Harry Potter 7

HarryPotterandtheDeathlyHallowsharrypotteraku uda berusaha untuk tidak terlibat secara emosional saat membaca HP 7, karena aku yakin sebelumnya, di seri terakhir ini, Harry akan melakukan perang yang lebih hebat dari seri-seri sebelumnya dengan Voldemort dan para Death Eater, alias pelahap maut di mana pasti banyak anggota The Order of The Phoenix akan menjadi korban. Tapi pertahanan diriku runtuh. Saat kematian Mad Eye Moody, aku gak terlalu kaget. Kadang aku bingung juga sama JK. Rowling dalam membuat tokoh-tokohnya meninggal. Gak bisa ditebak, saat kematian Cedric, gak dramatis, tiba-tiba uda meninggal, padahal sebelumnya fine-fine aja, gak ada tanda-tanda Cedric akan meninggal. Terus saat kematian Sirius, secara tiba-tiba juga, dia bertempur dengan Death Eater, maut dengan gagah, tiba-tiba diserang Bellatrix, hilang, dan tak kembali, yang otomatis membuatku sebagai pembaca kaget, sama dengan kematian Cedric, gak ada tanda-tanda, tapi tetap saja membuatku sedih mendadak. Yang dramatis tentu saja saat kematian Dumbledore.

Saat membaca HP 7, aku uda pasrah sama penulis siapa yang dibuat akan meninggal nantinya. Mad Eye Moody meninggal dengan cara yang sama dengan Cedric dan Sirius yang mendadak. Aku bisa nahan untuk tidak sedih atas kepergian Auror hebat tersebut. Kalau kepergian Sirius dan Dumbledore menyisakan banyak misteri untuk petualang Harry, khususnya Dumbledore, kepergian Mad Eye tidak banyak berpengaruh terhadap kelanjutan cerita.

Dan meninggal dengan mendadak lagi, juga tidak ada hubungannya dengan petualangan Harry yaitu, Fred Weasley dan Lupin. Bikin aku sedih. Si kembar Weasley yang lucu, dan lagi-lagi sahabat ayah Harry pergi setela Sirius. Walaupun kematian mereka tidak ada hubungan dengan kelanjutan cerita, tetap saja aku heran, kenapa harus mereka, kenapa gak ada orang lain? Seolah-olah penulis tinggal mencomot aja siapa-siapa orang yang akan dibuat meninggal dalam cerita. Kematian keduanya, tidak berpengaruh terhadap cerita menurutku seandainya yang meninggal diganti orang lain, atau jangan dibuat meninggal sama sekali aja, biar pembaca lebay sepertiku ini gak sedih terus menerus. Beda dengan kematian Sirius dan Dumbledore. Oh iya, Tonks juga meninggal.

Di HP 7 ini, pembaca dibawa ke masa lalu Dumbledore dan Snape yang dibahas banyak. Kisah Severus Snape sukses membuatku terharu. Ternyata selama ini dia memendam cinta pada Lily, ibu Harry. Selama ini, dengan caranya yang menjengkelkan dia diam-diam melindungi Harry untuk Lily. Kisah cinta Snape dan Lily diceritakan mulai dari mereka kecil, teman sepermainan, teman satu sekolah, kecemburuan Snape terhadap James. Something beautiful. Malah aku sayang sekali kisah cinta James dan Lily kalah seru dengan kisah cinta Snape dan Lily. Gak diceritakan bagaimana Lily dan James kemudian berkencan dan akhirnya menikah, Lily yang awalnya membenci James karena sikap James yang suka pamer, bagaimana kemudian keduanya berbaikan? Cuma disebutkan di HP 5 oleh Sirus bahwa keduanya mulai berkencan saat tahun ke tujuh mereka di Hogwarts.

Dan di HP 7 ini juga, kerinduanku pada Oliver Wood, mantan kapten Quiddicth Gryffindor terobati, akhirnya muncul kembali setelah HP 3, dan di HP 4,5,6 Cuma namanya yang nongol, gak ada perannya. Dan Lee Jordan, dia emang keren jadi penyiar, di Hogwarts jadi komentator, kemudian setelah dari Hogwarts, dia menjadi penyiar radio. And Surprise….. Percy Weasley akhirnya sadar dan kembali pada keluarga. “Pecinta kementrian, penolak keluarga, pandir haus kekuasaan”, begitu Fred puas mengatainya sebelum dia meninggal yang tidak disanggah sama sekali oleh Percy.

 19 tahun kemudian

Harry menikah dengan Ginny, mempunyai 3 orang anak. James Potter, Albus Severus Potter, dan Lily Potter. Mereka diberi nama dengan nama-nama orang-orang penting dalam hidup Harry. Anak kedua Harry, Albus Severus Snape, Harry menyandingkan 2 nama kepala sekolah Hogwarts sekaligus pada namanya. Dan Ron tentu saja menikah dengan Hemione, mempunyai 2 anak, Rose dan Hugo Weasley. Dan aku lihat di Youtube, George menikah dengan Alicia, anak mereka diberi nama Fred Weasley. George tidak kehilangan kembarannya kalau begitu. Akhir yang bahagia.

sumber gambar di sini

Iklan

2 thoughts on “Harry Potter 7

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s