[Quotes] Bulan Nararya

Banyak Quotes keren di novel ini.

  1. Permusuhan mengandung kesepian (hal 7)
  2. “Sstt, apa kamu selalu menggunakan mata untuk melihat?” sergahnya jengkel, jika aku bertanya perihal lukisan. “kenapa tak coba melihat dengan telinga dan kulitmu?” (hal 15)
  3. Angga boleh punya masa lalu yang menyakitkan, dan aku siap mendampingi (hal 31)
  4. Untuk menenangkan emosi seseorang, kita harus mencoba menangkap apa yang sedang dirasakan. Membantu menggambarkan perasaan seperti marah dan sedih akan membantu secara jujur menemukan inti permasalahan. Perasaan buruk tak harus disangkal. Mengakuinya jauh lebih baik untuk memperbaiki apa yang masih bisa diluruskan (hal 44)
  5. Tak mudah mengenali perasaan sendiri. Terlebih bila berbaris lapis demi lapis pertahanan diri yang mencoba melindungi ego. Tak ingin terlihat lemah, prasangka, atau bahkan memang sengaja ingin menyakiti diri sendiri adalah sedikit dari banyak alasan mengapa seseorang tak mau jujur mengakui perasaan (hal 44)
  6. Banyak pernikahan berisi sepasang manusia normal, tapi keseharian mereka abnormal. Saling melukai, tak membangun komunikasi, tak mencoba dan mencintai. Di klinik, klien kami orang-orang abnormal. Tapi diantara kami timbul perasaan menerima (hal 55)
  7. Saat keputusannya tak memuaskan semua pihak, begitu gampang orang menyalahkan (hal 56)
  8. Hubungan cinta kasih juga membutuhkan pengalaman dan skill atau keahlian. Kau bisa saja mengatakan mencintai pasanganmu dengan sangat, tapi apakah caramu sudah cukup ahli untuk membuatnya terkesan, atau justru menjauh dan tertekan? (hal 57)
  9. Sangat menyenangkan keluar dari lingkungan asal. Menikmati kehidupan lepas, bertemu orang-orang yang sama sekali berbeda (68)
  10. Bukan menghadapi orang-orang tak waras yang membuat kepala terhimpit. Berhadapan dengan manusia yang dinyatakan sehat secara fisik, tapi busuk secara psikis, mebuatku harus melipatgandakan kesabaran (109)
  11. Kalau aku sakit, aku berharap istriku mau merawatku. Sekarang, dia yang sakit, aku lebih dulu merawatnya (153)
  12. Kau tahu, mempertahankan pernikahan harus dari kedua belah pihak (hal 167)
  13. Cinta kadang semakin kuat justru ketika menemui benturan (hal 185)
  14. Hidup yang bertanggungjawab itu memang berat, tapi jauh lebih menyenangkan dari hidup bebas melanglang dalam kesendirian (hal 204)
  15. Kadang, sikap tulus dapat menyelamatkan kita dari carut marut dunia yang tidak kita pahami (hal 205)
  16. Enam perempuan dalam satu forum pasti dipenuhi bunga. Bunga-bunga cerita, bunga verbalitas, bunga emosi (hal 207)
  17. Mempertahankan yang diyakini benar membutuhkan kekuatan ego strenght berkali lipat (hal 210)
  18. Itulah yang dikatakan Laing, orang skizophrenia merespon dengan caranya sendiri yang tak dimengerti oleh orang normal pada umumnya. Masyarakat akan mengelompokkan golongan ini dalam satu tingkatan tertentu: gila (hal 215)
  19. Manusia berevolusi. Bukan yang terkuat yang dapat bertahan. Yang paling adaptiflah yang akan lulus seleksi alam, melewati sekian banyak rintangan (hal 230).
  20. Aku selalu percaya bahwa terjadi hukum kekelan energi di dunia ini. Energi tak pernah hilang. Saat lenyap, dia hanya berpindah ke dalam wujud yang lain. Kebaikan konon dianggap serupa energi, tak pernah hilang dan dan akan muncul dalam wujud lain di tempat yang tepat (hal 234)
  21. Aku tahu teori sekian banyak dari melahap jurnal. Tetapi, tak mudah berhadapan dengan makhluk berbalut daging dan kulit yang memiliki unsur jauh lebih kompleks dari susunan perangkat lunak sebuah computer (238)
  22. Senyum, menstimulus diri untuk gembira. Membangkitkan endorphin, bukan? Suatu zat kimiawi di otak yang memberikan ketenangan dan rasa bahagia (hal 244)
  23. Yang namnya rezeki itu beda dengan uang. Uang gampang dicari, yang haram aja tinggal embat. Tapi rezeki, itu yang harus diupayakan berkahnya (hal 250)

Aku suka konsep Bu Sausan untuk menyuruh Rara move on ,”tak usak mencari apa yang tersirat. Pakai konsep here and now aja. Apa yang ada di hadapanmu, itu aja”. (hal 93).

Pasalnya Rara masih sering keiingat Angga, “ilusi yang masih sering mengahantui adalah stimulus-stimulus dari Angga berupa SMS yang mungkin saja hanya sekadar sapa, tetapi dalam persepsiku telah dibelokkan sedemikian rupa. seolah Angga yang merindukanku, padahal aku yang merindukannya. Seolah Angga mengingatkku, padahal aku yang mengingatnya (hal 94-95).

Hal seperti itu sering banget terjadi pada orang yang sedang jatuh cinta, bukan?

Tokoh favoritku dalam Novel ini yaitu Diana. Nggak mudah menerima seorang suami penderita skizophrenia, meski awalnya sempat mengajukan surat cerai, itu manusiawi banget. Tapi dia akhirnya mau kembali pada Yudhis, mau merawatnya, menurunkan kadar egonya, mau mengalah dan berkompromi dengan keluarga Yudhis.

“Kalau aku yang sakit – bukannya Yudhis – aku berharap dia tetap setia” (hal 153)

“orang mungkin bilang, akulah yang gila karena masih mau menjadi istrinya. Peduli amat! Aku mau menanggung susah senang sama-sama” (187)

Diana harus menggunakan kesabaran ekstra, kesabaran pikiran, kesabaran tenaga, kesabaran waktu (hal 210)

Iklan

2 thoughts on “[Quotes] Bulan Nararya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s