All about science di RelaSivitas

Aku selalu iri sama orang pintar model Alva ini, ya walaupun ini cerita fiksi, tapi di dunia nyata banyak orang yang jenius, memiliki kemampuan di atas rata-rata.

Hal lain yang aku suka, selain yang aku sebutkan di review sebelumnya

  1. Anak-anak Fisrt Acceleration kelewat pintar. Ckckck…. Saat pelajaran biologi Mr Rupert. Dialog antara Alva, dan Ronal, temen sekelas Alva yang suka nyombong.

“Nyadar nggak, hari ini keberapa kalinya dia masuk kelas terus ngomongin Human Brain. Kelima kalinya?!?!?! Yang lebih parah dia juga selalu ngomong ‘Let’s start it’. Rasa-rasanya kita nggak pernah bakalan nyampek finish. Start aja terus”, kata Ronal. Kemudian dilanjutkan, “eh Va, menurutku, kita nggak mutu banget bahas otak manusia cara ortodok begini. Kita kan kelas First Acceleration, harusnya materi kita lebih keren dong. Bahas operasi pengangkatan tumor kek, ataxia1, aphasia2 atau apalah terserah. Yang penting lebih keren dikit. Bahan SMA gini kan nggak mutu banget” (hal 26).

  1. Kebohongan terkeren, pake’ bahasa ilmiah. Ini saat Alva ke rumah Al, disuguhin puding keasinan. Tapi Alva pura-pura bilang enak. Kemudian disuguhi kue, Alva ngambil kue coklat, kata Al kue itu kepaitan. Berhubung Alva pengen menetralisir rasa asinnya puding tadi, dia tetap makan kue coklat

“Dibilangin gak percaya. Pait kan rasanya? Tanya Al. Gimana bisa kerasa pahit? Sebelumnya lidahku uda mati rasa gara-gara puding buatannya. Batin Alva. ”Mau nyeneng-nyenengin aku aja ya?” Tanya Al lagi

“Benaran. Tapi nggak tau juga ya?”

“Tuh kan…”

“Bukan gitu. Maksudku rangsang sensoris rasa lewat lidah itu kan relativ. Walau kenyatannya uda ada nilai ambang rangsang rata-rata buat rangsang pahit. Kalau nggak salah inget sih sekitar 0,0000001 M. Maksudnya, buat aku sih emang gak begitu pahit. Malah pas. Tapi gak tau deh buat orang lain”. Aku sama sekali gak nyangkan bisa bohong sekeren sekarang. Bener-bener ilmiah banget. (hal 80)

  1. Curhat aja pake’ bahasa science. Ini terjadi saat Halley ditolak cewek.

“Cewek itu aneh ya Va. Aneh banget sampai aku nggak bisa ngerti jalan pikiran mereka. Maksudku kita kan sama-sama manusia. Walau kita emang beda kalau konteksnya kromosom3. Tapi karena kita sama-sama manusia, harusnya kita bisa sama-sama saling ngerti kan. Apa kromosom Y juga mem border pikiran cowok dari pikiran cewek?

Life is complicated. Love is more complicated. Kenapa cinta nggak bisa seperti Azas Black4 aja? Dengan gitu, kita nggak perlu khawatir. Karena orang lain bakal mencintai kita sebesar kita mencintai mereka. Terus kenapa hidup ini nggak se-pasti gravitasi? kalau kamu lempar sesuatu ke atas, sesuatu itu pasti jatuh ke bawah. Why life is not that simple??? Kenapa terlalu banyak ketidakpastian dalam hidup? Dan dalam cinta….’’(hal 70-71)

  1. Ceramah juga pakek science. Ini waktu Alva bingung cari Al di mall

“Tau nggak!?!? Kalau kamu nggak ngerubah tingkah lakumu mulai sekarang, kamu bakal selalu jadi diamagnetik5. Kamu selalu jauh dari orang lain. Karena kamu nggak pernah ngerti or respect ke orang lain”. (hal 119)

Bagi Alva, segala sesuatu itu harus jelas, pakek rumus.

Saat Alva pertama kali kenal Al, dia menyamakan Al dengan hambatan listrik

R=V/I

Listrik dapat mengalir dengan arus yang lebih besar asal hambatannya diperkecil. Hal ini mengingat R (hambatan) berbanding terbalik dengan I (arus). Dalam kasusku, ketiadaan Alira adalah subsidi yang benar-benar gede dalam pengurangan pandangan hidup. Dan seperti rumus di atas, arus hidupku berjalan makin lancar, maki nyaman, dan makin menyenangkan. (hal 127-128)

Suatu hari saat mereka lagi damai.

“Al, kamu tahu azas black?” Tanyaku tiba-tiba

“Tentang kalor itu ya?” Tanyanya balik

Aku mengangguk dan kembali bertanya, “menurutmu kenapa cinta nggak bisa seperti azas Black, sebesar apapun kamu memberi, sebesar itu pula kamu nerima”

“Mungkin cinta emang seperti itu. Nggak sesuai rumus”

“Aku benci semua yang nggak ber-rumus. Ruwet, dan gak bisa dipastiin. (Hal 172)

Keterangan

  1. Kegagalan koordinasi otot, tidak teraturnya gerakan otot
  2. Salah satu dari segolongan besar gangguan bicara yang berupa kehilangan kemampuan berekspresi dengan bicara, menulis, atau tanda-tanda, atau untuk memahami tulisan atau bahasa lisan. Disebabkan oleh trauma, sebab-sebab psikogenik atau penyakit di otak.
  3. Benda mikroskopis yang berbentuk tongkat berada dalam sel organisme, mengandung banyak gen.
  4. Disebut juga hukum kekelan energy kalor. Di mana banyaknya kalor yang dilepaskan benda bersuhu tinggi sama dengan banyaknya kaloryang diterima benda bersuhu rendah.
  5. Sifat dari suatu bahan di mana selalu ditolak oleh medan magnetik (secara lemah) dan sukaar bahkan tidak dapat ditembus oleh medan magnetik
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s