[Review] To Kill a Mockingbird

to_kill_a_mockingbirdYeaaaay… Akhirnya kesampaian juga baca buku ini. Salah satu buku yang masuk daftar 100 books you must read before you die. Coz everybody talks about it, aku nyari ebook gratisaannya di internet biar cepet. Kalau nunggu beli paling bentar seminggu baru nyampek rumah, itu pun kalau di tobuk online ready stock. Dan kupikir, aku harus tetap punya koleksi buku ini.

Karena aku bacanya hasil donlod gratisan, maklumlah tulisannya agak amburadul. Awal-awal halaman juga gak begitu tertarik. Makanya bacanya jadi lama banget, 21/02-06/03. Tapi tetap penasaran, kayak gimana sih ceritanya sampek banyak orang menyukainya dan banyak memenangkan penghargaan? eh, semakin lama ceritanya semakin seru. Penuh kejutan. Dan membuatku menyesal. “kemana aja aku selama ini? kok baru baca?” ternyata pas aku updet di bbm, Fendi teman kuliahku uda punya buku ini. Tentang buku-buku bagus, Fendi emang jagonya.

Kisah ini bersetting di sebuah wilayah bernama Maycomb, Alabama, Amerika serikat. Cerita dimulai saat Scout, si anak tomboy berumur 6 tahun, dan kakaknya, Jem Finch (10 tahun), mereka mempunyai teman musim panas, Dill (7 tahun). Dill tinggal di Meridian, Mississippi. Dan setiap musim panas setelah itu, Dill akan selalu menghabiskannya di Maycomb. Jem dan Scout mempunyai seorang ayah yang berprofesi sebagai pengacara, ibu mereka meninggal saat Scout berusia dua tahun. Di rumah, mereka mempunya seorang pembantu bernama Calpurnia. Kisah ini diceritakan dari sudut pandang Scout. Awal bab, Scout menceritakan tetangga-tetangganya, ada Miss Stephanie Crawford yang suka bergosip, terus miss Maudy yang suka berkebun dan memasak, Miss Rachel Havervord bibi Dill, Mrs. Dubose yang suka menghina ayah Scout dan Jem.

Dan yang paling menarik perhatian Scout, Jem dan Dill adalah keluarga Radley. Keluarga Radley tidak pernah bersosialisasi dengan tetangga, selalu menutup pintu, kebiasaan di Maycomb, tidak ada keluarga yang mengunci pintu rumah kecuali ada yang sakit atau cuaca sedang buruk. Berbagai prasangka muncul dari para tetangga, ada yang bilang rumah itu ada hantunya, atau anak keluarga Radley, Boo Radley gila. Hal itu membuat setiap orang takut ketika lewat rumah Radley, terutama anak-anak.

Sifat jail dan rasa ingin tahu Jem, Dill, dan Scout membuat mereka merencakan sesuatu untuk memancing Boo Radley keluar rumah. Pada suatu malam, aksi ketiga bocah tersebut membuat ribut penduduk Maycomb, Mr. Radley keluar rumah dengan membawa senapan. Mencari orang yang Mr. Radley pikir mencoba memasuki rumahnya. Jem, Dill, dan Scout segera kabur, dan mereka kembali ke kerumunan agar tidak menimbulkan kecurigaan. Malangnya, celana Jem tersangkut di pagar rumah Radley. Diam-diam Jem kembali ke rumah Radley jam 2 malam untuk mengambil celananya.

Musim panas berlalu, Dill kembali ke Meridian. Scout dan Jem kembali bersekolah, aktivitas yang tidak disukai Scout. Jem baru bercerita pada Scout, bahwa saat dia mengambil kembali celananya di pagar rumah Radley, celananya dalam keadaan sudah dijahit. Entahlah siapa yang menjahitnya. Ketika pulang sekolah, di ceruk pohon milik keluarga Radley mereka menemukan segulung benang abu-abu, mereka ingin sekali mengambilnya tapi takut, besoknya gulungan benang itu masih di tempat dan tanpa ragu mereka mengambilnya. Di lain hari, mereka menemukan dua pahat patung dari sabun, bentuknya mirip Jem dan Scout, mereka merasa setiap benda di ceruk itu untuk mereka dan mengambilnya walaupun tidak tahu siapa yang memberikannya. Selanjutnya, ada medali, kemudian permen. Begitulah, sampai ceruk itu ditutup mereka masih belum tahu siapa yang memberikan barang yang mereka pikir untuk keduanya.

Tokoh favorit di Novel ini yaitu, Atticus Finch, ayah Jem dan Scout, setelah istrinya meninggal dia tidak menikah lagi. Dia membesarkan anaknya dengan sabar, penuh kasih sayang, dan dengan cara yang kadang orang lain anggap salah. Adiknya, Alexandara Finch, mengatakan Atticus salah dalam mengasuh anak-anaknya. Jem dan Scout menjadi liar. terutama Scout menjadi gadis tomboy, seharusnya dia bersikap seperti perempuan terhormat, harus memakai rok, bukan celana. Kedua anaknya sangat dekat dengan sang ayah. Bahkan Jem bercita-cita ingin menjadi pengacara seperti ayahnya.

Suatu hari saat Natal, Scout bertengkar dengan sepupunya. Keduanya sama-sama salah, tetapi yang terlihat oleh paman Jack, adik ayahnya, adalah ketika Scout yang berbuat jahat. Paman jack menghukum Scout. Scout protes.

“Paman tak pernah meluangkan waktu sejenak saja untuk memberiku kesempatan bercerita dari sisiku. Paman langsung saja menyerangku. Kalau aku dan Jem bertengkar, Atticus tak pernah hanya mendengar cerita Jem, dia mendengar ceritaku juga (hal 174).

Peristiwa-peristiwa paling menegangkan yaitu saat Atticus menjadi pengacara Tom Robinson, negro berkulit hitam yang dituduh memperkosa Mayella Ewell dari kalangan kulit putih. Atticus membuktikan bahwa Tom Robinson tidak bersalah. Tapi hukum adat yang berlaku saat itu, orang berkulit putih kedudukannya lebih tinggi dari kulit hitam. Di pengadilan, tidak pernah kulit hitam memenangkan kasus jika berhadapan dengan kulit putih.

Atticus menjadi bahan omongan penduduk karena mau membela Tom. Bahkan Jem dan Scout sering mendapat cemooh bahwa ayahnya adalah seorang pecinta nigger.

“Apakah semua pengacara membela orang Negro, Atticus?”

“Tentu saja, Scout.”

“Lalu, kenapa Cecil bilang kau membela nigger! Cara bicaranya seolah-olah kau punya pabrik alkohol ilegal.” (hal 152)

Saat melihat ayahnya membela Tom Robinson di pengadilah, Jem yakin ayahnya akan menang. Tapi dia harus kecewa dan sangat marah karena Tom Robinson diputuskan bersalah.

Atticus tau dia akan kalah, dia tetap membela Tom Robinson dengan gigih.

“Tempat di mana seseorang semestinya mendapatkan keadilan adalah dalam ruang pengadilan, baik kulitnya berwarna apa pun dalam pelangi, tetapi kebencian biasanya terbawa ke dalam petak juri. (Atticus Finch 441)

Atticus orang yang selalu berbaik sangka. Dia selalu melihat peristwa dari kacamata positif. Hasilnya, banyak yang mecintai Atticus.

Saat membela keluarga Cunningham, dia tahu keluarga Cunningham tidak akan sanggup membayarnya dengan uang. Tapi ketika keluarga Cuningham mampu, dia membayar sesuatu yang melebihi uang.

Saat dia kalah dalam membela Tom Robinson, dia mendapatkan banyak simpati baik dari kalangan kulit putih maupun kulit hitam. Keluarga Ewell memang menang dipengailan itu karena sekali lagi, juri biasanya memang tidak pernah memenangkan kulit hitam atas kulit putih. Tapi di mata masyarakat, keluarga Ewell dipandang sebelah mata. Masyarakat sadar Tom Robinson difitnah keluarga Ewell. Bob Ewell (ayah Mayella Ewell), jadi sangat membenci Atticus. Dia berjanji akan membuhuh Atticus.

Dan ketika Jem melihat Atticus diludahi oleh Bob Ewell dan diam saja, Atticus berkata, bahwa Bob sudah sewajarnya kesal dan ingin balas dendam, dan untungnya dia hanya kesal pada Atticus, bukan melampiaskan pada anak-anaknya.

Spoiler Alert

Kejadian paling parah yaitu, saat Scout dan Jem pulang malam dari pertunjukan di sekolah. Mereka dibuntuti oleh seseorang, dan ketika nyampek depan rumah bob Radley yang sepi, mereka diserang. Jem melawan, melindungi dirinya dan adiknya. Tapi kekuatan Jem tidak bisa menandingi penyerangnya. Tiba-tiba ada seseorang yang datang menolong. Scout pikir itu Atticus. Jem pingsan, saat tiba di rumah, Scout kaget bercampur malu. seseorang yang menolongnya adalah seseorang yang selalu dia buruk prasangkai, seseorang yang pernah dia dan jem usili, sekaligus seseorang yang selalu memberi mereka hadiah di ceruk pohon. Boo Radley. Ada alasan mengapa Boo Radley tidak pernah keluar rumah. Tugas kita adalah bukan berburuk sangka.

“Kau tak akan pernah mengenal seseorang sampai kau berada dalam posisinya dan mencoba menjalani hidupnya. (Atticus Finch, hal 559).

quote to kill a mockingbird

source of image: here

Membaca cerita ini membuatku terharu. Gak rela cerita ini selesai. Dan terakhir, spechless. Suka sama Atticus yang selalu berbaik sangka,yang selalu mendengarkan anak-anaknya. Jem yang semakin lama tumbuh dewasa dan mirip Atticus, dan Scout si bungsu loveable, akirnya Scout bisa berteman dengan Boo Radley. Highly recommended pokoknya.

Membaca karaker Atticus dalam cerita, aku jadi mengingat-ngingt bagaimana sikapku pada orang lain, terutama dalam menghadapi murid-muridku. Aku harus belajar untuk lebih sabar, dan selalu berpikir positif.

Trivia

Gak ada wilayah bernama Maycomb di Amerika, tapi katanya wilayah tersebut merepresentasikan Monroeville, Alabama, dimana penulis tinggal.

Aku juga baru tahu setelah baca novel ini bahwa Harper Lee itu cewek, aku kira cow0k. Sebelum baca aku gak searching dulu sih.

Awalnya aku bingung, Scout, yang nama aslinya Jean Louise Finch ini cowok apa cewek. Dia suka bermain dengan kakaknya dan Dill, terus kalau Jem ngajakin Scout bikin keributan dan Scout gak mau, Jem bilang Scout sudah mirip gadis beneran. Tapi orang-orang manggil dia Miss.

Quote

“Siapa pun mereka, orang yang melangkahkan kakinya di rumah ini adalah tamu. Jadi, jangan sampai aku pergoki kau mengomentari kebiasaan mereka seolah kau lebih tinggi! Kalian mungkin memang lebih baik dari keluarga Cunnigham, tapi kau tak ada artinya kalau mempermalukan mereka seperti itu” (Calpurnia, hal 48)

“Orang yang berakal sehat tak pernah berbangga dengan bakatnya,” (Miss Maudie, hal 199)

“Keberanian adalah saat kau tahu kau akan kalah sebelum memulai, tetapi kau tetap memulai dan kau merampungkannya, apa pun yang terjadi. Kau jarang menang, tetapi kadang-kadang kau bisa menang” (Atticus Finch, hal 227).

Informasi Buku

Judul: To Kill a Mockingbird || Penulis: Harper Lee || format: pdf || tebal: 562 hal

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s