2 hal gak masuk akal di Trilogy The Hunger Games

the-hunger-games-mockingjay-part-2
sumber gambar: klik

Gak masuk akal menurut pendapat pribadiku sendiri. Mohon dikoreksi kalau salah.

  1. tragedi buah Berry beracun

Di akhir The Hunger Games (Novel pertama), Katniss dan Peeta hendak memakan buah berry beracun, kemudian juri Hunger Games segera menghentikan aksi keduanya dan dinobatkanlah Katniss dan Peeta sebagai pemenang Hunger Games. Biasanya pemenang Hunger Games hanya dipilih satu, tapi di Hunger Games ke 74, terpilih dua orang. Kemudian, di novel keduanya, Catching Fire, disebutkan bahwa aksi memakan buah Berry itu disebut pemberontakan. Awalnya aku bertanya-tanya, apa hubungannya buah Berry dan pemberontakan sih? Dan akhirnya aku cukup paham sekarang. Ide memakan buah Berry itu idenya Katniss, bukan Peeta. Si presiden Snow menganggap bahwa Katniss mempermainkan Capitol dengan pura-pura hendak memakan buah Berry, sehingga juri menobatkan Katniss dan Peeta sebagai pemenang. Kalau tragedi buah berry aja bisa mengecoh Capitol, maka presiden Snow takut muncul tindakan-tindakan lain yang bisa mengecoh Capitol selanjutnya, yaitu revolusi.

Saat baca novel pertamanya, aku juga bertanya-tanya apa yang akan dilakukan Katniss dan Peeta saat juri mengumumkan lagi bahwa pemenang hanya dipilih satu. Yang membuat aku menuliskan ini karena kemaren nonton filmnya. Di filmnya, aku agak lupa di novelnya seperti apa karena ada beberapa bagian yang gak sama, Peeta rela kalah, dan menyuruh Katniss membunuhnya. Tapi Katniss mau tidak ada yang terbunuh diantara keduanya. Dan meminta Peeta memakan buah Berry bersama-sama. Peeta bingung, Katniss bilang, β€œTrust me” berkali-kali. Agak bingung sih, maksudnya apa dengan memakan buah berry? Apa yang terjadi? Keduanya akhirnya sama-sama hidup. Kok Katniss bisa yakin banget mereka tidak akan dibiarkan mati??? Kemenangan keduanya di luar kendali presiden Snow. Mengetahui kemenangan Katniss dan Peeta, si presiden marah. Si ketua Juri dibawa ke ruangan presiden, dan disuguhkan buah berry beracun. Adegan ini lebih bisa dimengerti saat menonton filmnya. Karena di buku menggunakan sudut pandang Katniss. Hanya Katniss bisa menebak bahwa ketua juri dihukum.

  1. kenapa tidak bisa menyelamatkan Peeta?

Di akhir Quarter Quell, pertandingan berantakan. Katniss, Finnick, dan Beete diselamatkan oleh pasukan distrik 13 dan sekutunya. Sementara Johanna dan Peeta ditawan Capitol. Melalu media, Katniss dan Peeta saling baku hantam. Pertanyaanku. Kenapa distrik 13, presiden Coin cs tidak bisa menyelamatkan Peeta? Atau tidak mau? Okelah, kalau pilihannya antara Peeta dan Katniss. Katniss lebih dibutuhkan sebagai simbol pemberontakan. Tapi kok bisa menyelematkan Beete dan Finnick sementara Peeta ditinggal? Okelah, Beete dengan kemampuannya sangat dibutuhkan. Tapi antara Finnick dan Peeta? Ini masih menjadi tanda tanya bagiku. Memang yang jadi seru itu di Mockingjay (novel terakhir), saat Peeta dimanfaatkan Capitol dan Katniss sebagai senjata kaum pemberontak. Keduanya saling melempat propo. Tapi alasan penulis memisahkan mereka setelah quarter quell kurang kuat.

Yaaa,,, itulah kebingunganku. Terlepas dari itu. Novel yang ini seruuuuu bingiiiit.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s