[Book Review] Inferno by Dan Brown #1

Inferno Dan BrownTengah malam, Robert Langdon terbangun di rumah sakit dan syok saat mendapati dirinya ada di Florence, Italia. Padahal, ingatan terakhirnya adalah berjalan pulang setelah memberikan kuliah di Harvard. Belum sempat Langdon memahami keganjilan ini, dunianya meledak dalam kekacauan. Di depan mata, dokter yang merawatnya ditembak mati. Langdon berhasil lolos berkat Sienna Brooks, seorang dokter muda yang penuh rahasia.

Dalam pelarian, Langdon menyadari bahwa dia memiliki sebuah stempel kuno berisi kode rahasia ciptaan ilmuan fanatik yang terobsesi pada kehancuran dunia berdasarkan mahakarya terhebat yang pernah ditulis, Inferno karya Dante. Ciptaan genetis ilmuan tersebut mengancam kelangsungan umat manusia, Langdon harus berpacu dengan waktu memecahkan teka teki yang berkelindan dalam puisi-pusi gelap Dante Alighieri. Belum lagi, dia harus menghindari sepasukan tentara berseragam hitam yang bertekad menangkapnya.


Review ini mungkin akan panjang. Agak bingung sih sebenarnya ketika harus membuat review buku yang tebalnya 644 halaman ini. Awalnya aja aku sempat ragu-ragu antara membuat reviewnya atau tidak. Soalnya membaca karya Dan Brown itu harus cermat dan teliti untuk paham konfliknya apa, kalau gak cermat sulit untuk menceritakan kembali. Ketika baca sih seru, memicu adrenalin, menegangkan, penuh rahasia, intrik, kode, informasi keren, dan selalu bikin penasaran tentunya. Walaupun novel ini belum mampu mengalahkan rasa sukaku terhadap The Davinci Code dan Angel and Demon.

Aku suka ketika Langdon memecahkan pesan rahasia, simbol, kode, sandi, pergi ke suatu tempat yang dimaksudkan dalam pesan rahasia, dan pesan rahasia sebelumnya kemudian mengarah lagi alias menjadi petunjuk untuk memecahkan pesan rahasia selanjutnya, pergi ke suatu tempat lagi, begitu seterusnya sampai apa yang dicari ditemukan. Review kali ini akan mengantarkan kita memecahkan pesan rahasia yang terinspirasi dr Inferno dan membawa kita pada tempat-tempat bersejarah yang penuh dengan karya seni seniman-seniman besar.

Oke lanjut…………….

Seperti kita tahu di setiap kisah Robert Langdon, pasti ditemai oleh seorang wanita cantik, pintar, dengan profesi bergengsi, dan sangat ahli di bidangnya. Di The Davinci Code dia ditemani Sophia Neveu, si kriptolog, di Angel and Demon dengan Vittorian Vetra, seorang Ilmuan yang berkerja di CERN, Organisasi Eropa untuk Riset Nuklir, di The Lost Symbol dengan Catherine Solomon, pakar di bidang ilmu noetic. Dan kali ini dia ditemani seorag dokter muda cantik, ber IQ 208, dan mahir beracting, Sienna Brooks. Misinya kali ini adalah, Langdon harus segera menemukan wabah yang diciptakan oleh ilmuan Bertrand Zobrist sebelum tersebar dan merusak populasi manusia di dunia.

Sekilas tentang pemikiran Zobrist. Menurutnya, dunia berada di ambang kehancuran karena overpopulasi. Tidak lama lagi sumber daya alam tidak akan mampu memenuhi kebutuhan sumber daya manusia yang semakin membludak. Ketika populasi global meningkat tak terkendali, maka alam akan memiliki cara untuk menyortir diri sendiri. Seperti kejadian Black death (kematian hitam), yang disebabkan oleh wabah mematikan yang menyapu Eropa pada tahun 1300-an, membuhuh sepertiga populasi di berbagai daerah. Dia memiliki gagasan menciptakan sesuatu yang bisa menekan overpopulasi tersebut dengan alasan demi menyelamatkan dunia. Bagi Zobrist, TEMPAT TERGELAP DI NERAKA DICADANGKANAN BAGI MEREKA YANG TETAP BER SIKAP NETRAL DI SAAT KRISIS MORAL. Dan kontrasepsi saja tidak cukup untuk menekan overpopulasi.

ngeri kan???

Pemikiran radikal Zobrist meresahkan banyak pihak. Ketika orang lain ingin menyelamatkan kehidupan, dia malah sebaliknya. Dia menjadi burunon utama WHO (World Health Organization). Zobrist bunuh diri di Florence.

Sebelum dia bunuh diri, dia membayar jasa Konsorsium (sebuah organisasi rahasia) untuk menyebarkan video kematiannya sendiri. Dan meminta Konsorsium mengunggah video tersebut pada waktu yang telah ditentukan oleh Zobrist. karena video itu meresahkan, Konsorsium yang biasanya tidak ikut campur urusan klien menghubungi direktur WHO, Elizabeth Sinskey dan bekerja sama menemukan tempat zobrist menyebarkan wabah. Ada harapan bahwa wabah tersebut belum tersebar, karena di video wabah itu masih terbungkus plastik. Dan terdapat sebuah tulisan,

DI TEMPAT INI, PADA TANGGAL INI,

DUNIA BERUBAH SELAMANYA.

Nah, di sini Langdon dan Sienna berusaha untuk menemukan tempat Zobrist akan menyebarkan wabahnya sebelum wabah tersebut benar-benar tersebar. Tanggal yang ditentukan Zobrist jatuh pada besok pagi. Itu artinya waktunya sekitar 24 jam.

Dimulai dengan Langdon yang terbangun di rumah sakit Florence dalam keadaan amnesia. Karena dikerjar oleh Vayentha, si pembunuh bayaran, Langdon dan Sienna kabur ke apartemen Sienna. Sienna memperlihatkan sebuah silinder logam berukuran 6 inch dengan simbol Biohazard yang ditemukannya di jaket Tweet Harist Langdon.

biohazard
sumber gambar : klik

simbol Biohazard

Di bawa simbol biohazard terdapat kaligrafi bertuliskan SALIGIA. Itu mnemonic bahasa latin yang diciptakan vatikan pada abad pertengah untuk mengingatkan orang Kristen pada Tujuh Dosa Besar. Saligia adalah singkatan dari: Superbia, avaritia, luxuria, invadia, gula, ira, dan acedia, yang berarti kesombongan, keserakahan, hawa nafsu, kecemburuan, kerakusan, kemarahan, dan kemalasan. (hal 87)

Silinder tersebut ternyata sebuah pointer faraday, dengan prinsip kerja mengubah energi kinetik menjadi energi listrik. Langdon mengarahkan pointer tersebut ke dinding. Tapi cahaya yang muncul di dinding bukan berupa titik laser merah kecil, itu foto definisi-tinggi yang tampak jelas, dan memancar dari tabung seakan sebuah slide proyektor. (hal 91). Langdon mengenal lukisan yang memancar dari proyektor tersebut, La Mappa dell’ Inferno, Peta Neraka (Map of Hell), karya seorang tokoh besar Renaisans Italia, Sandro Botticelli, yang terinpirasi oleh Inferno-nya Dante. (hal 93).

la-mappa-del-inferno-
Map of Hell by Sandro Botticelli

sumber gambar: klik

Inferno, yang diagungkan sebagai salah satu karya terkemuka dalam sastra dunia, adalah bagian pertama dari tiga buku yang menyusun Divine Comedy-nya Dante Alighieri, puisi epic 14.233 baris yang menggambarkan turunnya Dante secara brutal ke dunia bawah, perjalanan melewati penebusan, dan kedatangannya di surga pada akhirnya. Dari 3 bagian Divine Comedy—Inferno, Purgatoria, dan Paradiso—Inferno-lah yang jauh lebih banyak dibaca pada akhirnya. (hal 95)

Seperti yang digambarkan di sini oleh Botticelli, Visi mengerikan Dante mengenai neraka berwujud corong penderitaan di bawah tanahpemandangan dunia bawah tanah berupa api, belerang, limbah, monster, dan iblis yang menunggu di bagian intinya. Lubang itu tersusun atas Sembilan tingkat yang berbeda. Sembilan lingkaran neraka, dan para pendosa ditempatkan di dalam masing-masing tingkat sesuai dengan beratnya dosa mereka. di bagian teratas, orang-orang cabul atau “penjahat hawa nafsu” diombang-ambingkan oleh angin badai abadi, simbol ketidakmampuan mereka dalam mengendalikan nafsu. Di bawa mereka, orang-orang rakus dipaksa berbaring menelungkup di dalam lumpur busuk limbah dengan mulut dipenuhi tinja mereka sendiri. Lebih dalam lagi, orang-orang bid’ah diperangkap dalam peti mati terbakar, terpanggang api selamanya. Dan seterusnya … semakin jauh seseorang turun, semakin buruk siksaannya. (hal 96)

Ini pertamakalinya aku mendengan nama Dante, dan ketika tokoh ini menggambarkan neraka begitu detail karena pernah turun sendiri ke Neraka, ehmm… gimana ya? orang ini imajinasinya tinggi banget. Tapi karena Dante lah, katanya banyak orang datang ke gereja.

Sebelum Sienna dan Langdon mengkaji banyak hal mengenai lukisan tersebut, mereka sudah diburu oleh tentara berseragam hitam. Keduanya kabur menggunakan Trike.

karena sepertinya mereka seru banget saat kabur dengan Trike, aku jadi penasaran kayak apa sih bentuknya. And..here it is

trike
sumber: klik

Keduanya masuk ke Boboli Garden. Langdon menyalakan kembali proyektornya. Terdapat tulisan CATROVACER dalam lukisan. Langdon membagi tulisan itu menjadi dua kata CATROVA—CER, dan membaliknya sesuai petunjuk di lukisan sehingga menjadi CER—CATROVA, merupakan bahasa Itali yang jika dilafadzkan menjadi “Cerca…Trova” yang artinya “Carilah, maka akan kau temukan”. (hal 155)

Langdon ingat bahwa tulisan itu merujuk pada lukisan Battaglia di Marciano (Battle of Marciano) karya Giorgio Vasari di Hall of the Five Hundred, Palazzo Vecchio.

Keduanya menuju Palazzo Vecchio dan mengamati lukisan sepanjang 17 meter tersebut di Hall of the Five Hundred. Tulisan ‘Cerca Trova’ berukuran kecil, dan hanya bisa dilihat dengan binocular. Langdon belum bisa memecahkan pesan dibalik katan ‘Cerca Trova’ yang letaknya cukup tinggi di dinding.

battalia
Battaglia di Marciano by Giorgio Vasari

sumber gambar: klik

Apa rahasia di balik lukisan itu? dan kemana akan membawa Langdon dan Sienna selanjutnya?

lanjut ke review part 2 nya yaa….. di sini

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s