pembuatan parfum yang benar. Sebelumnya, Genouille hanya bisa mencampuradukkan bahan-bahan secara asal-asalan.

Demi menciptakan aroma yang benar-benar baru, Genouille mencoba menyuling aroma kaca, lempung, kuningan, porselen, kerikil. Sayangnya, tidak semua aroma bisa disuling. Karena terus gagal melakukan percobaan tersebut, Genouille akhirnya jatu sakit. Parah. Sakit Genouille berdampak pada bisnis Baldini. Saat Genouille mulai sadar, kata-kata yang muncul dari mulutnya adalah pertanyaan pada Baldini.

“katakana padaku Maître, adakah cara lain mengekstraksi aroma dari benda-benda selain diperas dan disuling?” (hal 152)

Baldini menjawab ada 3 cara, yang di buku tetap menggunakan bahasa prancis. Nah, di situ saya gagal paham. Intinya, teknik tersebut bisa dipelajari di kota Grasse. Tentu saja Genouille akan belajar di kota tersebut. Tapi dia belum mendapat ijin dari Baldini. Baru setelah 3 tahun, setelah bisnis Baldini benar-benar sukses hingga wilayah international, Baldini mengijinkan Genouille pergi. Selepas kepergian Genouille, kesuksesan baldini ludes dalam waktu sekejap. Baldini mengalami nasib buruk, meninggal dengan cara yang tragis.

Singkat cerita, setelah hidup selama 7 tahun di gua, menjadi objek penelitian ilmiah seorang ilmuan. Akhirnya Genouille pergi ke tujuan utamanya, kota Grasse. Di sana dia melamar pekerjaan di pabrik pembuatan parfum milik Madame Arnulfi. Genouille juga bereksperiman dengan parfum-parfum baru khusus dikonsumsi sendiri. Membuat parfum beraroma manusia dari tai kucing dan keju basi, membuat jenis parfum yang bisa menunjukkan kebijaksanaan dari telur bebek saat dia ingin dianggap penting, membuat parfum yang bisa menarik simpati, dan berbagai jenis parfum lainnya dengan bermacam-macam karakter yang dia inginkan.

Di Grasse, dia kembali mencium aroma perawan, lebih harum dari aroma gadis perawan di Paris. Menurut indra penciuman Genouille, gadis itu belum sempurna merekah. Baru setelah 2 tahun, aroma gadis itu akan sempurna. Genouille bersuka cita menunggu hingga waktu itu tiba. Sambil menunggu, dia telah membunuh 24 gadis perawan lain. Gadis bernama Laure Richis tersebut kelak akan menjadi masterpiecenya.

Sadis, gila, psikopat, dan licik. Itulah sosok Genouille. Untuk mewujudkan ambisinya, dia berpura-pura polos, berlindung di balik tubuhnya yang ringkih. Seru, menegangkan. Dan si gadis ke 25, aku berharap ada sedikit unsur romancenya, aku ngarep banget tuh Genouille suka sama Laure dan berhenti berbuat keji, kemudian happy ending.

Gak cuma dengan ending yang terpotong-potong (dalam pengertian tersurat), tapi membacanya pun hatiku merasa terpotong-potong (yang ini tersirat). Mencekam.

Walaupun keseluruhan unsur cerita bagus, tapi karena gak happy ending, aku gak bisa ngasih 5 bintang. Di terjemahannya ini juga masih berseliweran kosa kata Prancis yang bikin gagal paham.

Buku ini pertama kali terbit tahun 1985 dan sudah terjual lebih dari 20 juta kopi. Uda difilmkan juga tahun 2006.

Informasi Buku

Judul: PERFUME: The Story of a Murderer

Penulis: Patrick Suskind

Penerjemah: Bima Sudiarto

Penerbit: Matahari

Cetakan I, Februari 2016

Tebal: 360 hal

ISBN: 978-602-372-072-9

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s