[Book Review] Winter in Tokyo

winter
sumber gambar: goodreads

Ishida Keiko (cewek, aku kasih keterangan cowok cewek karena nama orang jepang susah dibedakan antara cowok dan cewek menurutku) tidak bisa lepas dari banyangan cinta pertamanya, Kitano Akira (cowok dong). Itu karena Akira pernah menolongnya mencari kalung Keiko yang hilang. Sudah 13 tahun berlalu memang, dan Keiko masih mengharapkan cinta pertamanya itu.

Pada suatu hari di musim dingin, Nishimura Kazuto (cowok) kembali ke Jepang. Mencari suasana baru dan terlebih-lebih karena karena ingin melupakan Iwamoto Yuri, cewek yang Kazuto sukai karena mau menikah dengan sahabatnya. Itulah alasannya dia meninggalkan Amerika. Di jepang, Kazu merupakan tetangga apartemen Keiko. Sering bertemu, sering berinteraksi, akhirnya benih-benih cinta tumbuh antara Keiko dan Kazu. Nasib mempertemukan Keiko, Kazu, dan Akira dalam cinta segitiga. Masalah semakin rumit karena Akira ternyata sahabat lama Kazu.

Ketika hati Keiko semakin condong kepada Kazu, masalah baru muncul. Kazu hilang ingatan karena dikeroyok oleh Yakuza (gangster Jepang). Kazu menderita amnesia parasial (sebagian). Banyak hal yang masih dia ingat, dan parahnya, hal yang dia lupakan adalah selama sebulan keberadaannya di Jepang, termasuk ingatannya kepada Keiko. Di tengah-tengah amnesianya itu, Yuri datang ke Jepang karena ada tugas perusahaan selama sebulan. Tentu saja Kazu mengingat Yuri, karena Yuri adalah kenangan sebelum sebulan ini. Yuri membawa kabar bahwa dia tidak jadi menikah, dan bilang pada Kazu bahwa dia mencintainya.

Catatanku

Ini novel Ilana Tan yang pertama kali aku baca. Iseng-iseng browsing kemudian nemu link di sini, ada 4 judul yang ditawarkan, yaitu Summer in Seoul, Autumn in Paris, Winter in Tokyo, Spring in London. Karena aku tertarik dengan sesuatu tentang jepang, aku donlod aja yang Winter In Tokyo ini. dan aku baca review-review di internet, katanya antara semua novel berhubungan dan sebaiknya membaca dari urutan pertama. Cerita ini sudah umum, tapi Ilana Tan sukses membuatku penasaran bagaimana kelanjutan novel ini? bagaimana konflik diselesaikan?

Yang agak mengganjal bagiku, banyak kejadian kebetulan yang dipaksakan misalkan adegan ketika Keiko hampir jatuh kesenggol atau bisa dibilang sedikit bertabrakan dengan orang, aku menemukan pertama kali saat Keiko jalan-jalan dengan Kazu, kemudian di rumah sakit antara Keiko dan Akira yang menyebabkan kaki Keiko terkilir, juga saat Keiko mau nonton konser balet dengan Kazu (aku sampek mikir, ‘masak kesenggol lagi sih?’). Oh iya, yang di rumah sakit itu, uda tau Keiko mau ke rumah sakit, kenapa bawa uang pas-pasan, malah di rumah sakit yang menyebabkan dia ditabarak orang, karena sibuk menghitung uang recehnya untuk bayar biaya dia berobat. Aku timbul pertanyaan juga sih, emang sepesar uang logan di Jepang nilainya paling tinggi berapa? (bayangkan kalau di Indonesia. Misalkan biaya berobat 20rb minimal. Kalau menggunakan uang receh dengan nilai tertinggi berarti kamu butuh 20 uang logam 1000an. hehe… kalau ada yang tau komen yaaa…. )

Adegan kebetulan selanjutnya yaitu, lagi asyik ngobrol berdua, kemudian ada telpon. Ini pernah terjadi ketika Akira sedang bersama Kazu, tiba-tiba hp Akira berbunyi dan penulis menampakkan dengan jelas bahwa yang menelpon itu Keiko, cemburulah Kazu. Dan yang paling sering terjadi, saat Kazu lagi bareng Keiko, Keiko menerima telpon yang dari siapa lagi kalau bukan ehmm, Akira, cemburulah Kazu. Ahhh,,,, aku kan jadi pengen dalam kehidpan nyata sering bertemu kebetulan kayak gitu. Misalkan aku bareng dengan orang yang aku sukai, tiba-tiba aku ditelpon oleh teman cowokku, dan kita berbicara akrab sehingga orang yang aku sukai itu merasa cemburu. #uhuuuk

Terus yang mengganjal lagi, tapi mungkin aku yang kurang teliti bacanya. Saat Kazu diserang Yakuza, polisi kan lama tuh nemu penjahatnya, soalnya saat itu natal, sepi dan tidak ada saksi mata, pas tau penjahatnya, masih dugaan sementara. Emang gak ada rekaman CCTV di jalan yang bisa dijadikan bahan bukti, itu kan Jepang, terlebih-lebih Tokyo.

Hal-hal seperti pekerjaan Kazu yang seorang fotografer bisa dieksplor lagi menurutku. Sebelumnya aku baca Cinta di Ujung Sajadah nya Asma Nadia, di sana tokoh cowoknya tertarik dengan fotografi, sehingga banyak dibahas mengenai fotografi dan beberapa konflik dibuat berhubungan dengan bidang itu. Tapi tidak terkesan seperti buku non fiksi tentang panduan atau teknik fotografi dan semacamnya.

Adegan-adegan romantisnya sih sering lihat di drama-drama korea, saat sih cewek keciptaran genangan air di jalan, aksi membawakan payung, aksi menggendong, dan ketika si cowok menyelipkan tangan si cewek yang kedinginan di saku bajunya.

Bagian favorit adalah saat Kazu membuatkan lukisan bintang untuk Keiko. Kazuto melukis langit-langit kamar tidurnya menjadi langit bertabur bintang dengan cat khusus yang bisa menyala dalam gelap (hal 66)

Kenapa harus takut gelap kalau ada banyak hal indah yang hanya bisa dilihat sewaktu gelap? (hal 50)

Aku juga suka candaan-candaan Kazu, Jahil tapi serius, sukses bikin Keiko dag dig dug ser. Dan Kazu begitu yakin dengan perasaanya pada Keiko.

“Berhatihatilah,” katanya dengan nada serius, namun matanya tersenyum.

“Hati-hati? Terhadap apa?” tanya Keiko waswas.

Senyum lebar tersungging di bibir Kazuto. “Setelah kencan ini, kau mungkin akan jatuh cinta padaku.” (hal 86)

 Misteri cinta pertama Keiko yang sebenarnya terjawab di epilog. Akhir yang manis.

Why I read this novel? karena yang nulis Ilana Tan. Penasaran. Sering baca namanya sejak aku follow blogger-blogger buku.

Informasi Buku

Judul: Winter in Tokyo

Penulis: Ilana Tan

Tebal: 235

Format: PDF

Ratingku: 3/5

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s