[Book Review] Gizi Hati

gizi hati“Ketahuilah, bahwa di dalam jasad manusia terdapat segumpal daging. Jika ia baik maka baik pula seluruh seluruh jasadnya. Dan jika ia rusak maka rusak pula seluruh jasadnya. Ketahuilah bahwa segumpal daging itu ialah hati” (HR. Bukhari)

Buku yang baik adalah teman yang baik pula. Sebagaimana tubuh butuh makan, maka jiwa kita juga butuh makan. Makanan jiwa adalah ibadah kepada Allah. Dan buku-buku seperti ini nih yang bisa menambah nutirisi bagi jiwa kita. Ada 25 bab di buku ini, yang jika setiap membaca bab demi bab seolah membuat kita sadar, merenung bahkan tertampar.

Di bab pertama dibahas tentang kondisi hati dan pembagian hati. Jadi hati itu, berdasarkan sifatnya dibagi menjadi 3 macam. 1) Hati yang sehat, ialah hati yang selamat dari setiap syahwat yang kontradiktif dengan perintah dan larangan Allah, serta dari setiap syahwat. 2) Hati yang mati. Si pemilik hati yang sakit ini pemimpinnya ialah nafsu, pengendalinya adalah syahwat, sopirnya ialah kebodohan, dan kendaraannya ialah lalai. 3) Hati yang sakit. Terkadang hatinya condong kepada kebaikan, namun terkadang berat kepada kemaksiatan. Ia seringkali iri, ujub (kagum pada diri sendiri), sombong, suka membuat kerusakan di bumi, dan suka menjadi pemimpin. Dalam hal ini, ia hanya memenuhi ajakan tetangga yang paling dekat di antara keduanya.

Dari 3 kondisi hati itu aku menimang-nimang, kira-kira aku termasuk yang mana ya??? Dan sepertinya aku masih berada di wilayah hati yang sakit. Semoga dijauhkan dari konsisi hati yang mati. Dan semoga selangkah demi selangkah bisa berada dalam konsisi hati yang sehat, karena firman Allah,

“Yaitu pada hari harta dan anak laki-laki tidak berguna. Kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang sehat”.(Asy-Syu’ara’: 88-89

Kemudian disebutkan tanda-tanda hati yang sehat, salah satu tanda yang membuat aku cukup lama merunung yaitu, Bila Luput melakukan satu ketaatan, ia merasa rugi.

“karena itu, orang yang tidak menunaikan shalat jamaah yang pahalanya dua puluh tujuh kali lipat lebih banyak daripada shalat sendirian, tetapi tidak menyesalinya, hal itu merupakan ciri hati yang sakit. Sebab, mengagungkan perintah dan larangan termasuk ciri hati yang sehat dan cinta Rabb” (hal 47).

Di sini, aku biasa shalat jamaah subuh, magrib dan isyak karena rumahku dekat masjid. Kalau untuk dhuhur dan ashar, masjid depan rumahku ini tidak mengumandangkan adzan. Masalahnya, kadang aku seperti merasa gak berdosa kalau tertinggal shalat berjam’ah, gak menyesal gitu. Astaghfirullah. Untuk dhuhur dan ashar aku kan bisa ngajak keluargaku untuk shalat berjamaah, kenapa enteng banget ya??? Mulai sekarang, aku harus selalu ingat pahala 27 derajat jika aku sampai lalai. Ingat Ila, 27 derajad. kalau dalam shalat aja kamu enteng, kapan timbangan amal baikmu akan berat??? Semangat semangat…. !!!Plurk Emoticons 5.gif

Biar puasa sunnahnya tambah semangat, khususnya senin kamis, harus ingat nih manfaat-manfaat puasa, selain tentunya dapat pahala, dari segi kesehatan juga banyak manfaatnya. Puasa itu seperti sebuah kebutuhan.

“jika hamba menundukkan jiwanya dengan lapar dan menyempitkan jalan setan, nisacaya ia akan tunduk untuk menaati Allah dan tidak menapaki jalan kesombongan dan kesesatan” (hal  101).

Kata-kata Yang membuat aku tertinju, tertamparPlurk Emoticons 4.gif

“Banyak tidur berarti menyia-nyiakan umur, sedangkan melewatkan shalat tahajud membuat bodoh tabiat serta mengeraskan hati” (108)

Padahal Rasulullah jelas-jelas bersabda,

“Allah setiap malam tutun ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir, lalu Dia berfirman, ‘Barangsiapa yang berdoa kepada-Ku, Aku akan mengabulkannya. Barangsiapa yang meminta kepada-Ku, aku akan memberinya. Dan barangsiapa memohon ampunan kepada-Ku, aku akan mengampuninya”

Buku Gizi Hati ini juga membahas tentang doa dan etika berdo’a, pertanyaan yang selama ini ada di kepala terjawab di buku ini. Etikanya yaitu,

  1. Mantap dalam berdoa, yakin akan dikabulkan, dan percaya akan diterima
  2. Tidak bosan berdoa dan mengulanginya tiga kali
  3. Tidak terburu-buru minta segera dikabulkannya doa
  4. Menampatkan doa pada waktu-waktu mulia

Misalnya, hari Arafah, bulan Ramadhan, hari jumat, dan waktu Sahur.

  1. Memanfaatkan kondisi-kondisi mulia

Missalnya, ketika merapatkan barisan fi sabilillah, ketika turun hujan, karena hujan merupakan rahmat-Nya. Allah berfirman

“Dan Dialah yang menurunkan hujan sesudah mereka berputus asa dan menyebarkan rahmat-Nya. Dan Dialah Yang Maha Pelindung lagi Maha Terpuji” (Asy-Syura: 28)

  1. Melirihkan suara antara samar dan jelas, tenang dan sumbang, serta menamppak rasa butuh
  2. Memulai doa dengan memuji Allah dengan nama-nama dan sifat sifat-Nya, lalu membaca shalawat dan pujian pula
  3. Memperbaiki makanan

Hal-hal tentang dzikir, shalat malam, membaca shalawat, muhasabah dan lain-lain tentang gizi bagi hati dibahas dengan detail di bukun ini. Jadi pengen punya sendiri buku ini, aslinya aku dipienjami oleh mbak Mala.

Untuk sebuah buku terjemahan, buku enak enak dibaca.

Akhirnya, buku ini benar-benar merupakan gizi bagi hati kita. Insyaallah

Selain Gizi Hati, ada 2 seri lainnya, yaitu Olahraga Hati dan Tamasya Hati.

Informasi Buku

Judul Asli: Al-Bahrur Ra’iq Fiz Zuhdi war Raqa’iq
Judul Terjemahan: Gizi Hati
Penulis: Dr. Ahmad Farid
Alih Bahasa:Muhammad Suhadi
Editor: Yahya Muhammad
Desain cover: Arezadesugn
Penerbit: AQWAM
ISBN: 978-979-3653-75-4
Cetakan pertama: Desember 2007
212 halaman
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s