[Book Review] Eleanor & Park

b7615774cc6fffa119933ee4109cc3f3Eleanor, gadis gendut, berambut merah terang dan keriting, ada bintik-bintik di wajahnya. Berasal dari keluarga broken home. Setelah kedua orangtuanya bercerai, Eleanor tinggal di Omaha bersama Ibu, keempat adiknya, dan seorang ayah tiri yang jahat. Hidupnya penuh masalah. Penampilannya seperti laki-laki.

Park, remaja keturunan Korea, berasal dari keluarga yang sangat harmonis. Seperti cowok Korea yang aku lihat di drama maupun film korea, Park digambarkan berkulit putih, dan tampak seperti Pria cantik.

Di sekolah barunya, Eleanor sering di bully, dia mendapat julukan si merah besar, badut.

Kisah cintanya dengan Park tumbuh bersemi dari bus sekolah. Saat Eleanor mencari tempat duduk dan tidak ada tempat duduk lain selain di sebelah Park. Park tidak peduli pada Eleanor, sejam dalam sehari mereka duduk bersisian di bus, 30 menit ketika berangkat sekolah, dan 30 menit saat pulang sekolah. Mereka berdua tidak pernah terlibat komunikasi.

Meskipun Park tidak ikut-ikut membully Eleanor, dia membenarkan ucapan teman-temannya. Eleanor memang aneh. Park selalu menjaga jarak dengan Eleanor, tiap kali Eleanor datang, Park merapatkan tubuhnya ke jendela, menciptakan jarak 6 inci.

Park suka mendengarkan musik melalui headphones, dan membaca komik. Itu yang selalu dia lakukan ketika di bus. Dengan begitu, Park hidup dalam dunia yang dibangunnya sendiri, dan masa bodoh dengan orang-orang di sekitarnya.

Hingga kemudian, Park merasa, si rambut merah yang duduk di sampingnya, selalu memperhatikannya, tapi ketika Park menoleh, Eleanor sedang menunduk. Park akhirnya menyadari ternyata Eleanor turut membaca komik yang dibaca Park diam-diam. Dan sikap Park kemudian membiarkan sikap Eleanor. Park membaca komiknya pelan-pelan, ketika ingin membuka halaman selanjutnya, dia menyempatkan menoleh pada Eleanor, memastikannya juga selesai membaca. Park tidak melanjutkan membaca komik yang dia baca tadi pagi di bus. Sorenya, Park mulai membaca lagi komiknya, persis di halaman yang tadi pagi mereka baca. Saat Eleanor hendak turun, Park menyerahlan komiknya pada Eleanor. Eleanor begitu terkejut, dia mencoba untuk memberikannya kembali, tetapi anak Asia itu sdah berpaling darinya. Eleanor segera memasukkannya di antara buku-biku miliknya seolah-olah itu adalah sesuatu yang rahasia, kemudian turun dari bus. (Hal 45)

Suatu hari di bus sekolah, di tempat duduk Eleanor, setumpuk komim Swamp Thing berjejer. Park meminjamkan lagi komik-komiknya tanpa berkata apapun. Eleanor mengambilnnya tanpa mengatakan apa-apa pula. Begitupun ketika Eleanor mengembalikan komik-komik Park, diserahkan saja komik itu, masih dalam kebisuan. bingung bagaimana caranya berterimakasih.

Tapi kesunyian di antara mereka akhirnya pecah ketika Park memulai pembicaraan terlebih dahulu.

“Jadi, kau suka Smiths?”

Kemudian hubungan mereka cepat sekali berkembang. Diam-diam saling pegangan tangan di bus, kemudian Park mulai berani mengajak Eleanor ke rumahnya, mulai berani mengakui hubungan di depan di depan teman-temannya, mulai berani untuk ciuman, dan berani……tidur bersama. Eleanor dulu adalah orang yang tidak disukai Park, sekarang menjelma menjadi orang yang begitu penting dalam hidupnya.

Walaupun ini cerita anak SMA, gak cocok dibaca anak SMA ke bawah. Oleh orangtuanya, Park diperbolehkan membawa pacaranya masuk ke kamarnya, asalkan pintunya dibuka. Di saat mereka berdua itu, pasti deh nyuri-nyuri kesempatan. Eheemm…

Park tau, Eleanor tidak pernah terlihat cantik. Dia terlihat seperti seni, dan seni tidak harus terlihat cantik, melainkan membuatmu merasakan sesuatu (hal 211). Park menyebut Eleanor si gadis stobery

Di buku Eleanor sering ada tulisan-tulisan jorok, seperti, “aku tau kau berbuat cabul, kau bau jorok, ciumi aku”. (Hal 222)

Eleanor pikir itu perbuatan Tina, teman sekolahnya yang sering membully Eleanor. Betapa kagetnya Eleanor ternyata itu adalah perbuatan ayah tirinya. Masalah dengan ayah tirinya tiba-tiba memuncak, membuat Eleanor meninggalkan rumah, tinggal di Minnesota bersama paman dan bibinya, yang berarti harus terpisah dari Park.

Ending yang menyesakkan.

Park sendiri yang mengantar Eleanor ke rumah Paman dan Bibinya. Eleanor berjanji akan menelpon Park malamnya. Setahun sudah mereka dipisahkan jarak antara Omaha dan Minnesota, Eleaonor tidak pernah menelpon Park, sedangkan Park untuk menghubungi duluan, tidak mempunyai nomer rumah Paman dan Bibi Eleanor. Selama itu pula Park sering mengirimi Eleanor surat. Tapi Eleanor tidak pernah membuka surat-surat Park. Sedangkan Park selalu menantikan balasan surat dari Eleanor. Hingga Park putus asa untuk berharap lagi.

Terasa begitu menyakitkan ketika surat-surat itu berdatangan setiap harinya. Dan terasa lebih parah ketika surat-surat itu tidak lagi datang. (hal 418)

 Why I read this Book?

Lagi-lagi, karena review teman-teman blogger yang bilang buku ini bagus. Buku ini juga mendapatkan penghargaan “The New York Times Bestseller & BUKU FIKSI TERBAIK BOSTON GLOBE BOOK AWARD 2014”. Makin kepolah saya

Informasi Buku

Judul: Eleanor & Park

Penulis: Rainbow Rowell

Penerjemah: Sofi Damayanti

Editor: Maya Lestari

Penerbit: PHOENIX

Cetakan 1: November 2013

Tebal: 420 hlm

Isbn: 9786027689497

Beli: @ bukabuku.com

Harga: Rp. 47.920 (20% OFF)

my Rating: 3/5

sumber gambar: bukabuku.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s