Pencipta WordPress dan Blogger Pelopor

“jangan selalu beranggapan bahwa uang adalah segala-galanya”

(Matt Mullenweg, pencipta WordPress)

Sebagai WordPress user, Membaca profil Matt di buku ini, aku menjadi semakin jatuh cinta pada WordPress. aku kagum pada sosok dibalik WordPress. Owh, iya seperti yang aku bilang Matt itu masih muda, usianya 25 tahun saat diwawancarai Pepih pada tahun 2009, jadi ingat Mark Zuckerberg, si pencipta Facebook, sama-sama muda, berprestasi, hebat pokoknya. Profil tentang Matt ada di halaman 175-180.

Matt mengaku tidak mencari uang dari WordPress. Di kalangan blogger dunia, Matt adalah “malaikat” yang teramat baik hati karena mau menggratiskan mesin blog kepada siapapun yang mau mengambilnya di WordPress (hal 179). Makanya Matt bilang “jangan selalu beranggapan bahwa uang adalah segala-galanya”. Kalau dia menciptakan WordPress hanya karena uang, tentu saja dia akan menarik bayaran kepada siapapun yang menggunakan WordPress. Tapi dia juga tidak menyangkal bahwa dia memperoleh pendapatan dengan mendirikan perusahaan di balik WordPress, seperti Automattic, Aksimet, Gravatar, bbPress, IntenseDebate, dan Buddy Press. Dan beruntunglah para pengguna WordPress karena jasa Matt, kita bisa menggunakan WordPress tanpa harus membayarnya, tapi kalau kamu pengen tampilan WordPress yang lebih menarik dan aplikasi yang lebih lengkap di dalamnya, kamu bisa juga menggunakan WordPress versi premium.

Pepih mendeskripsikan Matt sebagai orang yang sederhana, rendah hati, tenang, berbicara pelan, tidak basa-basi. Matt suka menjinjing tas dan iPhone bercangkang huruf “W” sebagai kependekan dari WordPress.

Karena ada beberapa blogger yang ditulis di buku ini, sebagai blogger amatiran aku exited membaca profil mereka. Kalau tadi sedikit membahas Matt yang secara emosional bisa dibilang aku dekat dengan dia, karena ternyata aku baru tau setelah membaca buku ini bahwa blog gratisan yang selama ini aku gunakan diciptakan oleh Matt yang baik hati. Selanjutanya ada blogger pelopor Indonesia yang juga masih muda, Radtya Dika dengan blognya yang dia namakan Kambing Jantan. Insyallah banyak yang uda kenal sama cowok yang satu ini. Uniknya Radtya Dika, dia menerjuni dan memiliki blog sejak orang-orang kebanyakan sekalipun belum mendengar istilah “blog”. Artinya, ia sedikit dari segelintir orang Indonesia yang tahu mula-mula mengenai blog dan menjadi blogger pelopor. Ia mulai ngeblog sejak 2001 saat provider belum marak seperti sekarang, saat Blogspot dan WordPress belum dikenal (hal 155). Ternyata dia menjadi terkenal seperti sekarang karena ketekunannya dalam ngeblog. Yang dia tulis di blognya juga bukan sesuatu yang berat, tapi cerita kesehariannya, cerita konyolnya. Kumpulan tulisannya di blog kemudian dia jadikaan buku, dia kasihkan ke penerbit dan sempat ditolak awalnya. Kita tahu Dika sekarang adalah anak muda yang sukses, tapi kamu akan tau perjuangan Dika dari awal kalau sudah membaca bukunya yang pertama, Kambing Jantan atau nonton filmnya.

“Mulanya hanya menulis di blog, tetapi internet telah menjadikan saya penulis, komedian, aktor, dan pengusaha kecil-kecilan”

(Raditya Dika)

Kemudian ada Budi Putra, yang keluar dari Tempo karena lebih memilih menjadi blogger. Sudah mempunyai pekerjaan bagus, dan malah keluar menuju pekerjaan yang belum jelas seperti apa nantinya. Tetapi nih, blog alias catatan web pribadi itu bisa menjadi tumpuan kehidupan dan dapat digunakan sebagai tambang usaha. Bagaimana caranya? Budi membeberkan rahasianya postingan ini

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s