[Quotes] Happily Ever After

imagesjjIni adalah kisah tentang orang favoritku di dunia.

Dia yang penuh tawa. Dia yang tangannya sekasar serat kayu, tetapi memiliki sentuhan sehangat sinar matahari. Dia yang merupakan perpaduan aroma sengatan matahari dan embun pagi. Dia yang mengenalkanku pada dongeng-dongeng sebelum tidur setiap malam. Dia yang akhirnya membuatku tersadar, tidak semua dongeng berakhir bahagia.

Ini juga kisah aku dengan anak lelaki yang bermain tetris di bawah ranjang. Dia yang ke mana-mana membawa kamera polaroid, menangkap tawa di antara kesedihan yang muram. Dia yang terpaksa melepaskan mimpinya, tetapi masih berani untuk memiliki harapan…

Keduanya menyadarkanku bahwa hidup adalah sebuah hak yang istimewa. Bahwa kita perlu menjalaninya sebaik mungkin meski harapan hampir padam.
Tidak semua dongeng berakhir bahagia. Namun, barangkali kita memang harus cukup berani memilih; bagaimana akhir yang kita inginkan. Dan, percaya bahwa akhir bahagia memang ada meskipun tidak seperti yang kita duga.

And well, banyak quotes bagus di happily ever after ini

  1. Kata orang, mimpi adalah cerminan dari keinginan, atau bahkan pertanda. Tapi, aku selalu pecaya mimpi adalah kenangan masa lalu yang melekat kuat dalam ingatan. (Lulu, hal 11)
  2. kenapa takut kalah kalau kamu mungkin akan menang? (Ayah, hal 18)
  3. Bukankah aneh, dua orang yang pernah sangat dekat, kini seperti orang asing? (Lulu hal 40)
  4. Secara ilmiah, 15 persen bukan angka yang besar. Tapi, secara spiritual, 15 persen adalah harapan. Harapan nggak bekerja seperti statistik. (Suster Jean, hal 76)
  5. Kanker itu mimpi buruk buat semua orang, sesuatu yang bikin hidup berhenti begitu saja. Suatu hari, kita bisa jadi calon atlet renang nasional, keesokan harinya pasien tumor otak agresif. Hidup bener-benar penuh kejutan. (Eli, hal 86).
  6. Semua orang pada akhir akan mati. Kanker hanyalah sesuatu yang mempersingkat penantian itu. (Eli, hal 98)
  7. Hidup adalah sebuah hak yang istimewa, Lu. Karenanya, kita perlu melakukan kewajiban kita untuk menjalaninya sebaik mungkin. (hal 99).
  8. Jatuh cinta nggak pake milih, Zra. Nggak milih waktu yang tepat atau momen yang pas. Tahu-tahu, kamu udah jatuh cinta. Kalau kamu beruntung, kamu akan tahu begitu saja. Kalau kamu beruntuung, orang itu juga akan membalas perasaanmu. (Lulu, hal 106)
  9. Aku percaya, orang-orang yang ditakdirkan untuk ada di sisi kita, pada akhirnya akan bersama kita, Lu. Mereka yang ingin pergi nggak bisa dipaksa untuk tinggal. (Eli, hal 126)
  10. Ini memang salah satu resiko yang dibwa orang sakit, Lu. Setiap detik berharga. Setiap momen penting. Dan, lama kelamaan, seorang yang sakit akan paham bahwa orang-orang takut berada di sampingnya. Takut ketularan, takut merasa sedih, takut ditinggalkan, takut kehilangan. Lalu, mereka akan mulai menghindar. Pada umumnya, orang-orang punya insting defensif–sebelum ditinggalkan, mereka akan mninggalkan lebih dulu. Itu juga resiko orang sakit—kehilangan orang-orang di sekitarnya. (Eli, hal 126
  11. Kurasa, pada dasarnya, memang tak ada yang pasti dalam kehidupan ini; bukan kebahagiaan, bukan stabilitas, bukan kesehatan, bukan cinta, bahkan bukan persahabatan. (Lulu, hal 143)
  12. Aku percaya dasar hubungan manusia bukan di sni, Lu”, Dia menunjuk kepalanya, kemudian jarinya pindah ke dada. “Tapi di sini. Hati yang melihat, hati yang merasakan, hati yang tahu. (Eli, hal 145)
  13. “Kadang-kadang, orang yang pergi akan kembali ke sisi kita”. Itu lah yang kunamakan kesempatan kedua. “tapi, nggak jarang juga mereka yang pergi akan hilang selamnya. Dan, yang menyedihkan adalah nggak sempat mengucapkan selamat tinggal”. (hal 157)
  14. Buat kami, capek hanya kondisi tubuh, sedangkan kondisi otak dan pikiran harus selalu prima, terlatih untuk menang. (Eli, hal 168)
  15. Orang-orang yang sayang sama kamu akan melakukan apa saya untuk melindungi kamu. (Ayah, hal 170)
  16. Kita boleh memiliki mimpi-mimpi yang baru meskipun apa yang paling kita inginkan nggak tercapai. (Eli, hal 176)
  17. nggak semua cerita punya akhir yang bahagia, Lu. Begitu pula hidup. Bahkan, seringkali hidup punya kejutan sendiri (Ayah, hal 184)
  18. Alam semesta ini punya rahasianya sendiri, Lu. Yang perlu kita lakukan adalah percaya pada rencana-rencana dibaliknya. (Eli, hal 251)
  19. Cinta bisa dtang kapan saja, dari mana saja. Bisa dari orang-orang terdekat yang selama ini ada di sampingmu, bisa juga dalam sosok seseorang yang baru saja dikenal. Tapi, asal cinta nggak penting. Yang penting adalah menjaga perasaan yang kalian bagi. (Ayah, hal 256).
  20. Terkadang, yang kita perlukan hanyalah seulas senyum dan sepatah ucapan hai (Lulu, hal 311).
  21. Seize the day, live in the moment, hope for tomorrow. (hal 348)
  22. Hidup adalah kanvas kosong; kamu bebas menciptakan ceritamu dan menentukan akhirnya. Jadilah arsitek untuk hidupmu sendiri. (Hal. 354).

sumber gambar: di sini

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s