[Book Review] The Hunger Games

File-Hunger_gamesPanem, sebuah negara yang muncul dari sisa-sisa tempat yang dulunya bernama Amerika Utara dengan ibukota bernama Capitol. Di Panem awalnya terdapat 13 distrik. Ketigabelas distrik tersebut melakukan pemberontakan terhadap Capitol, ibukota yang adikuasa. Hasilnya, dua belas distrik dikalahkan, dan distrik ketiga belas dimusnahkan. Sebagai pengingat tentang peristiwa pemberontakan dan untuk menunjukkan super power Capitol, setiap tahunnya sang ibukota mengadakan sebuah turnamen tak berkeprimanusiaan yang dinamakan Hunger Games.

 “Peraturan Hunger Games sebenarnya sederhana. Sebagai hukuman atas perlawanan kami, masing-masing distrik harus menyediakan satu anak lelaki dan satu anak perempuan (umur 12-18 tahun), yang dinamakan sebagai para peserta untuk berpatisipasi. Dua puluh empat peserta akan dipersenjatai di arena luar yang luas, yang berupa padang pasir tandus yang panas menyengat hingga tanah pembuangan yang dingin membeku. Selama beberapa minggu, mereka harus bersaing dalam pertarungan sampai mati. Peserta terakhir yang masih hidup adalah pemenangnya”.(hal 14)

“Untuk membuatnya lebih memalukan dan menyiksa, Capitol memaksa kami memperlakukan Hunger Games sebagai perayaan, peristiwa olahraga yang membuat satu distrik berkompetisi dengan distrik lainnya. Peserta terakhir yang hidup akan menikmati hidup enak saat pulang nanti, dan distrik mereka akan dilimpahi berbagai hadiah, yang kebanyakan berupa makanan. Sepanjang tahun, Capitol akan menunjukkan bagaimana distrik yang jadi pemenang menerima hadiah gandum, minyak, bahkan makanan lezat seperti gula sementara distrik-distrik lain harus berjuang agar tidak mati kelaparan”. (hal 14)

“Mengambil anak-anak dari distrik kami, memaksa mereka untuk saling membunuh sementara kami menontonnya- ini adalah cara Capitol untuk mengingatkan kami betapa sesungguhnya kami berada dibawah belas kasihan mereka. Betapa kecil kemungkinan kami bisa selamat jika timbul pemberontakan lain” (hal 15).

Hunger Games ini ditayangkan secara live di seantro negeri.

Hari pemelihan peserta Hunger Games tiba, semua penduduk distrik 12 berkumpul di alun-alun. Rasa takut dan was-was menghampiri setiap orang, bagi remaja berharap namanya tidak terpilih sebagai peserta, para orang tua juga berharap sama untuk anak-anak mereka. Permainan keji ini hanya mempunyai dua pilihan, dibunuh atau membunuh.

Katniss Everdeen, remaja berusia 16 tahun dari distrik 12 tersentak mendengar nama adiknya, Primrose Everdeen (12 tahun) yang terpilih menjadi peserta Hunger Games, dengan berani Katniss mengajukan diri menggantikan adik yang sangat disayanginya. Nama Peeta Mellark, teman satu sekolah Katniss, terpilih sebagai perwakilan peserta putra dari distrik 12.

Masing-masing peserta dari setiap distrik mendapatkan seorang mentor dari distrik asal, dimana mentor tersebut merupakan pemenang Hunger Games pada tahun-tahun sebelumnya. Tugas dari mentor adalah melatih peserta sebelum benar-benar bertarung di arena, distrik 12 dimentori oleh Haymitch, lelaki pemabuk yang pernah menjadi pemenang dalam hunger game ke 50. Setiap distrik juga mendapatkan tim yang akan mencarikan mereka sponsor, merancang busana peserta dan berbagai kebutuhan lain.

Sebelum pertandingan dimulai, ke 24 peserta ditampilkan ke hadapan publik, diwawancarai satu persatu. Uniknya, saat tampil di muka publik melalui televisi, setiap peserta didandani dan diberikan busana yang bagus oleh tim masing-masing. Katniss dan Peeta mendapatkan Cinna dan Portia sebagai perancang busana mereka. Tema busana sesuai dengan industri utama masing-masing distrik, yang berarti Katniss dan Peeta harus mengenakan busana yang berhubungan dengan batu bara.

Gadis yang terbakar, begitulah Cinna menjuluki Katniss dengan baju hasil rancangannya yang mampu memancarkan api. Katniss dan Peta memakai baju yang sama, dimana baju mereka mendapat sorotan paling meriah dari publik.

Katniss sendiri merupakan seorang anak yatim yang tinggal bersama ibunya dan seorang adik perempuannya, ayahnya meninggal akibat kecelakaan di tambang batu bara. Katniss memiliki sahabat bernama Gale yang dua tahun lebih tua dari Katniss. Keduanya memiliki nasib yang hampir sama, yatim, menjadi kepala keluarga. Katniss dan Gale adalah partner berburu yang hebat. Hidup mereka penuh petualangan.

Peeta, seorang anak tukang roti yang pernah menyelamatkan nyawa Katniss bertahun-tahun lalu. Katniss sangat mengingat peristiwa dimana Peeta sengaja melemparkan roti pada Katniss yang kelaparan dan Peeta harus menerima hadiah pukulan dari ibunya. Tapi setelah itu, hubungan mereka hanya sebatas teman satu angkatan di sekolah yang tidak saling mengenal.

Di sini terjadi hubungan cinta segitiga antara Katniss, Peeta dan Gale. Peeta yang diam-diam menyukai Katniss sejak kelas 5 SD. Peeta dan Katniss yang harus berakting sebagai remaja yang dimabuk cinta saat Hunger Games untuk menarik perhatian juri, yang kemudian menjadikan mereka berdua sebagai pemenang Hunger Games. karena suatu alasan (silahkan baca sendiri bukunya), pemenang Hunger Games tahun ini dipilih dua orang dari satu distrik. Sedangkan Peeta merasa tak perlu berakting tentang kisah asmara saat Hunger Games, karena sejatinya Peeta memang manyukai Katniss. Dan bagi Katniss, banyangan Gale terus melintas di otaknya, walaupun mereka tidak pernah mengikrarkan diri sebagai pasangan kekasih, tapi hari-hari setelah mengenal Gale, selalu bersama, Katniss merasa lebih nyaman.

 

Pendapat pribadi

  • Aneh sih ya, masak orang mau meninggal diarak-arak, didandani, diberikan pakaian yang bagus dan diwawancarai,  diperlakukan bak artis.
  • Mengingat judul novelnya dan apa itu Hunger Games, aku mengharapakn sesuatu yang lebih seru, dan lebih mendebarkan. Saat Hunger Games, para peserta meninggal tanpa banyak pertarungan. Si muka rubah meninggal karena gak sengaja memakan buah berry yang mengandung racun, ada yang meninggal karena sengatan lebah yang dijatuhkan Katniss, ada Tresh yang meninggalnya cuma ditampilkan kabarnya saja. Malah musuh terakhir Katniss dan Peeta, Cato meninggal setelah lama bergulat dengan mutan, meski awalnya sempat terjadi perkelahian dan pada akhirnya Katniss juga yang melayangkan busur, tapi apa? gitu aja? Aku memang suka dengan cerita yang melibatkan unsur politik, adegan-adegan action, dengan dibumbui sedikit romansa. Tapi disini malah cerita cintanya menghabiskan banyak porsi, secara, akhir-akhir ini aku lagi gak mood membaca cerita-cerita romance. Tergantung selera aja kali yaaa…. Di goodreads novel karya Suzanne Collins ini mendapatkan rating bagus kok.
  • Awal-awal bingung dengan setting tempatnya. Hutan,  cara hidup Katniss untuk survive dengan berburu, pertandingan Hunger Games yang seperti cara hidup orang bar-bar, aku pikir ini berada di zaman baheula. Dan ternyata di Capitol, kehidpannya beda 180 derajat. Tempat yang sangat modern, teknologi yang maju melampaui zaman sekarang. Kesimpulanku, Kesenjangan sosial antara penduduk di distrik dan orang di ibukota ternyata lebar banget.
  • Tentang kejutan-kejutan di novel, plot-plot tak terduga, dan aksi mendebarkan lainnya, aku lebih menyukai novel-novel Dan Brown dan serial Harry Potter.

Dibalik hal-hal yang membuat aku kurang puas, novel ini tetap bikin penasaran. Gak sabar pengen segera pindah ke halaman berikutnya. Novel ini sukses bikin aku tidur larut malam. Tidur siang cuma sebentar.

Dicintai oleh dua pria yang sama-sama baik, dan mempunyai kelebihan masing-masing, wajar saja bikin katniss bingung, dan bikin aku bingung juga sebagai pembaca mau dukung siapa. Haha… kadang aku mendukung Katniss dan Peeta, kadang mendukung Katniss dan Gale.

Yang bikin penasaran

Novel ini terbit tahun 2008 dan diterjemahkan ke bahasa Indonesia tahun 2009 oleh Gramedia. Tahun 2012 dibikin filmnya. Dan aku baru baca novelnya sekarang. Apaaah??? Hal-hal yang bikin penasaran dan uda aku searching di youtube, yaitu baju terbakar yang dipakai Katniss dan Peeta dan nyanyian burung mockingjay.

Eniwei, aku suka karakter Cinna dan baju-baju hasil rancangannya.

 

Trilogy The Hunger Games by Suzanne Collins

download e-book di sini

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s