Kesan terhadap novel Harry Potter

hpYa ya… aku tau dan aku sadar, membaca Novel Harry Potter (HP) karya JK Rowling ini sangaaaat terlambat. Mengaku suka buku tapi novel sekelas HP belum baca. Menurut Wikipedia, novel ini rilis pertama kali di Britania Raya, Inggris tahun 1997, diterbitkan gramedia tahun 2000. Setiap kali seri novel ini diterbitkan, aku masih ingat dulu lihat di berita, para penggermarnya langsung heboh. Rela mengantri di depan toko berjam-jam agar tidak kehabisan buku ini. Aku tidak terlalu mengikuti perkembangan novel HP, walaupun aku penasaran, karena melihat berita-berita di TV dan membacanya di majalah-majalah kecilku (saat itu bobo apa mentari ya aku bacanya?), aku tidak membelinya karena di Pamekasan, aku tidak tau dimana toko buku yang menjual novel ini. Ada sih toko buku yang menjadi langgananku waktu SD, gak jual Harry Potter, apa mungkin ada ya? Tapi karena mahal aku tidak membelinya? Hehe…

Waktu demi waktu berlalu, sering juga sih menonton HP di TV tapi  kebetulan aja pas lihat TV ada film HP, biasanya nonton di trans TV, tapi seringnya malam, belum selesai nonton uda tidur.

Baru kemaren iseng-iseng browsing dan menemukan ebooknya di Gorgeous Blog. Aku donlod. Aku penasaran lagi ke HP setelah sekian lama, karena Tere Liye membuat Novel baru yang genrenya fantasi, baca-baca di goodreads, katanya mirip HP.

aku updet status di fb

lailatulmuizzahDari tanggal 20 Juli aku membaca HP 1, dan tadi malam aku menyelesaikan HP 3, lanjut ke HP 4 tp masih dikit. Makin lama   ceritanya makin seru. Untuk HP 2, aku donlod Catatan Mahasiswa

Kesanku

Aku kira aku gak bakal menyukai HP mengingat novel itu uda novel lama binggo, uda bakannya zamannya HP lagi. Aku kira aku gak suka HP mengingat usiaku yang baru memasuki fase dewasa (jangan ditebak, abaikan) untuk membaca novel genre fantasi. Tapi aku salah, benar-benar salah. Pantas novel ini best seller. Dari membaca HP 1, aku kira aku akan bosan, aku bilang pada diriku sendiri, sebosan apapun aku, aku tetap akan menyelesaikan paling tidak HP 1. Tapi aku semakin terhanyut, novel ini sukses bikin aku penasaran dan gak sabar untuk menyelesaikannya dan membaca seri selanjutnya. Ending yang gak terduga. HP 1 aja uda bagus, dan HP 2, masalahnya semakin bagus lagi. Dan HP 3, novel ini semakin emosional. Konfliknya semakin menarik.

Tentang HP 3:

  • Membuatkuku sering mengeluarkan air mata.
  • Salah satu tokoh yang bikin aku ketawa yaitu Lee Jordan, kakak kelas Harry. Kenapa Jordan? Dia lucu banget saat menjadi komentator pertandingan Quiddtch (sepak bolanya bangsa penyihir), dia yang berasal dari asrama Griffyndor, dengan terang-terangan mengolok-ngolok tim dari asrama Slytherin yang suka bermain curang. Profesor McGonagall sering memarahinya, karena sebagai komentator sebaiknya Jordan bersikap netral. Eitss, tapi di HP 2 gak dimunculkan komentar Jordan dalam pertandingan.
  • Ikut terharu saat Griffyndor memenangkan piala Quiddtch
  • Ikut sedih saat prof. Lupin yang baik mengundurkan diri dari Hogwarts
  • Nangis Bombay saat baca surat Sirius Black pada Harry.

Awalnya aku membaca HP supaya gak semakin jauh ketinggalan. Supaya aku tau, bahwa di masaku, ada novel yang begitu luar biasa.

ket: sumber gambar HP, klik

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s