[Review] Pusaran Energi Ka’bah

Pusaran Energi Ka’bahAdakah sebuah karya sehebat Ka’bah yang setiap tahunnya menyedot jutaan manusia dari seluruh penjuru dunia selama ribuan tahun? berapa banyak sudah harta benda dan aktifitas kehidupan yang ‘mengitarinya’ selama itu, yang terpancar akibat kerinduan hamba-hamba Allah di seluruh permukaan planet bumi …

Adakah juga karya sedahsyat ini, di mana setiap saat ia menjadi pusat gerakan-gerakan shalat dari miliaran manusia di berbagai penjuru bumi? Berapa besarkah energi yang terpancar dari keikhlasan hamba-hamba Allah yang rukuk dan sujud sepanjang shalatnya yang khusuk…

Dan adakah juga keyakinan yang demikian kokohnya di mana bermiliar-miliar manusia memusatkan seluruh konsentrasinya kepada Allah Azza wa Jalla melalui kiblat yang satu yang ‘menyemburkan pusaran energi’ luar biasa menuju Arsy Allah, Sang Maha Perkasa…(hal 24)


Menarik membaca karya Agus Mustofa, dia mengkaji sesuatu dengan kacamata ilmu pengetahuan dan agama dengan bahasa yang mudah dipahami. Terlepas dari berbagai kontroversi tentang buku-bukunya, yang tentunya saya tidak mau membahasnya di sini. Saya mau mengulas isi buku ini bagaimana ilmu pengetahuan mengkaji tentang Pusaran Energi Ka’bah. Review ini akan lebih banyak berisi kutipan langsung dari buku.

Ketika seseorang menunaikan ibadah haji, salah satu cita-citanya adalah berdoa di Multazam. Multazam adalah satu tempat di dekat Ka’bah, antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah. Ini adalah tempat yang paling mustajab untuk berdoa kepada Allah. Konon, berdoa di sini gampang dikabulkan Allah. (176)

Kenapa bisa begitu? Agus Mustofa menjelaskan ada 3 faktor penyebab Multazam menjadi tempat yang mustajab

  1. Faktor Nabi Ibrahim

Terlebih dahulu kita bahas mengenai Resonasi Hati. Secara sederhana Resonasi sendiri bisa diartikan dengan ‘penularan’ getaran kepada benda lain. Artinya, jika kita menggetarkan suatu benda, lantas ada benda lain yang ikut bergetar, maka dikatakan benda lain tersebut terkena resonasi alias ‘tertular’ getaran alias frekuensi. (hal 150)

Lalu, bagaimana dengan getaran hati? seperti apa hati manusia beresonasi?

“Orang-orang yang apabila disebut nama Allah bergetarlah hati mereka, orang-orang yang sabar terhadap apa yang menimpa mereka, orang-orang yang mendirikan sembahyang, dan orang-orang yang menafkahkan sebagian dari apa yang telah Kami rezekikan kepada mereka”. [QS. Al Hajj (22): 35]

Itulah yang disebut dengan getaran Ilahiyah. Hati yang baik adalah hati yang lembut. Hati yang gampang bergetar. Hati yang lembut bagaikan sebuah tabung resonasi yang bagus. Getarannya menghasilkan frekuensi yang semakin lama semakin tinggi. Semakin lembuh hati seseorang, semakin tinggi pula frekuensinya. Pada frekuensi 10 pangkat 8 akan menghasilkan gelombang radio. Dan jika lebih tinggi lagi, pada frekuensi 10 pangkat 14, akan menghasilkan gelombang cahaya. (hal 153)

Di akhir QS. Attaubah ayat 114, Allah berfirman,

Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang yang sangat lembut hatinya lagi panyantun.

Allah menyanjung bahwa nabi Ibrahim adalah seseorang yang berhati lembut. Beliau adalah kesayangan Allah, bapak para nabi. Manusia sekelas nabi Ibrahim hatinya mampu mengasilkan gelombang cahaya. Cahaya yang kuat itu, memancar terhadap lingkungan di sekitarnya.

Dan Ka’bah adalah karya Nabi Ibrahim bersama anaknya, Nabi Ismail. Ka’bah menjadi tempat aktivitas beribadah selama bertahun-tahun, maka Ka’bah itu menyimpan energi Ibrahim yang positif. Dekat dengan Ka’bah, seperti dekat dengan Nabi Ibrahim. Kita merasakan ketenangan dan kedamaian, lembut seperti sifat Nabi Ibrahim yang dipuji-puji oleh Allah itu. (hal 179)

  1. Faktor Hajar Aswad

Hajar Aswad, artinya batu hitam. Ia ditempatkan di sebuah lubang, di salah satu pojok bangunan Ka’bah. Konon, batu hitam itu jatuh dari langit. Dugaan penulis, ini adalah sisa batu meteor yang memiliki kadar logam yang sangat tinggi. Batu hitam itu, oleh Nabi Ibrahim lantas dijadikan sebagai salah satu dari batu fondasi Ka’bah. (hal 180-181)

Hajar aswad berfungsi sebagai ‘pintu’ masuk dan keluarnya energi Ka’bah, karena ia memiliki daya hantaran elokromagnetik yang sangaat tinggi. Energi Ka’bah mengalir deras dari bagian ini ‘menyinari’ orang-orang yang berada di sekitarna. Meskipun energi itu juga memancar dari bagian-bagian Ka’bah yang lain. Akan tetapi, yang paling besar adalah yang terpancar dari Hajar Aswad. Karena itu orang yang paling dekat dengan hajar aswad itulah yang akan mengalami pengaruh paling besar. Di situlah letaknya Multazam. (hal 182)

  1. Faktor orang bertawaf

Faktor penyebab besarnya gelombang elektromagnetik Ka’bah salah satunya adalah dikarenakan orang bertawaf. Kanapa orang yang bertawaf menyebabkan munculnya gelombang elektromagnetik? Dan apa kaitannya dengan doa yang mustajab?

Sesungguhnya, setiap perbuatan manusia selalu menghasilkan gelombang elektromagnetik. Gelombang itu selalu memancar ketika kita melakukan apapaun. Baik kita sedang berkata-kata, ataupun kita sedang berpikir, apalagi sedang melakukan aktivitas fisik. (hal 184).

Doa yang kita ucapkan itu juga memiliki kandungan energi. Apalagi doa-doa yang kita ambil dari firman-firman Allah di dalam Al-Quran.

Dalam ilmu fisika dikenal suatu kaidah yang disebut Kaidah Tangan Kanan: Jika ada sebatang konduktor (logam) dikelilingi oleh listrik yang bergerak berlawanan dengan arah jarum jam, maka di konduktor itu akan muncul medan elekromagnetik yang mengarah ke atas.

Dalam Kaidah Tangan Kanan digambarkan sebagai: sebuah tangan yang menggenngam empat jari, dengan ibu jari yang menggenggam itu menunjukkan arah putaran arus listrik, sedangkan ibu jari digambarkan sebagai arah medan elektromagnetik (hal 185).

Tubuh manusia sebenarnya mengandung listrik dalam jumlah besar yang dibawa oleh miliaran bio-elektron dalam tubuh kita. maka, dengan kata lain, kita sebenarnya bisa menyebut tubuh manusia adalah kumpulan muatan listrik. Sehingga ketika ada jutaan orang bertawaf mengelilingi ka’bah, ini seperti ada sebuah arus listrik yang sangat besar berputar-putar berlawanan dengan jarum jammengitari Ka’bah. (hal 186).

Apa yang terjadi?

Di tengahnya, di ka’bah, khususnya lagi di hajar aswad—terjadi medan elektromagnetik yang mengarah ke atas. Hajar Aswad telah berfunsgi sebagai konduktor. Dan bukan hanya sekedar konduktor,melainkan super konduktor.

Lantas, apa fungsi medan elektromagnetik yang sangat besar yang keluar dari Ka’bah itu? gelombang inilah yang akan membantu kekuatan do’a orang-orang yang bermunajat di sekitar Ka’bah, khususnya yang berada di dekat Hajar Aswad alias Multazam.

Agus Mustofa mengibaratkan seorang penyiar radio yang sedang berbicara di depan mikrofon. Saat itu si penyiar sedang menumpangkan suaranya pada sebuah gelombang elektromagnetik yang dihasilkan oleh peralatan pemancarnya. Jika si penyiar berbicara tanpa mikrofon, maka jarak jangkau suaranya tidak terlalu jauh. Barangkali saat dia berteriak, suaranya hanya bisa menjangkau puluhan meter saja. Akan tetapi ketika dia menggunakan mikrofon, suaranya bisa menjangkau jarak yang lebih jauh.

Orang yang berdoa di dekat Multazam, bagaikan seorang penyiar radio yang sedang bertugas. Dia berada di depan mikrofon Hajar Aswad. Maka ketika dia berdoa, pancaran energi doanya itu akan ditangkap oleh superkonduktor Hajar Aswad untuk kemudian dipancarkan bersama-sama gelombang elektromagnetik yang mengarah ke atas akibat aktivitas orang bertawaf. Maka, kekuatan doa kita menjadi berkali-kali lipat, karena terbantu oleh power yang demikian besar dari Ka’bah menuju kepada Arasy Allah. Dalam hal ini, Ka’bah telah berfungsi bagaikan sistem pemancar radio. (hal 188)

Yap, seperti begitulah penjelasan ilmiahnya. Masih kurang jelas? timbul pertanyaan lain? Silahkan baca sendiri bukunya yaaa…

Doaku, semoga segera bisa mengunjungi Baitullah. Aamiin.

Review Tepesona di Sidratul Muntaha karya Agus Mustofa silahkan baca di sini.

Informasi Buku

Judul: Pusaran Energi Ka’bah

Penulis: Agus Mustofa

Editor: Achamad Sjamsudin

Terbit: Februari 2008

Penerbit: PADMA press

Tebal: 272 hlm

ISBN: 979-3487-13-05

Submitter for

#pbbp

proyek_baca_buku_perpustakaan

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s