[Review] Cinder by Marissa Meyer

Cinder Marissa MeyerTau dongeng Cinderella? Pasti tau dong yaaa…..

Novel ini alur ceritanya sama dengan kisah Cinderella, hanya saja setting waktu dan tempatnya di masa depan.

Seorang gadis usia 16 tahun bernama Cinder, mekanik ternama di New Beijing. Malangnya, dia bukan manusia normal, tapi seorang Cyborg (Cybernetic Organism), makhluk hidup yang mempunyai bagian-bagian tubuh robot. Tangan dan kaki Cinder terbuat dari logam, beberapa anggota tubuhnya juga terbuat dari silikon. Dia bernapas, makan, minum, capek, seperti manusia normal, dan juga merasakan segala macam emosi, termasuk jatuh cinta. Seperti semua gadis di New Beijing,Persemakmuran Timur, Cinder juga tak dapat menolak pesona Pangeran Kai yang tampan dan ramah.

Cinder tidak ingat asal-usul keluarganya. Yang dia tahu, pada usia 11 tahun dia diadopsi oleh keluarga Linh. Ibu wali alias ibu tirinya yang kejam, bernama Adri, dua saudara tiri yaitu Pearl dan Peony. Sedikit beda dengan kisah Cinderella, Peony si bungsu malah begitu akrab dengan Cinder. Linh Garan, suami Adri adalah seorang ilmuan yang menciptakan Cinder sebagai Cyborg. Dia meninggal karena kecelakaan dan meninggalkan Cinder untuk diasuh keluarganya. Hidup Cinder bersama Adri jauh dari bahagia.

Letumosis, sebuah baru yang mematikan tiba-tiba muncul di bumi. Kaisar Rikan, ayah Pangeran Kai, dan adik tiri Cinder, Peony meninggal karena wabah tersebut. Mau tidak mau, Pangeran Kai yang masih muda harus menduduki tahta Kaisar.

Sedangkan di Bulan, memerintah seorang ratu yang kejam, Ratu Levana. Orang Bulan menganggap mereka lebih mulia daripada orang bumi. Mereka mempunya ilmu sihir dan mempunyai kemampuan untuk mencuci otak orang lain. Ratu Levana ingin menguasai bumi dan bulan sekaligus dengan cara menikah dengan Kai. Kai dalam posisi sulit untuk menolak tawaran itu, ancamannya adalah rakyatnya dan semua penduduk bumi. Terlebih, orang bulan sudah menemukan vaksin untuk Letumosis, sesuatu yang belum bisa diciptakan oleh orang bumi.

Mari kita ngomongin setting dalam novel ini.

Aku selalu kagum dengan penulis yang mampu menciptakan dunia baru dalam karya-karyanya, dunia yang mereka ada-adakan sendiri, sebuah fantasi. Seperti JK. Rowling dengan dunia sihirnya, Stephenie Meyer dengan dunia vampir dan srigala, dan lain-lain yang tak bisa disebutkan satu-satu.

Berada dalam dunia sihir, vampir dan serigala, penulis harus mampu menyampaikan kebiasan-kebiasaan tokohnya, hidup mereka sehari-hari, alat-alat komunikasi apa yang dipakai, kendaraan, makanan, dan bagainya agar bisa diterima pembaca, sesuatu yang gak ada dalam kehidupan normal, tapi bisa diterima akal juga. Gak gampang menurutku, penulis harus mempunya daya imajinasi yang tinggi. Sehingga pembacaa tetap dapat menikmati cerita-cerita tersebut, mampu membayangkan. Sebenarnya, cerita dengan setting dunia manusia normal pun kalau penulisnya tidak mampu menyampaikan dengan baik juga akan membosankan.

Uniknya novel ini adalah pengambilan setting waktu dan tempat di masa depan, setelah perang dunia keempat. Periode waktunya bukan Masehi, tapi T.E (Third Era). Di era tersebut, bumi dibagi menjadi 6 wilayah: Persemakmuran Timur, Kerajaan Inggris, Federasi Eropa, Uni Afrika, Republik Amerika, dan Australia. Bumi tidak hanya dihuni manusia, tapi ada Cyborg dan Android (robot yang berpenampilan mirip manusia). Bulan juga dihuni manusia. Perjalanan Bumi-Bulan bukan sesuatu yang sulit ditempuh dengan pesawat antariksa. Teknologinya ya jelas lebih canggih.

TVnya dinamakan netscreen: televisi yang memiliki kelebian seperti sebuah smartphone, dapat digandung di dinding.

Kendaranny dinamakan Hover: Mobil terbang.

Ponsel=Portscreen: Ponsel yang memiliki kecanggighaan melebihi smartphone.

Mata uang: Univs.

Pada era ini, gak zaman computer diinstal, tapi otak manusia.

Refrensi bacaan genre fantasiku dikit, dan Harry Potter tetap is the best sependek pengalamanku. Alhasil novel ini kurang berkesan. Apalagi ceritanya gampang ditebak. Kisah bertemakan Cinderella dalam bentuk apapun, di zaman apapun, ya ceritanya gitu. Seorang gadis biasa yang jatuh cinta pada pangeran tampan dan kaya. Dan si pangeran juga moro-moro jatuh cinta pada pandangan pertama. And they lived happily ever after. Gampang ditebak, kan? Begitu pun dengan pangeran Kai yang….yah…..baru kenal Cinder langsung jatuh cinta. Di halaman 170, pembaca juga pasti sudah ngerti siapa Cinder sebenarnya.

Ada juga adegan terlepasnya sepatu di Cinder, tapi yang terlepas bukan hanya sepatu, tapi sekaligus kaki logam Cinder. Saat itulah Pangeran tau bahwa dia Cyborg.

“Kau bahkan lebih menyakitkan untuk dilihat dibandingkan Levana”. (hal 358)

Itu bagian paling menyedihkan menurutku.

Ending ceritanya belum bisa dibilang happily ever after karena sangat menggantung. Katanya sih, di Scarlet, seri kedua the Lunar Chronicles yang mengangkat tema tentang gadis berkerudung merah, juga ada kelanjutan kisah Kai dan Cinder. So, mari beli bukunya. Yang mau ngasih, aku terima dengan senang hati. hehe…. Insyaallah aku mau ngoleksi semua seri The Lunar Chronicles. Semoga seri lainnya lebih bagus dari Cinder.

Sosok  Kai dalam bayanganku seperti Yagami Light dalam Death Note

Light Yagami dan Kai Cinder
source: here

 

Informasi Buku

Judul: Cinder

Penulis: Marissa Meyer

Penerjemah: Yudith Listiandri

Penyunting: Selsa Chintya

Proofreader: Titish A.K

Penerbit: Spring.

Terbit: Cetakan pertama, Januari 2016

Tebal: 384 hal

ISBN: 978-602-71505-4-6

Beli @ bukabuku.com, 63.300k (20% off)

 

baca Scarlet (The Lunar Chronicles #2) di sini

baca Cress  (The Lunar Chronicles #3) di sini

baca Winter  (The Lunar Chronicles #4) di sini

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s