Mi’raj: Perjalalanan Menuju Langit ke Tujuh

Ada di halaman 44-115. Masih dalam buku yang sama, Terpesona di Sidratul Muntaha

Perjalanan pertama Rasulullah adalah perjalanan horizontal dari Mekkah ke Madinah. Pada saat itu tubuh Rasulullah diubah menjadi cahaya. Akan tetapi, sesampai di Masjidil Aqsha badan Nabi telah berubah kembali menjadi badan material. Ini adalah etape teleportasi, sebagaimana digambarkan dalam berbagai film science fiction, contohnya Startrek (pengen nonton film ini). Akan tetapi, pada perjalanan kedua, dari Masjidil Aqsha ke Sidratul Muntaha, beliau tidak lagi menggunakan mekanisme tersebut melainkan melakukan perjalanan secara dimensional.

Ternyata yang dimaksud langit pertama sampai langit ke tujuh, tidak seperti yang saya pribadi kira. Dalam gambaran saya, langit itu bertingkat-tingkat, dari langgit pertama, di atasnya langit kedua, dan begitu seterusnya sampai langit ke tujuh, langit tertinggi.

Biar lebih jelas mending baca bukunya aja. Hehe… penjelasanny rinci, ada dalil-dalilnya juga.

Jadi gini, di buku ini dijelaskan, langit adalah alam semesta, universe. Dalam bahasa inggris adalah sky, angkasa. Bahwa yang disebut langit sebenarnya bukanlah sebuah bidang batas di angkasa sana, malainkan sebuah ruang tak berhingga yang memuat triliun benda-benda angkasa. Mulai dari batuan angkasa yang berukuran kecil, satelit semacam bulan, planet- planet, matahari, bintang dll. Bumi adalah salah satu benda langit

Alam semesta ini begitu bueeesar. Diperkirakan diameternya mencapai 30 miliar tahun tahun cahaya. Artinya, jika cahaya mencoba menyeberangi alam semesta dari tepi kiri hingga tepi kanan, ia butuh waktu 30 miliar tahun. Apalagi manusia. Jika manusia menyeberangi alam semesta dengan menggunakan kecepatan pesawat ulang alik berkecepatan 20.000 km/s, maka waktu yang diperlukan adalah skitar 1,62 miliar-miliar tahun, alias 1,62 dengan 10 pangkat 18 tahun. maka, logikanya Rasulullah tidak mungkin bisa menemuh jarak demikian jauh itu hanya dalam waktu semalam atau bahkan setengah malam saja

Perjalanan Rasulullah saw ke langit ke tuju itu bukanlah perjalanan menempuh jarak berjuta atau bermiliar kilometer. Juga bukan sebuh pengembaraan angkasa luar, menjelajah ruang beratabur bintang, melainkan sebuah perjalanan lintas dimensi menembus batas-batas langit, dari langit pertama sampai ke langit ke tujuh. Dan kemudian berakhir di Sidratul Muntaha.

Gambarannya gini, anggaplah anda sedang berada di dalam ruangan yang cukup luas, yang memiliki batas tembok di sbelah kanan, kiri, atas, dan bawah. Selain anda, di ruangan itu juga hadir makhluk bayang-bayang. Tentu saja, makhluk bayang-bayang itu tidak berada di dalam ruangan, melainkan berada di permukaan tembok. Anda bisa melihat bayang-bayang itu, tetapi si baying-bayang tidak bisa melihat anda. Supaya bayang-bayang bisa melihat anda, anda bisa menempelkan diri anda ke tembok. Ketika anda melepaskan diri dari tembok, bayang bayang akan melihat bahwa anda menghilang. Padahal sebenarnya anda tidak menghilang, hanya melepaskan diri dari tembok. Bayang-bayang tidak bisa melepaskan diri dari tembok, karena itu sudah dunianya. Dunia jin dan manusia sebenarnya spertin itu, hanya saja, si makkluk bayang-bayang tadi analoginya adalah manusia, sedangkan manusia yang melihat bayang-bayang, adalah jin yang bisa melihat manusia dalam kehidupan nyata. Jadi, dunia Jin dan manusia sebenarnya berdekatan, hanya beda dimensi saja. Dunia manusia dalam kehidupan nyata berada dalam ruang 3 dimensi, sedangkan jin berada dalam ruang 4 dimensi.

Sederhananya,

Langit pertama, adalah ruang berdimensi 3, dihuni oleh manusia, benda-benda langit lainnya.

Langit kedua, ruang 4 dimensi, dihuni oleh bangsa Jin, dan berbagai benda/makhluk berdimensi 4.

Langit ketiga, adalah ruang berdimensi 5, di dalamnya hidup arwah dari orang-orang yang sudah meninggal.

Begitulah perjalan Rasulullah, bukan perjalanan yang jauh, hanya perjalanan dimensi saja, sampai ke langit 7 yang berdimensi 9.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s