[Book Review] Da Vinci Code Part 3

baca review part 2 nya dulu yaaa

Di London terbaring seorang kesatria yang paus kuburkan,

buah perbuatannya kemarahan Suci muncul.

Kau mencari bola yang seharusnya ada di makamnya.

Itu menyatakn raga Rosy yang Rahim terbuahi.

Di London terbaring seorang kesatria yang paus kuburkan. Mereke bertiga pergi ke Gereja Kuil, mencari makam kesatria yang dimaksud. Kau mencari bola yang seharusnya ada di makamnya. Mereka menerka kata-kata itu, tapi belum menemukan pentunjuk. Mereka belum tau bahwa mereka memilih lokasi yang salah. Di tengah pencarian itu, Remy diam-diam membebaskan Silas. Silas masuk ke kuil dan menyerang ketiganya. Silas berhasil menculik Teabing dan membawa Cryptex itu. Teabing disekap di belakang mobil, Silas menelpon Guru, memberitah bahwa dia mendaptkan Cryptex. Guru memuji perbuatan Silas dan memintanya untuk memberikan Cryptex itu pada Remy, biar Remy yang memberikannya pada Guru. Silas setuju, atas saran Guru, dia beristrirahat di Markas Opus Dei. Setelah Remy memberikan Cryptex itu pada Guru, Guru membunuhnya. Dan Guru juga memberitahu keberadaan Silas pada polisi sehingga polisi menggrebek Silas. Silas kabur. Dia juga meninggal akhirnya.

Langdon dan Sophie pergi ke King’s College, yang diketahui memilik database teologi elektronik. Perlengkapan penelitian mutakhir, begitu Langdon pernah mendengar. Jawaban cepat pada pertanyaan-pertanyaan sejarah segala agama. Langdon bertanya-tanya apa yang akan dikatakan database tentang ‘seorang kesatria yang paus kuburkan’. (hal 531).

Mereka harus menemukan tempat dimana ‘ seorang kesatria yang paus kuburkan’ lebih dulu dari orang yang mengambil Cryptex itu. Mereka harus menyelamatkan Teabing. Lama mereka mencari dan tidak menemukan jawaban yang benar, akhirnya komputer itu memunculkan sebuah data. (hal 565)

…kesatria terhormat, Sir Isaac Newton….

…di London pada tahun 1727 dan…

…makanya di Biara Westminster…

…Paulus Alexander, teman dan rekan kerja…

Di Biara Westminster Langdon dan Sophie mengamati makam Newton, dan mencari apa kira-kira yang dimaksud dengan bola yang hilang. Guru juga sudah tiba di sana lebih dahulu dan belum menemukan password untuk membuka Cryptex. Guru memancing Langdon dan Sophie keluar. Di dekat kaki patung Newton tertulis dengan pensil arang, hampir tak terlihat, sebuah pesan (hal 582)

aku menahan teabing

Pergilah melewati Chapter House

Ke luar ke pintu selatan, ke taman umum

Orang yang menemui mereka di Chapter House adalah Teabing, menodongkan pistol. Selama ini mereka dijebak, Teabing memanfaatkan mereka untuk mendapatkan dokumen rahasia yang berisi informasi letak Holy Grail. Dengan cerdiknya Teabing berperan sebagai Guru, memanfaatkan Remy dan Silas, otak dibalik pembunuhan Sauniere dan 3 Biarawan Sion lainnya. Tujuan Teabing adalah memberitahu dunia, tentang kebenaran dan keberadaan Cawan Kristus, Maria Magdalena, dan keturuanannya. Sementara Sauniere dan biarawan Sion lainnya memilih mejaga rahasia itu, mungkin agar tidak menimbulkan keributan, kontroversi, dan untuk melindungi keturunan Yesus Kristus sendiri .

Teabing mencoba berdiplomasi dengan Langdon untuk memihaknya, dan menyuruhnya memecahkan sandi Cryptex itu. Dia mengakui belum memecahkan paswordnya. Teabing menyerahkan Cryptex pada Langdon. Sophie menangis. Langdon harus menyelematakan Sophie dan menyelematkan Cryptex itu. Sambil memegang Cryptex Langdon berjalanke arah jendala yang agak jauh dari mereka…lalu membiarkan pikirannya terisi dengan sejumlah gambar astrologi yang terdapat pada makam Newton. (hal 610)

Langdon mengakui pada Teabing bahwa dia sudah memecahkan sandi itu, dan akan memberitahu Teabing jika dia membebaskan Shopie. Teabing melihat raut muka Langdon berbohong. Langdon bilang sudah tidak peduli lagi pada Holy Grail dan mengancam akan memecahkan Cryptex itu. Teabing yakin Langdon tidak akan berani melakukannya. Langdon melempar Cryptex itu, Teabing terperangah, melepaskan pistolnya yang disambut Sophie untuk menyelamatkan Cryptex.

Lempengan-lempengan pada silinder tidak lagi acak. Lempengan itu sudah teratur membentuk kata lima huruf: APPLE.

“Bola yang dimakan Eva (Hawa)”, kata Langdon dingin. “membangkitkan kemarahan Suci Tuhan. Dosa asal. Simbol kejatuhan perempuan suci.

Teabing merasa kebenaran itu datang dan menerpanya dalam ketegangan yang menyiksa. Bola yang seharusnya ada di makam Newton, tidak bisa tidak, pastilah buah apel Rosy yang jatuh dari langit, memukul Newton tepat pada kepalanya, dan mengilhami karya seumur hidupnya. Hasil kerjanya! Raga Rosy dengan Rahim yang terbuahi. (hal 620)

Kepolisian Prancis danInggris datang di tempat Langdon sekarang berada, menangkap panjahat sebenarnya, Leigh Teabing.

Holy Grail menanti di bawah Roslin kuno

Mata pedang dan cawan berjaga di muka gerbang-Nya.

Berhiaskan adikarya para seniman ulung. Dia membujur.

Dia bersemayam di bawah angkasa penuh bintang.

Begitu isi puisi yang terdapat dalam Cryptex itu. Langdon dan Sophie pergi ke Kapel Roslin. Petunjuk yang diberikan Sauniere begitu jelas. Di sana, kebenaran tentang keluarga Sophie terungkap. Sophie bertemu dengan nenek dan adik laki-lakinya yang selama ini dia kira meninggal dalam kecelakaan bersama kedua orang tuanya. Nenek Sophie adalah keturunan Maria Magdalena yang identitasnya disembunyikan. Sophie juga sudah mendapatkan penjelasan dari Langdon tentang perbuatan kakeknya 10 tahun yang lalu.

Lalu di mana makam Holy Grail, alias Maria Magdalena?

holygrail

source: Here

Mata pedang dan cawan berjaga di muka gerbang-Nya.

DF-00386_r Ð Tom Hanks stars in Columbia PicturesÕ suspense thriller The Da Vinci Code.  Photo Credit: Simon Mein

source: Here

Dia bersemayam di bawah angkasa penuh bintang.

Pencarian Holy Grail adalah pencarian untuk berlutut di depan tulang belulang Maria Magdalena. Sebuah perjalanan untuk berdoa pada kaki sang terbuang. (Hal 666).

Huuuuft… Akhirnya selesai juga bikin review novel ini. Sebenarnya aku tertarik dengan sandi-sandinya sih. Tapi ngomongin sandi, ya harus dimasukkan juga latar belakang ceritanya. Akhirnya jadi review yang panjang deh. but I Enjoyed it so much when I wrote this review. Dan rasanya puas banget mampu menyelesaikannya. Ini review terlama dan terpanjang yang pernah aku buat.

Novel setebal ini setting waktunya cuma sekitar 24 jam (gak ngitung epilog yang hanya beberapa lembar). 24 jam yang menegangkan. Pembaca dibawa ke peristiwa demi peristiwa yang selalu bikin penasaran. Terlepas dari kontroversi novel ini, novel ini sungguh menarik.

Dan seperti Novel Thriller biasanya, penjahatnya gak ketebak.

Informasi Buku. Judul: Da Vinci Code, Penulis: Dan Brown, format: PDF, Tebal: 668 hal. Download di sini

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s