Angle & Demon -Dan Brown

source: goodread.com
source: goodread.com

Cerita dimulai dengan kematian Leonardo Vetra, ilmuan yang bekerja di CERN, yang menciptakan antimateri. Konsep antimateri ini sebelumnya aku sudah pernah baca di buku Terpesona di Sidratul Muntaha. Leonardo ini seorang ilmuan yang religius. Dia ingin membuktikan bahwa agama dan ilmu pengetahuan merupakan sesuatu yang tidak bisa dipisah dan bahwa kitab kejadian itu benar. Selama ini orang-orang meragukan penciptaan alam semesta oleh Tuhan, sesuatu yang secara kasat mata tidak terlihat. Mana bisa sesuatu yang tidak ada menciptakan sesuatu yang ada, yaitu alam semesta? Bagi Leonardo, dunia itu simetris. Ada hitam ada putih, panas dan dingin, malam dan siang, iblis dan malaikat surga dan neraka. Ada dan ketiadaan, Tuhan menciptakan alam semesta dari ketiadaan.

Kebanyakan rekan-rekannya di CERN hanya mengakui bahwa Tuhan mereka adalah ilmu pengetahuan. Konon, pemikiran bahwa Tuhan menciptakan โ€œsesuatu dari ketiadaanโ€, sangat berlawanan dengan hukum fisika modern sehingga karena itulah para ilmuan menyatakan bahwa kitab kejadian tidak masuk akal secara ilmiah. (hal 110)

Kemudian adegan beralih ke Robert Langdon di Boston, yang tiba-tiba dibangunkan oleh sebuah telephon di pagi buta. Kematian Leonardo Vetra dengan cap illuminati di dadanya menarik perhatiannya sebagai ahli simbolog dan menerbangkannya ke Jenewa, Swiss. Petualangannya dengan Vittoria untuk menemukan antimateri di Roma telah dimulai.

Kalau Da Vinci Code berkisah tentang Seni, Angle & Demon selain tentang seni juga tentang fiksi ilmiah. Gaya penceritaannya, karakter tokoh-tokohnya mirip-miriplah dengan Da Vinci Code.

-Leonardo Vetra, seorang ilmuan yang dibunuh di ruang kerjanya. Itu mengingatkan dengan Jacques Sauniere.

-Vittoria, anak angkat dari Leonardo. Bedanya, Sophie sebagai cucu Sauniere. Keduanya sama-sama perempuan yang lincah, cerdas, dan pemberani.

-Maximilian Kohler, direktur CERN, cacat fisik tapi luar biasa jenius=Leigh Teabinh

-Kapten Olivetti yang angkuh=Bezu Fache

-Hassasin=Silas

Setting waktunya kurang lebih 24 jam juga.

Walaupun gaya penceritaanya dan karakter tokoh-tokohnya sama, tapi tema dasar ceritanya beda, pembaca akan menemukan sesuatu yang baru yang gak didapat di Da Vinci Code. Karena dari awal aku terlalu menyamakan dengan Da Vinci Code, sehingga aku salah menebak si otak cerdik di balik semua pembunuhan itu.

Dan aku lebih suka Da Vinci Code daripada Angle & Demon. Mungkin karena lebih dulu baca Da Vinci Code sehingga tidak terlalu surprise dengan konflik-konflik di Angle & Demon.

Btw, Robert Langdon milih Vittoria apa Sophie nih?

Quote:

Sebagai seorang ilmuan, saya tahu mutu informasi yang baik, berasal dari sumber yang baik. Maximilian Kohler. (hal 56)

ilmu pengetahuan tidak mengecilkan keberadaan Tuhan,tetapi malah memperkuatnya (Galileo Galilei 58)

kadang kala, untuk menemukan kebenaran, orang harus memindahkan gunug (Maximilian Kohler 93).

Hukum-humum fisika adalah kanvas yang digunakan Tuhan untuk melukiskan adi karya-Nya. (Vittoria Vetra 99)

Kisah fiksi ilmiah yang bagus memiliki sumber ilmiah yang bagus pula. (Vittoria Vetra 119)

Ketika kamu berbanring sambil memandang langit yang ditaburi bintang,apakah kamu merasakan keagungan Tuhan? Apakah kamu merasa di dalam hatimu kalau kamu sedang menapatap karya Tuhan? (Vittoria Vetra 168)

Alam adalah tempat untuk melarikan diri (hal 168)

download e-booknya di sini

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s