[Book Review] Da Vinci Code part 2

baca review sebelumnya dulu yaaa... Da Vinci Code part 1

Claude Gouard, penjaga keamanan berhasil menemukan mereka. Sophie mengancam akan menghancurkan lukisan Da Vinci, Madonna of The Roks, jika Gouard tidak melepaskan senjatanya. Singkat cerita, Gouard terkecoh, Sophie dan Langdon berhasil kabur dari Musem Louvre dengan Smart Car milik Sophie. Langdon memuji Sohpie karena menggunakan lukisan itu sebagai sandera. Gourd tentu saja tidak akan membiarkan seseornag merusak lukisan itu. Lukisan itu yang memilih Sophie, akunya. Kali ini dia berhasil memecahkan kode dari kakeknya. SO DARK THE CONE OF MAN merupakan anagram dari Madonna of The Rocks. Sophie melihat Kunci emas terjepit pada kanvas lukisan itu. Kunci emas yang pernah dilihatnya waktu kecil.

Sophie memesan sebuah taxi, kemudian dia dan Langdon pergi ke stasiun untuk membeli tiket kereta dengan kartu kredit Langdon. Langdon bilang itu akan memudahkan mereka dilacak polisi. Dan memang itu yang diinginkan Sophie. Sophie menyobek tiket itu, dan mereka kabur menggunakan taxi pesanan tadi.

Shopie tidak tau dimana dia akan menemukan kotak yang dimaksud kakeknya. Langdon menyorotkan sinar center UV pada kunci tersebut, terbaca sebuah tulisan: 24 Rue Haxo, sebuah alamat.

Fache tau tiket kereta itu hanya pengalihan saja. Keberadaan Sophie segera terlacak, Fache menghubungi seluruh jaringan taxi. Segera Sophie menendang supir taxi nya keluar dan mengendarai sendiri taxi itu. Alamat itu menuju tempat Bank penyimpanan Zurich, bank Geldschrank yang buka 24 jam, menawarkan pelayanan anonim modern dalam tradisi nomer rekenging Swiss. (hal 235). Nasabah yang ingin menyimpan barang apapun, dari sertifikat saham hingga lukisan berharga, dapat menyimpannya tanpa nama dengan serangkaian tekonologi tinggi yang melindungi rahasia nasabah, dan dapat mengambil simpanan itu, juga tanpa nama. (hal 236).

Sophie menggunakan kunci itu untuk masuk ke Bank. Masalah lain muncul. Untuk menyimpan atau mengambil barang, selain kunci, seseorang harus menggunakan nomer rekening. Karena kerahasian bank Zurich sangat terjaga, yang tau nomer rekening yang terdiri dari 10 angka hanya nasabah itu sendiri. Kakeknya tidak meninggalkan apapun terkait nomer rekening bank itu. Bahkan karyawan pun tidak tau nomor rekening nasabah. Karyawan yang memandu Sophie tadi menelpon atasannya. Sementara di luar, polisi mendesak untuk masuk ke dalam Bank.

“Kakekmu memang jenius”, seru Robert tersenyum.

“maaf?”

“10 angka?”, Sophie tidak tau apa yang Langdon katakan. Langdon mengelurkan foto kejadian tadi dan meletakkannya di atas meja. Shopie paham, Langdom benar. Dia mengetik angka itu 13-3-2-21-1-1-8-5. Tidak seperti ATM biasa dimana penggunana memiliki 3 kesempatan untuk memasukkan nomer PIN. Bank ini cuma meberikan satu kasempatan. Sophie ragu-ragu untuk menakan tombol enter. Dia mengahapus semua angka yang baru saja diketiknya dan menatap Langdon. tatapannya sangat percaya diri. “tidak terlalu kebetulan bila nomer rekening yang acak ini bisa diatur ulang sesuai deret Fibonacci” (hal 256)

1123581321. Sesuatu yang tampak acak padahal sesunggunya tidak.

Deret Fibonacci acak yang ditulis Sauniere sebelum ajalnya, berarti banyak hal. Angka-angka itu membawa Sophie untuk menggunakan pola yang sama pada anagram Leonardo davinci dan The mona Lisa, menemukan kunci di Madonna of the Rocks, sekaligus nomer rekening.

Kotak kayu berplitur seukuran kardus sepatu keluar dari kotak penyimpanan. Tutupnya bergambar bunga mawar berkelopak lima.

Dengan dibantu Vernet, Langdon dan Sophie melarikan diri dari Bank. Mereka menuju rumah Leigh Teabing, sejarawan inggris yang sudah lama meneliti tentang Holy Grail. Sophie menanyakan banyak informasi tentang Holy Grail kepada Teabing. Orang-orang mengira bahwa Holy Grail adalah sebuah benda, tapi menurut Teabing, Holy Grail adalah Maria Magdalena, perempuan yang dinikahi Yesus, maksud dari Cawan itu sendiri, adalah sebuah wadah, yaitu rahim Maria yang mengandung keturunan Yesus. Gereja menutupi kebenaran bahwa Yesus adalah manusia biasa yang menikah dan mempunyai anak, karena itu berlawanan dengan sifat ketuhanan Yesus. Biarawan Sion dibentuk untuk melindungi rahasia Holy Grail, sekaligus keturunan Yesus dan Maria Magdalena, sementara pihak gereja ingin membunuh semua keturunan Yesus, mereka takut kebenaran akan Yesus terungkap. Anggota biarawan Sion rela mati untuk melindungi rahasia itu. Seperti kakek Sophie, yang merupakan mahaguru dari Biarawan Sion serta 3 orang temannya. Kebenaran tentang Holy Grail selalu tetap diwariskan ke orang yang dianggap pantas melalui preuve de merite, ujian kepatutan. Mungkin Sophie adalah orang yang kakeknya anggap pantas mewariskan rahasia ini.

Kepolisian Paris juga bergerak sangat cepat, mereka mengetahui keberadaan Sophie dan Langdon di rumah Teabing. Karena tertarik dengan apa yang dibawa Sophie, Teabing dan Remy, pembatu sekaligus kaki tangannya membantu mereka melarikan diri ke Inggris dengan pesawat pribadi Teabing. Mereka juga menyandera Silas yang berhasil masuk ke rumah Teabing.

Di atas pesawat mereke bertiga berusaha mencari cara bagaimana membuka benda yang disebut Cryptex itu. Sebuah nama yang tepat untuk alat ini yg menggunakan ilmu kriptologi untuk menyimpan informasi yang tertulis pada gulungan bermuatan itu atau codex.

Inilah bentuk Cryptex
Inilah bentuk Cryptex

Source: Here

Begitu satu informasi tersegel di dalam Cryptex, hanya orang yang mengetahui paswordnya yang dapat membukanya. Ketika kita memutar password yang berjumlah 5 huruf itu dengan benar, tabung di dalamnya menjadi lurus, dan silinder akan terpisah secara utuh (hal 273).

Cryptex itu tdak bisa dibuka dengan cara dihancurkan.“Segala informasi yang disisipkan pertama-tama harus ditulis di atas gulungan kertas papirus, sebelum disisipkan ke wadah Cryptex, papirus itu harus digulung dan dimasukkan ke dalam botol kaca tipis”. Jelas shopie. Di dalamnya juga ada cairan cuka. Jika ada yang berniat membuka paksa Cryptex, botok kaca tipis itu akan pecah, dan cuka akan dengan cepat menghancurkan papirus itu. Saat dikeluarkan, pesan rahasia itu tinggal buburnya saja. (hal 276).

Langdon memperhatikan kotak tempat menyimpan Cryptex itu. Ada sebuah tulisan yang Langdon dan Teabing tidak bisa membacanya. Terbiasa dengan permainan teka-teki dari kakeknya sejak kecil, Sophie dengan mudah membaca teks itu. Teks itu merupakan tulisan terbalik yang bisa dibaca melalui cermin.

Sebuah kata bijaksana kuno membuka gulungan ini

Dan menolong kita menyatukan keluarganya yang tercerai berai

Sebuah nisan yang dipuja oleh para Templar merupakan kunci,

Dan Atbash akan membuka kebenaran kepadamu

Teabing, Langdon, dan Sophie lama mencerna maksud puisi itu, jawaban dari puisi itu pasti merupakan password untuk membuka Cryptex. Teabing kemudian ingat. Sandi Atbash merupakan kode pengganti yang sederhana berdasarkan 22 alfabet yahudi. Dalam Atbash, huruf pertama diganti huruf terakhir, huruf kedua diganti dengan huruf ke 21 dan sterusnya.

Langdon juga ingat. Sebuah nisan yang dipuja oleh pra Templar merupakan kunci. Baphomet. Tapi Baphomet terdiri 8 huruf. (hal 454).

Lalu teabing menulis dengan sandi Atbash menggunakan huruf romawi.

A B G D H V Z Ch T Y K L M N S O P Tx Q R Sh Th

Alif, Beit, Gimmel, Dalet, Hei, Vav, Zayin, Chet, Tet, Yud, Kaf, Lamed, Mem, Nun, Samech, Ayin, Pei, Tzadik, Kuf, Reish, Shin, Tav.

Sehinggan Baphomet menjadi BaPVoMeTh.

Dalam ejaan yahudi yang resmi, suara vokal tidak ditulis. Tanpa huruf vokal menjadi, B-P-V-M-Th.

Untuk mengetahui isi dari huruf-huruf sandi Atbash itu, Sophie memberikan formula yang leblih mudah

A B G D H V Z Ch T Y K

Th Sh R Q Tx P O S N M L

Sehingga…..

B-P-V-M-Th, menjadi

Sh-V-P-Y-A

Langdon dan Teabing terkesima. Itu adalah akar kata dari nama Sophie. Sebuah kata bijaksana kuno. Shopie dalam bahasa Yunani berarti bijaksana.

“Tapi di Cryptex tidak ada huruf Sh”, kata Shopie.

“Ingat 2 hal. Dalam bahasa Yahudi, simbol untuk suara Sh dapat juga diucapkan sbegai S, tergantung pada aksennya. Sama dengan huruf P yang diucapkan F”, jelas Teabing.

Sehingga menjadi SVPYA. “huruf Vav sering merupakan pengganti vocal O”.

Sophie meilhat hurut itu dan menyuarakannya, S…O…F….Y…A

Dia mendengar namanya sendiri disebut.

Tiba-tiba sophie merasa begitu merindukan kakeknya. Dia mengukir/menyandikan batu kunci biarawan dengan namaku (hal 458).

Teabing menjelaskan lagi, “Dalam bahasa Yunani kuno, bijaksana dieja S-O-F-I-A”

Sebuah kata bijaksana kuno membebaskan gulungan kertas ini. Sophie memutar Cryptex itu hati-hati, menderetkan barisan huruF S-O-F-I-A. Cryptex itu terbuka.

“Kakekmu betul-betuk seorang arsitek tanpa belas kasihan”, seru Teabing ketika melihat isi cryptek itu adalah Cryptex yang lebih kecil (hal 462).

Ada lembaran kulit hewan di dalam Cryptex sebelumnya, sebuah puisi lagi, teka-teki untuk membuka Cryptex kedua. (hal 484).

baca review part 3

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s