[Book Review] Catching Fire |Trilogy The Hunger Games

Catching fireDi buku pertama, panitia mengubah peraturan Hunger Games dengan mengambil dua pemenang. Saat peserta hanya tersisa Katniss dan Peeta, panitia mengubah lagi peraturan dengan mengambil satu pemenang. Pilihannya, membunuh teman sendiri atau mati bersama, dan Katniss bersama Peeta nekat memakan buah berry beracun hingga juri mengumumkan keduanya sebagai pemenang. Tindakan mereka dianggap sebagai pemberontakan oleh Capitol. Akibatnya, Presiden Snow (presiden Capitol) mengancam akan membahayakan orang-orang yang Katniss sayangi jika tidak bisa meredam pemberontakan itu.Tapi massa dari setiap distrik sudah tersulut untuk melakukan pemberontakan lain. Katniss dan burung Mockingjay dijadikan lambang pemberontakan terhadap Capitol.

Karena Katniss dan Peeta adalah pemenang Hunger Games ke 74, maka untuk Hunger Games ke 75, yang berarti Quarter Quell otomatis mereka menjadi mentor.

Quarter Quell diadakan setiap 25 tahun sekali dan Capitol meminta peserta dua kali lipat dari Hunger Games biasanya. Lagi-lagi, Capitol mengubah peraturan Quarter Quell tahun ini. Peserta Quarter Quell harus para pemenang dari masing-masing distrik. Dari distrik 12, ada 3 pemenang yang masih hidup, yaitu Katniss, Peeta dan Haymitch. Katniss dan Peeta yang akhirnya mewakili distrik 12.

Pertandingan Hunger Games di episode Catching Fire (tersulut) lebih menantang, lebih mencekam dan lebih mengaduk-ngaduk emosi daripada sebelumnya. Bukan karena saling baku hantam sesama peserta. Tapi karena medan yang sulit, jebakan-jebakan dari panitia yang keji. Ditambah karena semua peserta adalah pemenang Hunger Games tahun-tahun sebelumnya, mereka saling mengenal dan sudah terjalin persahabatan.

Ancaman presiden Snow untuk membahayakan orang-orang terdekat Katniss dimulai dengan Cinna. Cinna disiksa di depan mata Katniss karena aksi pemberontakannya dengan mengubah pakaian yang dugunakan Katniss untuk wawancara menjadi kostum burung mockingjay.

Katniss terngiang-ngiang dengan ucapan Cinna sebelumnya,

“Jangan kuatir. Aku selalu menyalurkan perasaan-perasaanku ke dalam pekerjaanku. Dengan begitu, aku tidak menyakiti orang lain kecuali diriku sendiri.” (hal 152)

Aksi pemberontakan lain ditandai dengan akhir pertandingan Hunger Games tanpa pemenang. Terjadi persekongkolan antara beberapa peserta, Haymitch, ketuan Juri Hunger Games sendiri, Plutarch Heavensbee.

Trilogy The Hunger Games by Suzanne Collins

download e-book di sini

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s